Senin, 01 Juni 2009

Manohara, Masochisme dan Sexual Sadisme

manohara-n-masochismeManohara, seorang perempuan cantik, diijinkan keluarga menikah, menikah meskipun belum cukup umur, dinikahi seorang pangeran dari Malaysia, pangeran kaya raya, perempuan merasa tertindas, mengaku mendapat perlakuan seks menyimpang, perempuan lari dari suami. Serangkaian kisah yang dialami sang perempuan: Manoharadan korelasinya dengan perilaku seksual menyimpang.


Manohara memang dianugrahi oleh Allah sebuah body dan kecantikan yang diatas standar, bodi bongsor, dan kulit putih. Mungkin karena faktor suku bangsa dari ayahnya yang bule. Dengan modal demikian maka dia cukup mulus memasuki dunia model sehingga meembuat karirnya mengkilat.


Manohara akhirnya lari dari suami yang seorang pangeran dari negeri jiran, dengan alasan mengalami kekerasan dan penyimpangan seks. Apapun kenikmatan bendawi yang diberikan suaminya seolah terkubur oleh keinginan untuk bebas dari cengkraman perilaku masochis suaminya.


Ya, manohara harus menanggung semua keputusan diri dan keluarganya, sekarang mencoba lepas dari cengkraman perilaku kehidupan kerajaan yang feodal dan cabikan perilaku sang pangeran yang diduga mengalami Sexual Masochisme atau bahkan Sexual Sadisme.


Sexual Masochisme, Istilah ini berasal dari nama seorang penulis Austria pada abad -19 yang mempunyai nama Leopold Baron Von Sacher-Masoch (1921). Beliau merasakan kepuasan seksual dengan cara disakiti terlebih dahulu..Penderita akan merasakan kepuasan yang optimal apabila mengalami kesakitan. Kesakitan tersebut dapat diperoleh dari pasangannya ataupun dari pelayanan oleh diri. Penderita melakukan aktifitas sebagai fantasi dan dilakukan berulang-ulang serta merasa tertekan dengan kekuatan dorongan tersebut.


Masochisme dapat dipicu oleh sikap putus asa yang akut, kalah bersaing, aspirasi yang tersumbat, krisis kepercayaan, mengalami kegagalan, merasa dilecehkan, memendam kebencian dan bermacam alasan lain yang sejenis.



Sexual Sadisme, istilah ini juga berasal dari nama seorang penulis Perancis abad : 18 yang bernama marquis de Sade. Perilaku menyimpang ini ditandai apabila merasakan kepuasan seksual bila ia menyakiti pasangan seksnya. Seorang penderita sadistis bias mengalami rangsangan seksual yang cepat dan maksimal apabila membayangkan penderitaan seseorang, konsekuensinya sexual sadism selalu membutuhkan patner seks.
Perilaku ini menyimpang ini bisa terjadi pada pria maupun wanita. Umumnya disebabkan karena sejarah psikis seseorang yang masa kanak-kanaknya mengalami hukuman dan yang terlalu keras, sehingga membangkitkan asosiasi yang salah: antara kasih sayang, cinta orang tua dengan perilaku menyakiti dan kesakitan.

Apakah sang pangeran benar mengalami kelainan sexual ini, maka seorang psikologlah yang bias menentukan hal ini. OK, blogger senayan mengucapkan terima kasih.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon