Senin, 03 Agustus 2009

Kepleset: Kulit Pisang, Wanita atau Pisang

kulit pisangTerpeleset, atau biasa diucap kepleset adalah menunjuk suatu kondisi tidak setimbang, tidak harmonis, tidak sadar sepenuhnya (tidak disengaja), terlena, dst yang mengakibatkan tubuh menjadi oleng, terpelanting, terjerembab, tersungkur dan bahkan sampai jatuh. Ketika beban dinamis mengalami perubahan dengan cepat, maka bagian tubuh yang menahan beban akan mengalami pergeseran kesetimbangan.



Pergeseran kesetimbangan tidak akan banyak pengaruh apabila direspons oleh syaraf sensorik dan dilanjutkan pada syaraf motorik untuk memerintahkan bagian organ tubuh tubuh untuk meresponsnya dengan  membentuk kesetimbangan baru sehingga beban kembali harmoni. Namun apabila syaraf sensorik atau motorik kalah cepan dalam mengirimkan sinyal pesan maka tubuh akan tergelincir.

Untuk menghindari kondisi terpeleset banyak nasehat, pesan yang umum disampaikan oleh orang sekitar antara lain: hati-hati ya licin!, hati-hati jalannya biar nggak terpeleset, hati-hati jangan main air nanti kepleset, hati-hati…..dst. Mulai seorang pujangga sampai pada anak kecil sudah terbentuk paradigmanya untuk mengingatkan sesame akan “bahaya” yang satu ini: kepleset.

Selanjutnya catatan ini mencoba untuk mengkaji penyebab terjadinya kondisi terpeleset ini dengan meninjau dari penyebabnya, yaitu focus pada 3 hal:  Kulit Pisang, Wanita dan Pisang. Resume hasil kajiannya dapat anda ikuti berikut ini:

Kulit Pisang
Sejak zaman bahuela maka keberadaan kulit pisang dilantai telah menjadi momok yang membuat mahluk yang bernama manusia untuk mewaspadainnya. Karena menunjuk pada sebuah benda yang mengandung serat, mempunyai kandungan air yang cukup tinggi, maka akan sangat mudah menggelincirkan beban dinamis yang datang.
Kokohnya kaki-kaki yang menginjak benda ini tidak ada jaminan syaraf motorik dan sensoriknya mampu untuk  merespons dengan cepat untuk memerintahkan tubuh tetap setimbang dan stabil. Laki-laki dan perempuan waspadalah panda bendai yang mengandung serat dan air ini….heheheh

Wanita
Mahkluk yang satu ini, sengaja atau tidak, setuju atau tidak setuju, namun realitas social menunjukkan bahwa banyak laki-laki yang terpeleset, atau memelesetkan diri karena wanita. Sejak keberadaan manusia pertama Adam dan Hawa, lalu disusul anakknya Habil dan Qobil telah mengalami erisode kehidupan yang membuat mereka terpeleset dengan katalis : WANITA.
Sexy Girls Keberadaan wanita di dunia ini yang tidak hanya mengandung serat dan air layaknya kulit pisang tentu akan mempunyai daya peleset yang maha dahsyat dan high explosive. Tidak lain dan tidak bukan karena wanita juga dikaruniai akal fikiran, rasa dan hati nurani.
Catatan sejarah telah menjawab bahwa wanita tidak hanya berpotensi untuk membuat seorang pria terpeleset namun dibanyak kasus juga menunjukkan bahwa wanita juga dapat menjadi pemicu bagi laki-laki untuk mencoba menikmati kondisi “terpeleset” atau bahkan banyak yang sengaja memelesetkan dirinya bersama wanita, dst……

Pisang
Selain kulitnya yang memang top, ampuh dan dahsyat untuk membuat seseorang kepleset, ternyata isi pisang juga mujarab untuk membuat seseorang “terpeleset”.  Hanyut dalam sebuah kondisi tertentu, terbuai akan sebuah kenikmatan, dst akan mendorong munculnya perilaku “terpeleset”.

manuk pisangKalo anda amati gambar ini tentunya yang mempunyai probabilitas tinggi untuk terpeleset oleh penyebab yang satu ini adalah kaum perempuan. He…he.. he, ini bukan pelecehan namun sebuah analisa sosial sederhana semata. Ketidaksetimbangan dalam relasi antara yang terpeleset dengan penyebab terpeleset adalah fakta yang memperkuat analisis ini.






Pembelajaran penting yang dapat dipetik dari catatan tentang terpeleset ini adalah:



Untuk semua pihak baik mahluk yang diberi kelamin jantan, betina, laki-laki-perempuan untuk selalu waspada pada beberapa hal yang dapat menyebabkan anda terpeleset.
Bagaimanapun pemicu, proses, dan hasilnya, kondisi terpeleset ini mengundang sederet dampak yang terkadang juga menyakitkan bukan hanya yang mengalaminya namun terkadang sampai pada komunitasnnya.
Waspadalah, jangan terpeleset.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon