Rabu, 30 September 2009

Aktivasionis Versus Pasivasionis

aktivasionis pasivasionisManusia memang mahluk yang super unik, padanya melekat beragam sifat-sifat bawaan, karakter yang terbangun oleh lingkungan sekitar. Keunikan manusia bisa jadi dipilari oleh dianugrahkanNYA otak, hati, dan rasa sehingga bisa melakukan beragam konfigurasi hasil olah fikir, olah rasa, dan olah hati. Sebagai outputnya adalah lahirnya karakter tertentu yang berada dalam frame yang kontekstual.


Kehidupan berjalan dengan roda yang sangat dinamis, sehingga hal ini memerlukan penyikapan tertentu agar manusia bisa tetap, eksis, sukses, dan berbahagia. Pengalaman kehidupan dari orang lain ataupun dari diri sendiri seyogyanya bisa menjadi sumber belajar yang inspiratif, dinamis untuk meraih kondisi yang lebih baik.


Rasulullah SAW, sekitar 14 abad yang lalu, sudah bersabda: “Manfaatkan sebaik-baiknya lima kesempatan, sebelum (datang) yang lima; masa muda sebelum datang masa tua Anda; kondisi sehat sebelum Anda jatuh sakit; saat kaya sebelum Anda jatuh miskin; masa hidup sebelum datang kematian anda; dan masa senggang sebelum Anda sibuk”.



Kesempatan, kekuatan, kesehatan, dan sejuta kenikmatan yang telah disiapkan oleh Tuhan hendaknya bisa dioptimalisasi menjadi kekuatan dan selanjutnya bisa mengakses semua peluang. Pribadi yang menang, sukses, dan unggul tiada lain adalah yang bisa memanfaatkan peluang dengan segenap kekuatan yang ada pada diri dan lingkungannya.
Menjadi keniscayaan bahwa manusia dilahirkan dengan pasangan-pasangan tertentu, baik buruk, sukses gagal, laki perempuan, dll. Kalau kita bisa merefleksikan beberapa kondisi seseorang yang mengalami periode kesuksesan dalam bidang tertentu dan dilain sisi seseorang yang lain masih mengalami kegagalan maka dari karakter kedua kelompok tersebut setidaknya dapat dipilah menjadi dua yaitu:
1. Kelompok Aktivasionis : adalah pelaksana, ia mengambil tindakan, menyelesaikan segala sesuatunya, melaksanakan gagasan dan rencana. Orang yang masuk karakter ini adalah tipe yang berani mengambil resiko, karena terkadang situasi dan kondisi tidak sepenuhnya mendukung namun dia tetap teguh untuk melakukan sesuatu yang dianggap terbaik. Hasil dari perbuatan tersebut siap dia tanggung dan kembali akan mengatasinya dengan tindakan yang lain yang nyata.
2. Kelompok Pasivasionis : adalah bukan pelaksana, ia menunda segalanya hingga ia membuktikan bahwa ia tidak dapat melaksanakannya atau hingga sudah terlalu terlambat. pasivasionis atau propasif sering mengucapkan kata seandainya,  sehingga kelompok ini selalu dalam kondisi akan berbuat, tetapi tidak pernah berbuat. Penuh rencana dan gagasan, kebiasaannya sebelum mengambil tindakan selalu menunggu hingga segalanya 100 persen menguntungkan atau serba kondusif, sehingga tindakannya pun tidak pernah terwujud.
Menjadi seorang aktivasionis adalah pilihan rasional menjadi orang sukses…..

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon