Rabu, 21 April 2010

Kabar Tentang Kosmosex Jepang, Mungkinkah Terjadi di Indonesia

Sex is universe, tapi ada kalanya sebuah perilaku sexual akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain  paradigma, gaya hidup, kebiasaan, technologi, budaya, iklim, dll. Jepang sebagai salah satu negara yang kuat budaya bangsanya namun saat ini sudah melesat menjadi negera industri maju, tapi ada kabar unik dibalik itu semua. Sebuah survey yang dilakukan oleh pemerintah Jepang menunjukkan hasil  bahwa sejumlah 34,6% pasangan sex Jepang (menikah atau kumpul kebo)mempunyai kebiasaan (bisa) tidak melakukan aktifitas hubungan seksual dalam waktu  selama 4 minggu.
Kunio Kitamura sang peneliti ini mengeluarkan pernyataan bahwa  orang Jepang(bisa) tidak  melakukan sebuah hubungan seksual dalam jangka tempo selama sebulan, maka fenomena ini bisa dijadikan indikasi kuat bahwa ada kemungkinan besar bahwa pasangmereka ngga ang mengalami hal ini bahkan tidak melakukan hubungan seks dalam tempo selama satu tahun.


Analisis seperti tersebut menurut Kunio Kitamura didasarkan pada beberapa alasan yang menyebabkan  pasangan  Jepang tersebut enggan melakikan hubungan seks tersebut antara lain:




  1. Para pria di Jepang selalu melakukan aktifitas bekerja dengan berangkat mulai  pada pagi hari lalu  mereka pulang kerja pada larut malam. Pada waktu akhir pekan  kebiasaan dari pria Jepang adalah mengggunakan waktu mereka untuk tidur atau berkumpul bersama kolega kerja, komunitas bisnis, dll. Pengarusutamaan menjalin komunikasi intensif dengan relasi kerja dan bisnis menjadikan berakhir pekan bersama pasangan menjadi pilihan yang kedua.

  2. Fenomena sosial disegenab pasangan di Jepang menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai kesungguhan untuk merawat secara serius dengan pasangannya, sehingga in hubungan seks mereka akan semakin menurun kualitasnya ketika mereka telah berumah tangga, sudah mempunyai anak, sudah menempati rumah tinggal yang tetap, dls. Perubahan sosial dinegara industri memang begitu cepat terjadi terkadang tanpa disertai kesiapan sosial budaya juga.

  3. Faktor kualitas Komunikasi yang kurang baik antara suami  dan istri atau pasangan menyebabkan terjadinya kondisi yang demikian. Meskipun alat komunikasi tidak kurang cangih dan beragam pilihannya. Namun perilaku untuk menjadikan komunikasi yang berkualitas menjadi penyebab penting.
    Dari beberapa sumber hasil survey di Jepang menunjukkan bahwa kepuasan seks orang jepang berada pada posisi paling belakang dari  29 negara. Fenomena ini nampak dari begitu banyaknya khursus sex, terapi sex, pendidikan sex dan perangsang sex yang diproduksi dan ada di Jepang.


Fenemena yang terjadi dijepang tersebut apakah tidak mungkin akan dan telah terjadi di Indonesia? Tidak kurang kota-kota semacam Jakarta dan sekitarnya sudah mulai menampakkan tanda-tanda yang hampir mirip dengan di Jepang. Bagaimana menurut anda???.
Terima kasih.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon