Senin, 01 Maret 2010

Terus Terang.... Aku Sudah Tidur Bersama Dengan Ratusan Perempuan

Tidur bersama dengan ratusan perempuan merupakan pengalaman yang spektakuler, ”mahal”, bagi seorang lelaki. Apakah terdorong oleh obsesi untuk menjadi ”lelanangin jagad”, penyaluran hobby, atau sekedar sebuah kondisi yang datang karena alasan kebetulan belaka. SUEP, akan menuturkan pengalaman pribadinya, special  untuk anda.


SUEP, dikenal sebagai mantan seorang santri jebolan Pondok Pesantren disalah satu kota di Jawa Timur. Pembawaanya cool, santun, meski masih nampak kental kepribadian yang full lugu dan sederhana. Meskipun 10 tahun lalu telah lulus dari sebuah Istitut Agama, namun kepribadian SUEP masih seperti yang dulu.

Lima tahun tinggal di Ibukota Jakarta, bekerja pada sebuah perusahaan besar bidang produksi makanan menjadi sosok pemuda potensial, cukup mapan. Namun terbersit kegundahan SUEP karena selalu mengalami kegagalan dalam membina hubungan serius. Beberapa kontak jodoh sudah dirambah, termasuk mendaftar ke take me out, tapi semuanya masih nihil juga.

Berusaha kuat untuk selalu jujur dalam tutur kata dan perbuatan seolah menjadi makanan sehari-hari. Meski karena faktor inilah beberapa perempuan yang didekatinya akhirnya menjauh. Dengan keluguannya SUEP selalu menjawab: ”ratusan” ketika teman dekat perempuannya mencoba bertanya: ” jawab dengan singkat!, sudah berapa kali kamu tidur dengan perempuan”?. Jawaban inilah yang sering membuat pacar SUEP terpental dari dekapan SUEP.

Terlepas kekurangan, kelebihan pribadi SUEP akhirnya menarik hati perempuan bernama SAROPAH, seorang dokter muda yang bertugas di Puskesmas dekat kontrakan SUEP di daerah Bogor. Ternyata keluguan SUEP justru membuat hati Saropah bertekuk lutut tanpa daya, sudah terlalu lelah berburu lelaki dengan segala ”image-nya”. Pilihan harus segera ditentukan, beruntunglah salah satu nominasinya adalah SUEP.

Pada suatu malam Minggu, dan ini berarti waktu yang tepat bagi SUEP untuk wakuncar pada Saropah sang dokter muda. Kayaknya momen ini begitu special bagi SUEP karena sejak selepas sholat Ashar terlihat serius menuliskan beberapa kalimat disebuah kertas. Kadang terlihat merenung untuk mencari sebuah inspirasi. SUEP serius mempersiapkan diri agar tidak menggalami kegagalan cinta seperti yang terjadi sebelumnya.

Karena khawatir akan ditanya Saropah dengan pertanyaan yang sama dengan beberapa pacarnya terdahulu maka SUEP menuliskanya menjadi sebuah cerita singkat layaknya sebuah memoar, ”agar tidak terjadi miss komunikasi seperti dulu” fikirnya. Acara malam Mingguan ini dilalui dengan acra berbasa-basi, tanya kabar sana sini, membacakan memoar ”pengakuan diri” yang dibuatnya sore tadi.

Dengan khusu’ layaknya mau melakukan ritual ibadah, maka SUEP membacakan memoarnya pada Saropah; selengkapnya..............

Maafkan Aku ..Para Perempuan
.........................
Aku belum memutuskan untuk bersikap
Haruskah aku bersyukur, atau menyesalinya

Ditengah gersangnya ladang dibatinku
Yang tak tersiram oleh kasih sayang perempuan
Padahal aku tengah mendambanya...

Hampir setiap hari aku ditemani tidur oleh perempuan
Saya tidak tahu dia istrinya siapa
Saya tidak tahu, dia masih sendiri atau..
Sayapun kurang faham dia anak siapa, rumahnya dimana

Kadang perempuan tersebut pekerja nan cantik
Tidak jarang dia adalah ibu muda yang agak sexy
Pernah juga ibu-ibu yang agak sexy namun agak tambun
Beberapa kali mahasiswi cantik yang agak genit

Yang aku tahu adalah.......disampingku
Perempuan yang menemani tidurku sepanjang perjalanan
Namun bisa dijamin nir aktifitas negatif
Kami hanya berdempetan, bersenggolan, merasakan kehangatan sesaat, dll......

Aku menikmati terbit dan tenggelamnya matahari dengan tidur
Maklumlah sebelum subuh aku bangun, selepas kerja aku lelah
Maka perjalanan dibis AC semakin nikmat untuk tidur

Tanpa sadar aku menikmatinya
Kadang aku maknai sebagai sebuah hiburan untuk diri
Tidak jarang membimbing lamunanku ke arah langit
Salahkah aku bila terjebak dalam aktifitas tidur bersama para perempuan ini???

Aku masih belum memutuskan untuk bersikap
Haruskah aku bersyukur, atau menyesalinya???.

Terima kasih

SUEP, 14 Februari

Setelah membacakan memoarnya pada Saropah, mimik muka SUEP nampak cemas, kekhawatiran penyikapan oleh perempuan yang dekat dengannya akan terulang lagi. ”Saropah, maafkan aku ya karena sudah tidur dengan ratusan perempuan!, Semoga kamu bisa menerima kondisi ini” ujar SUEP dengan pasrah.

Saropah: ”aku masih fikir-fikir mas SUEP untuk menyikapinya, tapi secara umum nggak masalah sih, karena aku juga sering bobo' sama lelaki, waktu di pesawat, kereta ataupun bis, kan berdampingan dan sama-sama bobo, jadi bobo bareng, he..he.heheh”.  Suep pun tersenyum sambil menjawab: ”semoga kamu bisa menerimaku apa adanya Saropah”.

Saropah menimpali: "aku bahkan lebih dari yang kau lakukan mas SUEP, aku sudah meraba-raba ribuan dada pria, enjoy aja mas" . Sambil merem melek dan setengah kaget "oh ya waktu meriksa ya, hehehe".

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon