Kamis, 04 Juni 2009

Atas Nama

atas-namaAtas nama, sebuah idiom yang mempunyai nilai kedahsyatan tinggi karena didalamnya terkandung kekuatan dan energi. Penggunaan idiom ini oleh manusia dengan berbagai argumentasi, telah terkonstruksi sedemikian rupa sehingga mampu untuk meluluhlantakkan: struktur sosial, norma agama, norma sosial, bahkan kebenaran teks agama. Penggunaan idiom atas nama tentu akan melahirkan serangkain pola fikir maupun tindakan yang positif maupun negatif.


Atas nama: bangsa bisa digunakan untuk mendirikan sebuah Negara, digunakan untuk menghentikan peperangan, untuk membuat keputusan/ kebijakan politik tertentu. Lain dari itu atas nama: bangsa juga bisa digunakan untuk menyerang, membunuh, perang pada Negara, kelompok, golongan lain. Sebagai pintu masuk untuk melakukan kekerasan dengan segala bentuknya, untuk membungkus sebuah kepalsuan menjadi kebenaran, rekayasa menjadi aspiratif dan partisipatis, dst.


Atas nama; cinta digunakan segenab umat manusia untuk mencintai Tuhan-nya, Nabi utusannya. Juga digunakan oleh milyaran manusia merajut kasih sayangnya dengan lawan jenis, untuk mencintai orang tua dan keluarga. Di sisi yang lain Atas nama; cinta juga melahirkan perbuatan bunuh diri bersama, pembunuhan, free sex, pemerkosaan, perselingkuhan, dst.


Atas nama perintah dan kebenaran dari Tuhan segenab manusia bias berbuat apapun dan dimanapun dan kepada siapapun. Ketika manuasia sudah memegang kuat sifat-sifat Tuhan maka dimungkinkan untuk melakukan pembunuhan, melakukan pembunuhan karakter (character assassination), pembantaian etnis (crime genocyda), dst. Atas nama Tuhan manusia bisa mengibarkan bendera perang suci, perang atas nama Tuhan, Jihad, dst.


Atas nama: keindahan, kecantikan, ketampanan maka manusia bisa memproduksi sekian varian renik-renik yang menjadi bunga peradaban. Namun atas nama: keindahan, kecantikan, ketampanan pula maka manusia bisa dengan mudah untuk melanggar hukum, peraturan, dan konsensus sosial lainnya. Ketidakadilan perlakuan sering menjadi limbah dari dominannya para pemuja keindahan, kecantikan, ketampanan.


Atas nama memang begitu cantik dan gemulai sehingga bisa diundang untuk menghakimi suatu kebenaran, untuk mensulap kesalahan menjadi sebuah “kebenaran”. Makhluk yang bernama manusia menjadikanya sebagai sandaran akan perbuatannya, menjadi alibi atas tuduhan yang menghantam dirinya. Atas nama menjadi seolah-olah merampas 99% sifat-sifat ke-Tuhan-an, hanya status sebagai Tuhanlah yang akhirnya gagal dirampas oleh manusia.


Karena pintu untuk mendapatkan sebuah kebenaran akan segala perbuatan manusia sedemikian terbuka, maka manusia akan membuka lebar-lebar pintu tersebut dan pasti memasukinya dengan segudang nafsunya. Memang hanya pengadilan Tuhan kelak yang bisa menakar atas nama tersebut mempunyai nilai kebenaran yang hakiki, atau kehakikianya akan menjadi klaim atas nama.


Kekuatan Atas nama sudah sedemikian dahsyat menggerus laju denyut nadi kehidupan, hadirnya perilaku atas nama sudah bagai kehadiran udara bagi manusia. Manusia memang telah dikaruniai oleh Tuhan akal fikiran, rasa dan hati nurani, dirinyalah yang menorehkan tinta kehidupanya. Hanya sang waktu yang menjawab episode kehidupan manusia kekinian yang lebih dahsyat dari sekedar atas nama, yaitu: Atas Nama Atas Nama. Blogger Senayan hanya mengucapkan: Thanks.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon