Sabtu, 15 Agustus 2009

Merokok Adalah Pembunuhan Berencana

mati karena rokokSebagai seorang penjual rokok pingir jalan (PK 5), Muin atau akrab disapa dengan cak Muin tentu tidak asing lagi dengan peringatan mengenai bahaya merokok.  Setiap kemasan rokok yang dijualnya selalu tertulis: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.


Dari koran kriminalitas yang sering dibacanya didapatkan informasi bahwa  WHO dan Departemen Kesehatan, mempunyai data bahwa: rata-rata 11.000 orang mati setiap hari yang ditengarai penyebabnya adalah kandungan asap rokok, bahkan diprakirakan pada tahun 2020 sampai 2030, rata-rata angka kematian karena asap rokok sekitar 27.000 orang.


Meski hanya jebolan Tsanawiyah, cak Muin dikenal cukup encer juga otaknya, termasuk mengakses informasi. Salah satu yang menarik baginya adalah gemuruh pro kontra tentang fatwa larangan merokok bagi…. , karena televisi gencar mengeksposenya. Akhirnya ide kreatif muncul dari cak Muin untuk mengeluarkan sebuah fatwa (pendapat), tanpa merujuk teks, dasar hokum, dst cak Muin mengeluarkan fatwanya. FATWA MUIN No. 007/muin/1/2009 tentang “ Merokok Adalah Pembunuhan Berencana”. Fatwa cak Muin ini ditulis lumayan besar dan ditempel di gerobak tempat berdagangnya.


Karena menarik perhatian, dan mengundang para pembeli untuk bertanya apa maksud fatwa tersebut. Ternyata cak Muin sudah siap dengan selembar kertas kwarto yang sudah dilaminasi, beberapa paragraph isi dari fatwa cak muin adalah alasan kenapa merokok merupakan pembunuhan berencana. Isi alasan cak muin ternyata beberapa kejadian pembunuhan yang disebabkan oleh rokok, selengkapnya sebagai berikut:




Seseorang sedang merokok berjalan-jalan di pasar, didepan kios penjual daging sapi dia mengoda seorang perempuan sexy, karena tak kuat menahan nafsunya didekatinya perempuan tersebut, lalu dia menciumi dengan beringas. Perokok tersebut juga meremas, meraba bagian tubuh wanita sexy tersebut. Wanita tersebut berteriak, dan sesaat kemudian munculah seorang lelaki, yang ternyata suami dari wanita tersebut, dengan gagah  berani pria tersebut mengayunkan celurit kepada si perokok. Hasilnya perokok terseebut KO menuju alam barzah. Merokok terbukti telah menyebabkan kematian.


Seorang perokok yang sudah kanker (kantong kering) alias “bokek” namun hasrat untuk merokok sudah diubun-ubun. Dengan diawali menyedot setengah batang rokok terakhirnya, dia menyambar Hand Phone salah seorang penumpang bis kota. Sialnya pemiliknya mengetahui kalo hand phone sudah berpindah tangan, dengan bergegas dia berteriak ‘COPET”, dan sesaat kemudian belasan orang mengurung si perokok dan menghajarnya tanpa ampun. Karena tidak kuasa menahan sakit akhirnya perokok tersebut koid. Merokok terbukti telah menyebabkan kematian.



Demikian dua alasan diantara 10 alasan cak MUIN mengeluarkan fatwanya, dan kesimpulan segera dapat kita ambil bahwa: merokok adalah pembunuhan berencana, pembunuhannya terjadi dan merokoknya direncanakan. Sebelum berakhir mari tertawa bersama-sama he..hee.hiii heee (Sha 5 W).

Artikel Terkait

1 komentar so far

makasih ats infonya.... sukses selalu buat admin....


EmoticonEmoticon