Jumat, 27 November 2009

Terimakasih Tuhan, Akhirnya Bisa Berkurban

kambing kesayanganTuhan selalu bersama kita, itu kata orang tua. Umumnya di antara kita percaya akan hal itu, tapi "kepercayaan" itu kadang-kadang pasang surut dan aplikasinya di dalam kehidupan bermacam-macam. Lihat saja banyak orang putus asa, merasa tidak berdaya.  Kalau sudah seperti ini, kepada Tuhanlah kita berserah diri.



Sampai-sampai kalau Shalat Jum'at, khatib tiap kali mengingatkan kita untuk selalu berserah diri, hanya manusia saja yang sering merenungi baik-baik petuah itu.



Ini kisah nyata tentang kurban . Al-kisah, sampai 6-7 hari sebelum kurban, melihat kantong dan persediaan anggaran dana yang menipis, rasanya tidak cukup hanya untuk beli seekor kambing pun.

Mendengar para kiai berceramah di masjid dinyatakan berbagai pahala bagi orang yang berkorban. Di televisi melihat orang beribadah haji. Dalam hati terbersit kata-kata, andai saya punya uang, saya akan berkorban tahun ini, minimal seekor kambing.

Bersitan kata-kata itu seperti ada rintihannya. Andai andai andai ... ( he he jangan nangis ya

Dan begitu pemurah dan adilnya Sang Tuhan, tidak berselang lama setelah kata-kata itu meluncur dari hati paling dalam, Tuhan tiba-tiba saja, tanpa disangka sama sekali, melimpahkan rezekinya, dan cukup dipakai untuk beli seekor kambing.

paypal-screen











Ada seseorang tanpa disangka-sangka memberikan order untuk posting 3 artikel di 2 blog, dengan bayaran $280. Alhamdulillah. Rasanya tidak hanya kambing yang bisa terbeli dengan uang sebesar ini, tapi juga bisa beli handphone yang rusak nggak berbunyi, juga bisa beli beberapa domain lagi (misalnya smashing Blog, D2UA Familiy , dan IDors dan beberapa lainnya) sebagai ladang mencari dollar di internet.



Kambing QurbanItulah kisah bisnis paid review, jualan link dan kambing.  Nyambung nggak sih ceritanya?? he he, Percayalah Tuhan maha adil, perkasa, pemurah. Allahu akbar.  ...



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon