Jumat, 16 Januari 2009

MOTIF POLITIK Serangan Israel dan Pelantikan Obama

Serangan Zionis Israel ke jalur Gaza adalah setting politik primitif AS. Terkait janji politik Obama untuk mengubah kondisi Timur Tengah menjadi damai, serta sikap politik Bush yang semakin mengalami distorsi. Pasca pelantikan Obama, AS berharap akan terjadi booming dan ekspetasi politik-ekonomi pada Presiden barunya sehingga mereka akan lebih mudah dan cepat keluar dari krisis.


Keberadaan Israel dengan segudang masalahnya adalah keniscayaan merupakan persoalan politik kekuasaan belaka, termasuk posisi Amerika Serikat sebagai promotor utama. Pena sejarah dunia telah banyak menuliskan sikap politik Amerika Serikatlah yang menjadi remote polah dan tingkah operator lapang: Zionist Israel.


Pada tanggal 20 Januari 2009 akan dilakukan pelantikan Presiden AS terpilih yang ke 44, Barack Hussein Obama. Sejak pencalonan, pemilu, dan pasca pemilu AS sebagai pesta akrobatis demokrasi, telah melahirkan ekspetasi harapan warga dunia akan perubahan, utamanya tentang politik luar negerinya.



Sikap politik Amerika Serikat di PBB
Harapan penyelesaian dengan cepat dan efektif tragedi Gaza bergantung pada PBB, namun semua asa sirna oleh sikap AS di Majelis umum PBB. Pada Rapat darurat anggota PBB yang dilakukan di New York, AS pada tanggal 4 Januari 2009 lalu AS melakukan veto atas usulan mayoritas anggota untuk rencana mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Meskipun mayoritas anggota bersepakat meminta Israel menghentikan serangannya, namun karena resolusi DK PBB gagal menjadi hukum internasional maka Israel semakin beringas merengsek ke Jalur Gaza Palestina. Sikap Amerika Serikat mendukung sepenuhnya terhadap Israel karena serangan tersebut dianggap sebagai aksi membela diri dari serangan Hammas Palestina.


Keprihatinan dunia fokus ke Timur Tengah, karena sudah hampir tiga pekan Zionis Israel membanjiri penduduk Gaza dengan rudal dan peluru. Korban semakin membumbung, 1000 jiwa melayang, hampir 4500 korban luka, tragisnya sepertiga korban adalah anak-anak dan perempuan. Yang paling memprihatinkan adalah warga dunia belum mampu menghentikan sikap Israel yang biadab ini.



Harapan Lahirnya Tata Dunia Baru
Harapan kita sebagai warga dunia adalah AS segera mengakhiri penderitaan warga Gaza Palestina, dengan kekuatan dan posisinya AS segera menghentikan serangan Israel. Disisi lain politik AS akan dicatat sejarah dunia melakukan kebijakan yang naif, hanya untuk meningkatkan trust dunia kepada Presiden Barunya harus mengorbankan ribuan nyawa manusia yang tak berdosa.

Pasca dilantik maka bisa dipredikasi Obama akan segera menghentikan dan menyelesaikan konflik di Gaza, dan duniapun semakin mengelu-elukan Obama sebagai pahlawan dunia, selain itu semakin memperkokoh posisi AS sebagai polisi dunia. Kita tentu konflik Gaza bisa berhenti, namun kalau diskenario semacam ini rasanya semakin ”najiz” untuk melihat politik luar negeri AS.


Kita semua berharap akan hadirnya tata dunia baru yang semakin menghargai norma dan etika internasional. PBB sudah tidak bisa dijadikan harapan dunia karena ada the big five yang siap meluncurkan vetonya. Dunia merindukan lahirnya organisasi bangsa-bangsa sedunia yang lebih adil, fair dan setara tanpa hak istimewa, veto anggota tertentu. Sebuah tata dunia baru akan lahir oleh organisasi bangsa-bangsa se dunia yang demokratik. (Sha 5 w).

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon