Sabtu, 08 Agustus 2009

SEKS BEBAS, Benci Tapi Rindu

footSeperti halnya memberantas korupsi, untuk memberantas perilaku seks bebas adalah hal yang tidak mudah, bisa dikiaskan dengan seloroh bagaikan mengayuh becak dipadang pasir. Perilaku Seks bebas sudah ada sejak zaman bahula, kini semakin menjadi-jadi dan nyaris tak terkendali. Mengapa demikian??.


Ada berita menarik yang disajikan oleh tabloid Inggris, The Sun, Jumat (13/2/2009): Alfie Patten, seorang anak Inggris yang masih berusia 13 tahun telah memiliki bayi, dari rahim sang ”istri” Chantelle Steadman (15 tahun). Seorang bayi perempuan dengan nama Maisie Roxanne telah dilahirkan di Rumah Sakit Eastbourne, Sussex Timur, Inggris.


Sebelumnya telah ada rekord sebagai ayah termuda di Inggris, yaitu Sean Stewart. Ketika menjadi seorang ayah usianaya 12 tahun dengan ”istri” tetangga sebelah rumahnya, Emma Webster (15), dan telah melahirkan seorang anak pada tahun 1998. Menurut kabar bahwa pasangan ini enam bulan kemudian berpisah dengan alasan tertentu.


Cuplikan berita diatas tentu bisa kita pahami sebagai suatu kejadian yang sangat mungkin dan saya kuat menduga juga telah banyak terjadi negeri ini. Dibeberapa cerita dan video didunia mayya ini juga memvisualkan tentang perilaku seks bebas yang menjangkiti anak-anak usia muda setingkat SD dan SMP.


Perilaku seks bebas memang lagi digandrungi para remaja kita, rasanya tidak percaya apabila para ABG, yang masih bau kencur, inocent, sudah melakukan ”akrobat maut” untuk sekedar menuruti hawa nafsunya. Tapi apa yang tidak mungkin didunia ini? Apalagi dengan pengaruh berbagai media seperti tayangan TV, video, buku-buku cerita maupun gambar porno. Selain itu dunyaa maiyya semakin membuka lebar fasilitasi hal ini dengan situs XXX yang semakin mudah diakses oleh siapapun.


Paradigma terhadap ”seks” terbentuk oleh proses sosial budaya yang berlangsung dalam waktu yang lama. Di Barat seks dimaknai multi dimensional antara lain seks adalah aset, seks adalah bisnis, seks adalah kebebasan, dst. Beberapa puluh tahun yang lalu kita selalu mencibir hal ini sebagai aib bangsa barat yang mempertuankan kebebasan. Tapi sekarang tidakkah bangsa kita sudah melakukan hal yang tidak jauh berbeda.


Berapa banyak vidio bokep ”hasil karya anak negeri' yang di upload setiap hari disitus XXX, berapa banyak para remaja kita yang memilih week end dengan main ”akrobat” dihotel, losmen, dan penginapan. Betapa garangnya perilaku ”menuju seks” yang difasilitasi oleh tempat-tempat dugem, cafe agak gelab, dll. Tentu hal demikian memprihatinkan kita sebagai bangsa, fenomena sosial bahwa pemuda indonesia kini menjadi permisif bahkan menjadi pegiat seks bebas.



Bangsa ini konon adalah bangsa yang agamis, hampir semua penduduknya memeluk agama tertentu, namun fenomena seks bebas ini seakan mempertanyakan eksistensi agama sebagai pembimbing moral bagai umatnya. Apakah memang agama-agama mainstream yang ada di Indonesia telah gagal membina umatnya??? (Sha 5 W).

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon