Senin, 28 Juni 2010

Majalah Tempo ”Rekening Gendut Perwira Polisi” Hilang dari Pasaran

Majalah Tempo Edisi Terbaru, pelan namun pasti lenyap dari peredaran, Sejak dini hari ini Senin 28 Juni 2010, puluhan ribu eksemplar majalah Tempo edisi terbaru hilang dari pasaran. Fenomena yang lazim terjadi ketika sebuah terbitan media cetak isinya menyangkut "aib dan kejahatan" pihak-pihak tertentu, maka media itupun dilenyapkan. Tapi alangkah sia-sia dan sebuah langkah yang kurang cerdas melakukan hal demikian karena media bersangkutan akan dengan mudah untuk mencetak ulang. Yang jelas sensasi juga akan menyertai hal ini sehingga media tersebut semakin diburu orang.
Dengan Cover bersketsa polisi yang sedang menuntun dua ekor babi pink, satunya besar dan yang satunya agak kecil. Sketsa juga bertuliskan " Rekening Gendut Perwira Polisi", hal inilah yang diduga menjadi penyebab ludesnya majalah ini dari peredaran, namun dapat dipastikan yang memborong adalah pihak yang merasa terusik oleh isi berita dari majalah ini.


Pada edisi ini majalah tempo memang mengulas dalam laporan utamanya tentang rekening para Jenderal polisi di Mabes Polri yang mencurigakan, karena terlalu tambun untuk ukuran penghasilan yang wajar sebagai seorang abdi negara. Apa yang didugakan publik dan apa yang diungkap oleh Susno Duadji rasanya bukan isapan jempol belaka.


Dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menggambarkan  ada puluhan miliar rupiah yang telah masuk ke dalam rekening para Jenderal Polisi di Mabes. Dan hal ini menjadi bola panas yang bisa menerobos ”bedeng-bedeng” di Mabes dan akan membakar apa saja yang suhunya sudah panas dan mudah terbakar.


Pembelian dengan aksi borongan akan produk media ini dilakukan pada Senin dini hari sampai menjelang subuh  ke sejumlah agen dan distributor sehingga majalah tersebut lenyap dari pasaran. Untuk para pelanggan akan ada cetak ulang kata Windalaksana dari Kepala Divisi Sirkulasi, Distribusi dan Pemasaran Tempo di Jakarta.


Anak bangsa mana yang tidak prihatin dengan perjalanan bangsa ini yang terus dan akan terus diwarnai hal yang menjijikkan terkait praktik korupsi yang menggurita. Korupsi yang tidak hanya pada kalangan masyarakat umum namun sudah masuk pada aparat penegak hukumnya. Ketika lembaga penegak malah menjadi pioner penistaan hukum maka menjadi tantangan besar bagi semua pihak untuk membongkar dan mencuci bersih institusi hukum yang harusnya terhormat.


Akankah para pemimpin bangsa ini mampu menyelesaikan hal demikian?.....

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon