Sabtu, 25 Juli 2009

SUEP, Tenaga Kerja di KBRI Malaysia

tki malaysiaSetelah sempat terengah-engah dengan urusan kerja, maka beberapa menit ini saya gunakan untuk menulis kiprah SUEP dalam episode cerita konyol dan humornya. Lagi-lagi seorang lelaki "ketagihan" untuk melakukan sesuatu pada lawan jenisnya. Tidak ada kewajiban untuk tertawa namunbisa membuat anda bisa tersenyum manis sudah cukup bagi SUEP. Shalimow.com mengucapkan selamat menikmati cerita singkat ini.


Banyak orang bijak berkata bahwa yang namanya kecantikan, kegantengan, keindahan, dan sejenisnya sering menjadikan orang lain dibuat keki, gugup, dan pada akhirnya melakukan perbuatan yang tidak “demokratis” alias penuh tendensi.


Pertemuan SUEP dan SAROPAH terjadi secara tidak sengaja, tempat kejadiannya diruang tunggu kedatangan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Suep memang baru landing dari Malaysia sedangkan Saropah lagi menunggu temannya yang akan datang dari Brunai Darussalam.


Sambil santai dan berusaha menikmati udara Indonesia yang sudah 2 tahun lebih tidak dihirupnya, pandangan mata Suep akhirnya tertuju pada wajah cantik dan bodi sexy Saropah (24 tahun). Dengan stelan blue jeans ketat dan dikombinasi dengan stelan hem Bermuda, serta wajah yang mirip mantan pebulu tangkis nasional Ricky Subagja, maka  kehadiran SUEP bagaikan magnit yang akan menyedwoot mata wanita untuk melihatnya.


Dengan membingkai bola mata dengan kacamata hitam ala Saru khan dan mencangklong sebuah tas laptop warna hitam menjadikan pemuda 26 tahun ini semakin mempesona. Di ujung sana, bangku ruang tunggu bandara telah terlihat seorang gadis yang duduk sendirian, dasar Suep (pemuda tjap Kapal Selam) pun akhirnya mendekat dan duduk disamping Saropah.


Suep berinisiatif untuk berkenalan, dengan menyapa” lagi menunggu keluarga mbak?” “ yam as, ada teman datang dari Brunai, kalo mas tadi dari mana tadi?” tanya Saropah. “ “oh, saya tadi dari Malaysia mbak” jawab Suep dengan lugas.


Saropah menimpali dengan bertanya “di Malaysia kemang kerjanya apa mas?”. Sambil berpikir keras akhirnya Suep menjawab: “saya kerja di KBRI Malaysia mbak, ini lagi pulang saja”. Melihat kemolekan Saropah membuat Suep merasa gengsi untuk mengaku kalo sebenarnya dia hanya seorang TKI di Malaysia.


Suara hati Suep mendorongnya untuk tidak berbohong, namun mencari jawaban yang tidak bohong adalah perlu otak yang encer. Maka "kecerdasan" Suep mucul dengan mengaku kerja di KBRI tapi dengan kepanjangan yang beda dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia tapi Kuli Batu Republik Indonesia. “Kapan lagi sa menggaet cewek cakep kalo tidak dengan mengibuli dengan cerdik. Apalagi aku kan tidak bohong, memang aku di Malaysia jadi TKI jurusan kuli batu” pikir Suep.


Dengan wajah gantengnya dan kerja di KBRI maka membuat Saropah Klepex-klepex gak karuan. “wah mantab juga nich orang” fikir Saropah. Beberapa menit kemudian mereka semakin akrab dan terus bercengkrama.  Suep juga bercerita tentang keindahan dan kemegahan Kuala Lumpur, tentang pekerjaanya di KBRI, dst.


Dari perbincangan beberapa saat tersebut  akhirnya menghantarkan pada kesimpulan Saropah yaitu kecurigaan atas kebohongan Suep. Hal ini dikarenakan banyak informasi yang disampaikan Suep tidak mengesankan  bahwa dia kerja di KBRI.


Ada umpan lambung dari Suep, akhirnya Saropah melakukan counter attact kepada Suep, dengan bertanya: “mas staf dibagian apa ya? Kebetulan bapak saya salah satu pejabat di KBRI Malaysia, dan saya pernah tinggal selama 8 tahun di Kuala Lumpur” Mendengar pertanyaan Saropah yang menohok batang hidung, maka membuat Suep blingsatan, menggelinjang-gelinjang, dan secepat kilat ngeloyor pergi “maaf aku mau ke toilet dulu ya” jawab Suep denga suara terbata.


He..he..he..tertawa yuuk, Kali ini aksi Suep emang lagi apes ya, Ok thanks (Sha 5 W).

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon