Rabu, 16 September 2009

Semalam di Kota Serang

serang bantenMeskipun tidak jauh dari Jakarta, namun seumur hidup rasanya belum pernah bermalam dikota ini,mungkin karena tidak ada keluarga dan tidak pula punya urusan yang harus diselesaikan dikota ini. Alhamdulillah seusai menunaikan tugas untuk memandu sebuah kegiatan pelatihan di kota Rangkasbitung saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk singgah dan bermalam di Ibukota Banten ini. Menikmati suasana malam, apalagi bertepatan dengan seminggu terakhir Ramdhan maka membawa keasyikan tersendiri. Propinsi Banten yang sebagian daerahnya menjadi penyangah kawasan Ibukota tentu cukup menarik untuk diamati.


Setelah selama lima hari fasilitasi penuh konsolidasi pemandu nasional di Rangkasbitung, dengan suara yang parau karena memang kondisi batuk dan, lebih parah lagi adalah puasa maka bisa ditebak kalau harus cuap-cuap selama lima hari. Tak ayal dibeberapa bagian waktu fasilitasi kelas maka suara saya sempat sembunyi, heheheh ...nggak tau kemana dia.


Menjelang magrib pelatiha ditutup, pamit sana- sini kamipun langsung meluncur menuju kota Serang. Sekitar 25 menit perjalanan kami singgah disebuah masjid untuk berbuka puasa, nasi kotakpun menemani kami. Suasana Ramadhan selanjutnya dihiasi dengan perjalanan menuju di Ibukota Propinsi Banten untuk mencari penginapan. Alhamdulillah akhirnya dapat juga, sebuah hotel yang cukup bersih dan nyaman: Wisata Baru. Booking, dan langsung takuasa untuk menyiram sekujur tubuh dengan air hangat. Gerah, penat, dan rasa capek sedikit hilang, tarawih sejenak. Dan kamipun mencoba berjalan-jalan menikmati suasana malam.


Seperti lazimnya pemandangan dikota lain menjelang hari raya maka masyarakat banyak menjejali kompleks pertokoan untuk berbelanja keperluan lebaran. Utamanya toko-toko pakaian terlihat penuh. Kamipun hanya sekedar melihat-lihat suasana saja, tidak sedikitpun teregerak untuk berbelanja sandang karena beberapa buah kaos motif baduy dan tas kulit pohon baduy sudah ddiekseskusi di kota Rangkasbitung.


Setelah lelah kamipun terpuruk pada keinginan untuk menikmati kuliner: bakso solo, hangat, perut lapar, sikaaaat. Akhirnya kesampain juga niatan untuk mengunjungi ibukota Banten, Thanks ya

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon