Selasa, 10 Agustus 2010

Memiliki Rumah Idaman Keluarga, Dilema Antara Pemenuhan Kebutuhan dan Obsesi.

Sandang, pangan, papan, dalam kacamata peradaban kekinian seolah menjadi keniscayaan merupakan kebutuhan dasar kehidupan yang harus terpenuhi. Karena sudah terpatri menjadi paradigma maka segenab manusia berlomba untuk menjadikan kehidupannya agar memenuhi standar peradaban tersebut. Bagaimana dengan obsesi anda terhadap sebuah rumah impian?


Setiap insan terlahir dengan garis takdir tertentu dari sang maha pencipta, namun pada area tertentu manusialah yang bisa mengukir garis takdir hidupnya dengan usaha, ikhtiar, dan doa. Namun setiap manusia harus siap dengan segala kenikmatan dan ujian yang diberikan Allah, SWT selama hidup di dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, papan (rumah) misalnya, setiap manusia mempunyai sejarah panjang untuk bisa memenuhinya. Ada yang dengan sangat mudah, namun sebaliknya bahkan sampai akhir hidupnya tidak berhasil memenuhi salah satu kebutuhan pokok yang satu ini.

Terlepas kapan dan bagaimana proses untuk mendapatkan dan  rumah, hampir dipastikan setiap orang mempunyai obsesi akan sebuah rumah idaman. Ada yang ingin memiliki rumah besar tapi tidak sedikit yang sebaliknya, ada yang ingin memiliki rumah didaerah dingin dan sejuk, namun ada pula yang ingin rumah ditepi pantai.

Lokasi rumah juga banyak variasi selera: ada yang menginginkan mempunyai rumah dipedesaan, namun sebaliknya ada yang ingin mencicipi suasana kehidupan dengan membangun rumah dikota. Komunitas yang dipilihpun juga beragam, ada yang menginginkan rumah didalam kompleks perumahan, namun ada yang ingin tinggal di perkampungan biasa.  Masing-masing pilihan seseorang tersebut tentu ada proses dan alasan tertentu.

Dari sisi bahan untuk membuat rumah juga beragam; ada yang ingin memiliki rumah sepenuhnya menggunakan bahan dari kayu, ada pula yang ingin sepenuhnya dibuat dari batu-batuan alam. Namun tidak sedikit seperti manusia modern umumnya ingin membuat rumah dari bahan batu buatan (tembok). Beberapa juga mengkobinasikan dengan bahan dari batuan alam dan kayu. Yang aneh juga ada, beberapa orang membuat rumah dengan bahan logam, kaca, karet, dan lainnya.

Model rumah yang menjadi idaman seseorang juga demikian beragam antar lain; mereka yang menyukai rumah tradisional daerah tertentu, rumah klasik yang mengacu pada gaya bangunan peninggalan sejarah tertentu. Demikian juga gaya bangunan seperti dari negeri seberang: tionghoa,  mediterania, spanyol, Jepang dll. Rumah modern punya keleluasaan untuk menntukan jenis tertentu yang menjadi gaya.

Hal lain yang paling banyak menentukan selera sebagai sebuah rumah idaman dari masing-masing orang adalah fasilitas yang ada dirumah tersebut. Berbicara fasilitas sebuah rumah tentu akan menyangkut pada tata ruang, interior dan eksteriornya. Disinilah letak dari obsesi masing-masing orang banyak digantungkan.
Beragam pernak-pernik fasilitas tersebut antara lain: akan menanami halaman rumah dengan bunga yang berwarna-warni, mendirikan kolam ikan, akan menanam sayur-sayuran dan buah-buahan di kebun belakang rumah. Selain itu ada juga yang ingin melengkapi rumah dengan perpustakan mini, gymnasium, dan kolam renang.

Rumah idaman tidak sedikit yang memimpikan pada kemewahan dari perabot yang ada didalamnya, seperti yang tergambarkan dalam film-film, majalah properti, atau sorotan rumah artis atau selebritis. Untuk kalangan tertentu yang punya kemampuan finansial tentu bukan hal yang susah untuk mewujudkan rumah idaman yang demikian. Namun akan sangat bermasalah apabila yang tidak mampu menggapainya namun terus bermimpi akan hal tersebut.

Rumah idaman saya dari semenjak kecil tentu masih membutuhkan perjuangan untuk mewujudkanya menjadi kenyataan, maklumlah karena kondisi yang terbatas sehingga ruang gerak dan kapasitas yang saya miliki untuk mewujudkan rumah idaman masih membutuhkan proses. Yang obsesi memang kadangkala susah dicapai, tapi bolehkan berharap pada suatu hari nanti semua akan menjadi kenyataan, semoga Allah meridhoi, amien.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon