Minggu, 31 Januari 2010

Suporter Sepakbola, Pilar Kehidupan Klub

supporter club uniqueSuporter sepakbola masih sering menjadi tema sentral pembahasan dan diskusi khalayak, kehadirannya terkadang menyelinap diantara tema-tema penting dan panas lainnya. Terlebih apabila ada peristiwa penting dalam pertandingan sepakbola, atau ada hal yang khusus terkait dengan ulah para supporter sepakbola pendukung sebuah kesebelasan.


Suporter berasal dari akar kata “suporter “, dari kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris to support dengan akhiran (suffict) –er.  To support mempunyai arti mendukung, sedangkan untuk akhiran –er menunjukkan pelaku. Kalau ditarik maknanya maka suporter berarti sebagai orang yang memberikan dukungan atau suport  tertentu pada ikhwal tertentu pula. Suporter bersifat aktif, memberi dukungan dengan dilandasi oleh perasaan cinta dan fanatisme tertentu.



Istilah supporter cukup dekat kekerabatanya dengan kata penonton, namun istilah  ‘penonton’ maknanya akan lebih luas daripada ’suporter’, artinya setiap suporter  mestinya seorang  penonton, sebaliknya tidak semua  penonton  itu adalah suporter.  Masyarakat umum kadang memakai kedua istilah ini bertukar-tukar, karena agak susah membedakanya untuk menyebut obyek yang sama dengan pilihan dua kata: suporter dan penonton.
Sepakbola adalah salah satu jenis olahraga yang sangat membutuhkan keberadaan supporter ini, ada multi fungsi keberadaannya. Untuk menyebut suporter sepakbola dibelahan dunia ini seperti tifosi dari Italia, torsedor dari  Amerika  Latin,  hooligans untuk suporter tim Nasional Inggris, dll. Ditingkatan klub-klub liga Indonesia juga dikenal sebutan untuk supporter beberapa klub tersebut, seperto LA Mania (Persela Lamongan), Aremania (Arema Malang),  Bonek (Persebaya Surabaya), Jackmania (Persija Jakarta), dll.

Kehadiran suporter bagi tim sepakbola tentu sangat diharapkan karena olahraga ini sudah bukan sekedar olahraga dengan tujuan sempit menjaga kesehatan, dll, namun sudah berkembang menjadi sebuah bisnis dan industri. Kehadiran suporter  akan membawa semangat tersendiri bagi para pemain, karena segala teknik, ketrampilan, kecepatan, kemahiran, dan seni bermain bola akan bisa dinikmati  oleh orang lain. Cinta, sayang, perhatian, dukungan tentu dinantikan oleh sang pemain dari para suporternya.


Suporter atau penonton ketika mendukung, menonton, dan menikmati sebuah pertandingan sepakbola tentunya berharap mendapatkan hiburan olahraga yang memadai dan segar. Dengan segenap pengorbanan berupa biaya tiket, parkir, transport, konsumsi, dll ynag dikeluarkan dari kocek seorang suporter tentu berharap mendapat imbalan berupa suguhan pertandingan yang dapat merefresh fikiran dari kepenatan, stress, dll. Jelaslah bahwa ada hubungan saling membutuhkan antara pemain klub/ tim sepakbola dan para suporternya, yang lebih penting lagi adalah ada jalinan kasih sayang, cinta, kebangaan diantara mereka terhadap nama dari tim kesayangan tersebut.


Apa jadinya sebuah tim yang hebat tanpa adanya supporter? mungkin beragam dampaknya apabila terjadi demikian, bisa pemainnya rawan drop karena kurang bersemangat, loyo, dll. Selain dampak tersebut mungkin dari sisi bisnis maka klub hebat tersebut akan kehilangan potensi bisnis yang dahsyat. Pendapatan dari industri sepakbola yang akan dialami klub tentu akan menemui beberapa kendala serius.


Pendapat dari tiket pertandingan tidak bisa diharap, pendapatan dari sponsor mulai tempat pertandingan, kostum tim, sepatu, dan pernak-pernik lainnya. Padahal disinilah peluang klub/tim mengeruk pendapatan untuk membiayai industri olahraga yang dikelolanya, biaya-biaya tersebut untuk menutup operasional seperti belanja pemain, biaya pertandingan, dll.


Jadi tidak dapat terelakkan lagi bahwa keberadaan supporter adalah hal yang vital bagi klub sepakbola, mereka menjadi pilar penyanggah panji-panji kebesaran tim/klub sepakbola. Karenanya para pengelola industri olahraga sepakbola untuk memberikan perhatian yang serius dalam membina kualitas suporternya, kuantitas penting tapi kualitas juga tidak kalah penting.


Tanpa pembinaan suporter yang terencana dan rutin maka akan bisa menyulitkan, dan merugikan team/klub. Ulah satu dua orang yang melakukan pelemparan kelapangan, masuk kelapangan, membuat kerusakan, tawuran tentu akan merugikan klub. Sanksi dengan beragam bentuknya akan dijatuhkan oleh regulator olahraga ini.  Klub akan merugi dan susah apabila suporter melakukan  hal yang demikian.


Kejadian di pertandingan sepakbola di Indonesia mengisyaratkan para pengelola klub untuk menyisihkan anggaran, menyusun strategi, melakukan pembinanan kepada suporter klub masing-masing. Pengorbanan tersebut tentu diharapkan semakin memperkokoh pilar klub. Dan pertandinganpun akan semakin menghibut dan enak dinikmati. Wasit yang memimpin pertandinganpun akan lebih mudah untuk mengendalikan pertandingan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon