Rabu, 11 November 2009

Manajemen Orgasme, Memahami Pola Serangan 3-2-1

multiple orgasmSelain sebagai tuntutan akan tugas seorang hamba untuk selalu belajar dan belajar, maka posting shalimow.com kali ini merupakan kontribusi menjawab tuntutan untuk menjadi manusia yang cosmopolitan. Sosok manusia modern yang terbuka, adaptif, toleran, … Salah satu praksisnya adalah melakukan pengelolaan (manajemen) segala bidang kehidupan, termasuk didalamnya adalah orgasme.
Orgasme telah dimengerti oleh publik sebagai kondisi merasakan sebuah puncak kenikmatan yang spektakuler. Untuk dapat melukiskan sensasi kenikmatan orgasme tentu bukanlah hal yang mudah, yang jelas butuh waktu, konsentrasi, kontemplasi untuk dapat secara optimal melukiskannya.

Kualitas sensasi dari orgasme cukup beragam, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: suasana kebatinan, kondisi stamina tubuh, frekuensi dan kualitas hubungan seksual, kondisi lingkungan,  serta kualitas komunikasi dengan pasangan anda. Harus difahami bahwa tidak semua aktivitas seksual mampu mengundang orgasme. Untuk itulah perlu kiranya dipaparkan bagaimana mengelola orgasme dalam kehidupan anda.

Orgasme bisa hadir dalam sebuah aktivitas seksual, namun ada banyak pengalaman menunjukkan bahwa pasangan seks akan dapat meraih orgasme jika pasangan tersebut bersepakat untuk mencapainya. Untuk itulah komunikasi dari hati ke hati amatlah dibutuhkan dalam hal ini.

Beberapa fakta-fakta seputar orgasme yang penting juga untuk anda ketahui antara lain:


  • Orgasme akan merubah kulit anda menjadi lebih bercahaya, hal ini terjadi dikarenakan proses orgasme yang anda raih akan membuat aliran darah lebih deras mengalir ke seluruh bagian tubuh.

  • Ada sebanyak 34% wanita sangat berharap pasangan seksnya dapat mencapai orgasme dalam atraksi bercinta yang dilakukan.  Disamping itu sebesar 50% wanita berharap dirinya juga mencapai kenikmatan orgasme.

  • Memahami pola 3-2-1, ini adalah sebuah pola yang sering diterapkan dalam postulat dalam bercinta. Yaitu tiga (3) menit untuk melakukan (pemanasan) foreplay, dua (2) menit untuk bercinta, dan satu (1) menit untuk terjadinya orgasme. Tapi perlu diingat  bukan untuk anda, tapi untuk pasangan anda.

  • Pada wanita juga mengalami mimpi basah seperti layaknya pria, antara 10-20% wanita pernah mengalami mimpi basah ini.


Sebuah hubungan seksual setiap pasangan pastilah tercapainya orgasme atau kepuasan seks bersama. Untuk itulah anda perlu juga untuk memahami hal-hal berikut ini:

  1. Pahami arti hubungan seksual. Anda harus mampu mengimbangi pasangan anda, berikan pujian bila pasangan bila berhasil memberikan “surga dunia” tersebut.

  2. Perhatikan faktor penunjang sebelum berhubungan seks. Faktor tempat aksi, waktu, suasana hati dan penampilan adalah faktor krusial.

  3. Mengenal kemampuan diri sendiri. Daya tahan seseorang dalam bermain seks juga merupakan faktor penting. Jaga agar fisik tetap kuat, karena pada saat orgasme anda akan kehilangan banyak energi.

  4. Keterbukaan pada pasangan. Orgasme bukan hanya sekadar klimaks secara organ tubuh, tapi juga pada aspek pasangan anda sudah merasakan keyakinan kalau ia sudah memuaskan pasangannya.

  5. Kerjasama dengan pasangan. Anda dituntut untuk tidak egois, misalnya seorang laki-laki yang sudah mencapai orgasme harus memikirkan pasangannya yang belum mencapai orgasme.


Semoga tips ini bermanfaat bagi anda dan pasangan, jangan lupa untuk selalu mengedepankan  "Say No!! to Freesex".

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon