Sabtu, 07 Agustus 2010

Urgensi Gerbong Kereta Khusus Perempuan: Upaya Mengurangi Pelecehan Sexual pada Perempuan

Gerbong Kereta Khusus Perempuan, merupakan sebuah kebijakan yang tepat sebagai upaya untuk mengurangi pelecehan seksual yang sering terjadi di kereta api komuter (misal Jabotabek). Rasanya lazim apabila memberikan kelamin pada fasilitas umum, seperti pendahulunya Toilet/ WC. Kenapa baru sekarang?


Laki-laki memang dibekali oleh Allah S.W.T dengan syahwat yang jumlahnya tujuh kali lipat dari perempuan, karenanya akan sangat rentan terjadinya konsluiting syahwat kapanpun dan dimanapun juga dari laki-laki kepada perempuan. Namun perlu dimaklumi, pada kondisi tertentu pelecehan sexual bisa juga terjadi dan menimpa lelaki.


Pelecehan sexual merupakan area yang ditimbulkan oleh kegagalan untuk mengelola syahwat pada waktu yang tepat dan sasaran yang tepat.  Karena mempersyaratkan adanya obyek perempuan maka sang pelaku pelecehan menjadikan korban para perempuan yang dekat dengan posisinya saat itu.


Pelecehan seksual dapat dimaknai sebagai perilaku yang dekat dan terkait dengan seks yang tidak diinginkan salah satu fihak, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks.


Pelecehan seksual bisa terjadi diwilayah privat dan public,  tempat umum sangat rawan terjadi karena perempuan dan lelaki bisa berinteraksi dengan bebas seperti didalam kereta apai, bis, angkutan, pasar, mall, sekolah, kantor, dls. Dari data yang ada tentang kejadian pelecehan seksual terdiri dari 10 persen berupa kata-kata yang meelecehkan, 10 persen berupa intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80 persen berupa pelecehan non verbal.


Fenomena yang terjadi di Kereta api Jabotabek memang sangat rawan-- atau bahkan selalu terjadi – pelecehan seksual pada penumpang perempuan. Hal ini disebabkan begitu berjubelnya jumlah penumpang sehingga antara penumpang perempuan dan laki-laki bisa salang bersentuhan, bergesekkan anggota tubuhnya.


Untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual pada penumpang perempuan di kereta api, maka PT. KA akan meluncurkan kereta yang diperuntukan khusus untuk perempuan, pada tanggal 9 Agustus 2010. Kereta Api tersebut menggunakan hydrocarbon dari Jepang.


KRL khusus untuk perempuan direncanakan akan membawa 8 buah rangkaian dengan kapasitas 540 orang penumpang. Harga tiket sama dengan harga tiket KRL normal yaitu sebesar Rp 11 ribu untuk jarak terjauh. Ada kemungkinan dengan pola lain yaitu setiap KRL khusus perempuan tersebut terdiri dari 10 buah gerbong, dua sampai tiga gerbongnya disiapkan khusus untuk perempuan dan Lansia, yaitu pada rangkaian depan dan belakang.


Dengan diluncurkannya KRL Perempuan oleh PT.KA maka diharapkan kondisi keamanan dan kenyamanan penumpang KRL semakin membaik sehingga suasana yang tertib tercipta. Petugas KA juga diharapkan dapat mengelola hal ini dengan baik sehingga kebijakan ini dampaknya akan efektif.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon