Senin, 11 Januari 2010

Haruskah Aku Setia Pada PJKA (Pulang Jum’at Kembali Ahad)

kereta pjkaSelepas berkelahi dengan angkuhnya bangku kuliah di kota “agak dingin” Malang, aku sempat mencicipi dan berlabuh di beberapa kota seperti; Surabaya, Pasuruan, Kediri, Palembang, dan akhirnya di Ibukota Jakarta. Aku baru tersadar bahwa selain ibadah salah satu tujuan bekerja itu ternyata bukan untuk mencari makan tapi untuk mencari transport,  he..he..he, benarkah demikian?


Karena masuk katagori sebagai “manusia kelas kampung” maka telah menghantarkan aku menekuni sebuah pekerjaan yang “tidak tetap”. Dan untuk memenuhi “nafsu nurani” maka aku harus memilih jenis pekerjaan yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Layaknya seorang DJ (dodolan jamu) maka akupun enjoy menikmati aktifitas: omong disana, omong disini, tips ini, trik itu, dst.


Merantau pada akhirnya menjadi sebuah pilihan terbaik, selain keharusan untuk mengemban beban kerja juga alih-alih sebagai salah satu ikhtiar untuk memaknai sebuah idiom “hijrah” yang pernah nasehatkan guru Madrasahku dulu. Karena bekerja diluar kota maka pada waktu-waktu tertentu mengharuskan aku merekat tali silaturahmi dengan pulang kampong, pulang kerumah orang tua, dll.


Untuk bisa sukses pulang kampung, memang haruslah dilalui dengan kecukupan ghirah dalam diri sehingga bisa menegasikan segala halangan dan rintangan. Meskipun hanya berbekal numpang teman, numpang truk pasir, naik motor butut, jalan kaki, namun dengan cengkir (kencenge pikir) maka yang ada hanya semangat “rawe-rawe rantas malang-malang putung”.


gumarang indiaSetelah beberapa tahun terakhir bekerja di Ibukota Jakarta, namun aku seolah belum bisa meninggalkan ritual untuk sesering mungkin mengunjungi keluarga di Lamongan, Surabaya, dan Malang. Dengan waktu libur yang sempit Sabtu dan Minggu, aku harus bisa memanfaatkanya dengan baik. Sarana yang paling sering saya gunakan, tak ayal lagi deretan gerbong baja kepunyaan PJKA yaitu kereta: Gajayana dan Gumarang.


Belasan tahun menjadi pekerja dikampung rantau, maka aku dimohon dengan sopan untuk menjawab satu kalimat Tanya yang muncul dalam benakku “Haruskah Aku Setia Pada PJKA (Pulang Jum’at Kembali Ahad)?.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon