Minggu, 18 Oktober 2009

Bojo, Ojob, Garwo, Istri, dan Belahan Jiwa

knuttzueba111Istri, atau biasa disebut bojo (ngoko; jawa kurang halus), atau garwo ( kromo: jawa halus), atau Ojob (bahasa “walikkan” arema) menjadi keniscayaan merupakan belahan jiwa dari suaminya. Melalui prosesi ritual yang bernama pernikahan (perkawinan) maka dua jiwa berikrar dihadapan Tuhan dan “diperdengarkan” kepada komunitas setenpat telah dipersatukan. Seberat apapun beban yang akan ditanggung oleh pasangan ini, maka jiwa dan raga inilah yang akan menanggungnya.


Istilah “belahan jiwa” agak sering terdengar dalam kisah-kisah romantis yang dapat kita temukan pada cerprn, novel, film , dan lagu. Bahkan, secara sadar ataupun tidak kita pasti pernah menggunakan idiom tersebut. Biar tidak penasaran maka coba kita telusuri darimanakah terminologi kata ”belahan jiwa” berasal?


Dalam terminologi bahasa Jawa menyebutkan, isteri dengan tegas disebut sebagai garwo yang merupakan singkatan dari sigaring nyowo. Arti dalam bahasa Indonesia sigaring nyowo bermakna pecahan jiwa alias belahan jiwa. Dari makna tersebut, maka kita telah menemukan petunjuk penting mengenaio istilah “belahan jiwa” yaitu merujuk pada perempuan yang telah dinikahi oleh seorang lelaki.


Dalam kacamata telogi agama langit (Islam dan Kristen), perempuan yang bernama Hawa dikisahkan terbentuk dari tulang rusuk sang pendamping yaitu Adam. Hal ini berarti secara fisik sejarah perempuan ditegaskan berasal dari (belahan) dari laki-laki.


Argumen yang lain tentang ini adalah dengan pendekatan genetika (biologi), yang juga menegaskan bahwa belahan jiwa seorang pria adalah perempuan. Hal ini ditegaskan dalam hukum Mendel. Dengan sebuah rumus kromosom pembentuk pria adalah XY sedangkan perempuan hanyalah XX. Karena perempuan hanya merupakan bagian dari pria, maka perempuan hanya memiliki satu jenis kromosom saja yaitu X dan tidak memiliki Y.


Jadi selayaknya memang kaum pria yang mendenggungkan istriku “kaulah belahan jiwaku”. bukan sebaliknya, suamiku kaulah belahan jiwaku.... Faktanya Perempuan kekinian lebih sering dan senang menyebut “pria” sebagai “belahan jiwa”, laki-laki sering memakainya manakala masa pacaran saja, meskipun tidak semuanya demikian, heheheh


Biar lengkap, kayaknya kita bias dengarkan lagu belahan jiwa dari the virgin, OK met menikmati.



Artikel Terkait

1 komentar so far

matur nuwun mas salam saking setiung sumatera barat


EmoticonEmoticon