Rabu, 14 Juli 2010

Penetapan Datangnya Awal Bulan Ramadhan 1431 H (2010), Antara Hisab dan Ru’yah

Penetapan 1 Ramadhan menjadi tema yang mengemuka dan hangat diberbagai kalangan, maklumlah karena tanggal 1 Ramadhan merupakan tonggak pelaksanaan ibadah wajib Puasa.  Karena metode penetapannya tidak tunggal: Hisab dan Rukyat maka terkadang menghadirkan hasil yang berbeda. Bagaimana dengan 1 Ramadhan 1431 H (2010)?
Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan yang dpakai dalam Islam). Sepanjang bulan Ramadhan umat Islam melakukan aktivitas keagamaan khusus antara lain: berpuasa, shalat tarawih, memperingati Nuzulul Al-Quran, menyambut malam 1000 bulan Lailatul Qadar, kemudian mengakhirinya dengan mengeluarkan zakat fitrah dan serangkaian perayaan Hari Raya Idul Fitri.


Bulan Ramadhan membawa konsekuensi kewajiban kewajiban tertentu bagi umat Islam, hal ini seperti ditegaskan dalam Firman Allah SWT "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (Al Baqarah 183). Sedangkan penjelasan tentang ibadah bulan Ramadhan ada pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya: "bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."


Dalam Islam dikenal beberapa cara untuk menentukan/ menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan yaitu dengan hisab dan ru’yah.


Dengan Hisab (perhitungan)
Prediksi secara hisab awal bulan Ramadhan 1431 H akan sangat mungkin pada tanggal 11 Agustus 2010, karena ketinggian hilal (rembulan usia muda/pergantian kalender) mencapai 2 derajat. Jadi pada saat matahari terbenam, hilal sudah wujud dua derajat lebih, sehingga pada hari Rabu, tanggal 10 Agustus malam sudah harus mulai melaksanakan Shalat Tarawih.


Jadi awal Ramadhan 1431 H  akan bertepatan dengan hari Rabu Legi, 11 Agustus 2010, hal ini karena ijtimak (penyempurnaan) akhir Sya`ban terjadi pada hari Selasa, tanggal 10 Agustus, bertepatan dengan 29 Sya`ban 1431 H pukul 10.09 WIB.


Dengan Ru’yatul Hilal.
Ru’yah (melihat) hilal (untuk menentukan) datangnya bulan Ramadhan atau bulan Syawal. Landasan hukum (dalil) tentang penggunaan dari cara ini adalah:


1. Hadits Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA; Rasul pernah menyebut Ramadhan, lalu beliau bersabda: “Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal (bulan Ramadhan) dan jangan pula kalian berbuka (tidak berpuasa) sampai kalian melihatnya (bulan Syawal). Jika awan menyelimuti kalian maka perkirakanlah untuknya.”


2. Hadits Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasul bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.”


Dengan dalil tersebut diatas, maka telah dijadikan sebagai syari’at untuk menentukan masuknya bulan Ramadhan pada sesuatu hal kasat mata manusia, yang melintas tanpa tanpa adanya kesulitan dan beban. Jadi bulan dapat dilihat dengan mata telanjang secara langsung.


Sebagian umat Islam dengan berdasar pada dalil-dalil yang ada meyakini bahwa penentuan datangnya bulan ramadhan akan akurat ditentukan melalui Hisab, apalagi zaman sekarang ditunjang dengan peralatan modern (teropong ) maka akan semakin akurat. Sebagian umat Islam yang lain meyakini bahwa Hisab belum cukup untuk menentukan datangnya bulan Ramadhan, penentunya justru harus dilakukan dengan ru’yah. Beberapa rencana rukyatul hilal sudah ada disebagian aktivis Islam seperti pada tanggal  9 Agustus petang di Surabaya, Gresik, Lamongan, Madura, Blitar, Malang, dan Jember.


Kedua pendapat tersebut sangat diakomodasi dalam kaidah penentuan akan datangnya sebuah bulan. Perbedaan cara dan hasilnya justru harus menjadikan pembelajaran bagi umat untuk diambil hikmahnya. Karena itu, umat Islam Indonesia agar menyambut Ramadhan mendatang sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan memperkokoh tali silaturahmi antar sesama.


Semoga kita semua mampu menjadikan bulan suci Ramadhan 1431 H sebagai wadah introspeksi atas kesalahan, dosa dengan untuk segera memohon ampunan, bertaubat dan memohon rahmat kepada Allah SWT. Sakaratul maut datang kapan saja, segera bertaubat adalah pilihan cerdas umat.

Artikel Terkait

5 komentar

terimakasih banyak

info yang bagus

semoga bermanfaat

kalo u tahun skrang kapan y?

Selamat lebaran mas Indra dan kuaglrea. Sayang ngga mudik ya? Kopdar di saung Manjabal pending lagi ya Mas? heheheMohon maaf lahir dan bathin ya?


EmoticonEmoticon