Senin, 18 Januari 2010

Menikmati Angin Mamiri di Pantai Losari Makasar

IMG_0992Paparan mengenai traveling kali ini adalah sepenggal aktifitas saya selama empat hari di kota Makasar Sulawesi Selatan. Memang tujuan utama ke kota ini adalah melaksanakan tugas dari kantor melakukan supervisi kegiatan. Namun di salah satu malam disela-sela kegiatan yang padat saya sempat juga menghirup hangatnya udara pesisir pantai. Ya memang benar, saya berkunjung ke salah satu icon Kota Makassar, yaitu pantai Losari.


Pantai Losari terletak di jalan Penghibur, tepatnya sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan ditemani dua sahabat asal Makasar mas Busman dan mas Ismail, aku menjelajah kawasan ini. Pantai  ini mempunyai panjang sekitar satu kilometer, nampak cantik dengan anjungan seluas ribuan meter persegi.  Suasana hangat khas pantai langsung merasuk, sangat terasa, bersahabat, dan suasananya cukup romantis untuk merenungkan kebesaran NYA.  Jadi ingat kampung halaman, e...aku apa anak pantai ya?.....


Dipinggiran pantai  nampak ratusan pengunjung, dan puluhan pedagang kaki 5 nampak sibuk menjajakan dagangannya disekitar papan tulisan panatai losari, beberapa pengunjungn ada yang berfoto, merekam dengan ponsel, atau sekedar duduk menikmati angin malam ditepi pantai.  Sekitar satu  jam lebih saya berkeliling ke beberapa sudut, dengan beberapa kali berfoto juga tentunya.


IMG_0981Para pengunjung tentu akan terbuai oleh deburan ombak yang menghantam dan memecah tanggul pantai, belum lagi “angin mamiri” yang bertiup sepoi-sepoi.  Secara kebetulan bulan agak besar dengan bentuknya yang hampir bulat dan warna yang indah seakan menyambut kehadiranku dikota ini.


Di sebelah selatan anjungan Pantai Losari, ada salah satu fasilitas hiburan yaitu sebuah kafe dan restoran terapung yang menggunakan kapal tradisional Bugis-Makassar “Phinisi”, didalamnya menyediakan beraga menu khas pantai.  Para pengungjung dapat juga mencicipi beragam jenis makanan khas Kota Makassar, seperti pisang epek, pallu butung, pisang ijo, coto Makassar, sop konro, dan lain-lain.




pisang epek makkasarSetelah puas dipinggiran pantai, berfoto, maka saya mencoba pula naik becak khas Makasar, berjalan- jalan sekitar pantai. Saya sempatkan pula menikmati pisang epek. Semacam pisang bakar dengan gula coklat. Enaaaak dan bisa menghangatkan tubuh di malam hari. Malam semakin larut, maka saya memutuskan meningalkan pantai ini dan menuju kembali ke penginapan. Maklum besoknya juga masih padat kegiatan


Thanks.

Artikel Terkait

1 komentar so far

Whereas low-priced is always preferential, particularly in occasions like this when there's uncertainty & instability - the cheaper alternative is often not the very best solution, for a number of reasons, and this is especially true when it comes to Search engine optimization services.


EmoticonEmoticon