Kamis, 18 Juni 2009

Celana Dalam Partai Politik

celana-dalam-partai-politikPerilaku untuk berbuat iseng memang belum jelas benar, apakah hal ini termasuk “turunan” atau “tanjakan”. Yang jelas iseng terkadang membuat suasana sekitar menjadi segar karena menghadirkan kekonyolan tertentu, namun terkadang sebaliknya alias  berbuah rasa malu, didamprat, dimaki-maki orang, dll.


SUEP, seorang mahasiswa semester tiga asal Lumajang, memang dikenal "agak sholeh", karenanya ditelingganya masih selalu terngiang akan petuah sang bunda Saropah, “Ep, kamu kalo kuliah di Malang yang sungguh-sungguh ya!, jangan berbuat yang macam-macam karena dikota besar itu godaanya banyak. Luruskan niatmu untuk menuntut ilmu sampai lulus dengan baik”.


Pelajaran agama yang pernah direguk SUEP dari madrasah ibtidaiyah, masih cukup menebalkan kualitas keimanannya. Namun dibalik itu semua, SUEP ternyata masih belum kuasa menghilangkan sifat dan perilakunya yang suka iseng, sifat ini sering hadir disela-sela hidup kesehariannya sehingga keisengan nyaris seperti faktor “genetik” untuk sang SUEP.  Salah satu keisengan SUEP seperti cerita berikut ini:


Karena di kota Malang sebagai warga pendatang maka seperti umumnya mahasiswa lain maka  SUEP dengan beberapa teman mencari sebuah rumah kontrakkan. Kebetulan mendapatkan sebuah rumah tingkat dua yang berisi 6 buah kamar, SUEP mendapatkan kamar dilantai dua. Seperti sudah diatur oleh alam maka “kamar diatas” kontrakkan tersebut  bersebelahan dengan rumah kos mahasiswi yang jumlahnya 8 orang.


Rumah kos mahasiswi tersebut kebetulan berlantai satu setengah, yang setengah adalah lantai dua tanpa atap yang digunakan sebagai tempat jemuran cucian. Karena letak jemuran tersebut tepat disamping kamar SUEP, maka dari sinilah keisengannya tumbuh subur dan terus bersemi. Dengan jendela kaca samping kamarnya maka pemandangan para mahasiswi menjemur baju, bagi SUEP ibarat melihat ikan dalam akuarium. He..he..asyik dan tob markotob booo.


Tidak cukup dengan memfasilitasi bola mata untuk akrobat menikmati para mahasiswi yang kondisinya agak basah (karena abis mencuci). Keisengan SUEP semakin berkualitas dengan melanjutkannya dengan episode meneriakkan nama-nama Parpol tertentu ketika sang mahasiswi tetangga kosnya membeber CD di kawat jemuran. Ketika CD warna kuning dibeber suep langsung berteriak: Golkar, ketika CD warna hijau: PKB, dan ketika warna oranye: Hanura, dst.


MINUL, salah seorang mahasiswi tetangga SUEP merasa risih dengan perilaku yang sudah berlangsung beberapa hari ini, namun sayang dia tidak bisa mengetahui siapa gerangan tetangganya yang kurang ajar tersebut, maklumlah karena teriakan Golkar, PKB, Hanura datang dari balik tembok.


Karena sudah gemes dan ingin memberi pelajaran bagi pelaku maka Minul melaporkannya kepada Ketua RT, pak Dulmanap. Sebagai ketua RT yang cepat merespon laporan warganya maka Dulmanap besoknya menindak lanjuti laporan ini. Ditemani tetangga kanan kiri mencoba untuk menanngkap basah si pelaku. Skenariopun disusun untuk menangkap basah mahasiswa gatals sekaligus obuls tersebut.


Pagi harinya, sewaktu para mahasiswi sedang menjemur baju, beberapa saat kemudia sudah terdengar suara PAN, Demokrat, PDIP, maka ketua RT segera bergerak dan menggerebek rumah kos tersebut. Dan beberapa saat kemudian SUEP tertangkap basah, lagi menikmati  pemandangan “ikan dalam akuarium” yang tidak memakai CD, eh salah lagi menjemur CD, heheheh. Nasibmu EP..SUEP, kamu memang OBUL (otak cabul), tertawa yuk! he...hee...hehe (Sha 5 W).

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon