Jumat, 22 Oktober 2010

Benarkah Keputihan Berbahaya Karena Dapat Mengakibatkan Kematian dan Kemandulan

Keputihan merupakan masalah yang terkadang menjadi hantu yang menakutkan bagi kaum hawa, meskipun bagi sebagian perempuan yang lain terkadang keputihan masih dianggap remeh, sehingga belum menjadi perhatian yang khusus. Ternyata fakta terkait keputihan tersebut bisa mengundang akibat yang sangat fatal apabila terlambat ditangani. Mau tahu selengkapnya?
Keputihan dapat mengakibatkan beragam masalah seperti kemandulan dan kehamilan di luar kandungan. Disamping itu keputihan adalah indikator awal dari penyakit ganas yaitu kanker leher rahim, dan sudah barang tentu hal ini bisa berujung pada sebuah kematian.


Keputihan (flour albus) merupakan cairan yang jumlahnya berlebihan yang keluar dari lubang vagina perempuan. Gejala keputihan bisa bersifat fisiologis (keadaan normal) tapi bisa juga bersifat patologis (penyakit). Penyakit keputihan bisa menyerang semua kelompok umur, termasuk kepada balita sekalipun.


Keputihan fisiologis terjadi pada masa subur, namun bisa juga terjadi sebelum dan sesudah menstruasi. Terkadang lendir yang berlebihan itu normal, namun biasanya tidak menimbulkan rasa gatal dan tidak berbau.


Keputihan patologis terjadi karena terjangkitnya infeksi pada vagina karena pengaruh adanya benda asing dalam vagina. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, jamur atau protozoa. Ciri-ciri keputihan jenis patologis adalah warnanya tidak menyerupai  lendir. Tapi warnanya seperti kepala susu, atau hijau agak kekuning-kuningan. Dibeberapa kasus bahkan bercampur darah apabila sudah menjadi penyakit. Penderita akan akan merasa gatal daerah vaginanya dan lendir yang keluar juga mengeluarkan bau sehingga tidak nyaman bagi penderitanya.


Di dalam vagina bukanlah sebuah tempat yang steril, karena bermacam kuman tumbuh dan berkembang di situ. Pada saat seorang perempuan melakukan aktifitas seksual, maka terbuka sekali terhadap masuknya kuman-kuman yang berasal dari luar. Jadi keputihan mungkin dibawa oleh pasangan seks perempuan  tersebut. Pada perempuan yang belum pernah ngeseks, dan kondisi kesehatanya baik, maka akan jarang terkena keputihan patologis .


Pada perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual, juga rawan mengalami keputihan. Hal ini dikarenakan menggunakan celana dalam bergantian dengan orang lain, memakai handuk bergantian, mencuci/ merendam baju bersama, kurang menjaga kebersihan vagina, dan cara cebok yang masih salah.


Pembilasan vagina ( douchi ) dengan sebuah anti septik akan lebih baik atas dasar adanya indikasi munculnya gejala keputihan. Akan lebih baik segeralah berobat ke dokter, karena penanganannya akan lebih baik daripada diobati sendiri.


Keputihan kalau sudah kronis dan sudah berlangsung dalam waktu yang lama maka akan lebih sulit untuk diobati. Keputihan jika dibiarkan akan merembet ke rongga rahim, kesaluran indung telur, ke indung telur dan pada akhirnya ke dalam rongga panggul. Tidak sedikit kasus perempuan yang mengalami keputihan kronis bisa mengalami mandul bahkan bisa berakibat dengan sebuah kematian.


Bukan menakut-nakuti, tetapi kematian tersebut bisa terjadi karena keputihannya mengakibatkan kehamilan di luar kandungan, umumnya akan terjadi pendarahan, dan banyak mengakibatkan kematian pada kehamilan ibu.


Tips untuk Menghindari keputihan pada perempuan:




  • Pada saat membilas vagina, lakukan dengan benar, pada saat setelah buang air besar atau air kecil, bilaslah vagina anda dari arah depan ke belakang ke arah anus, jangan terbalik.

  • Hindari pola hidup dengan gonta ganti pasangan seksual (seks bebas)

  • Jangan suka tukar-tukaran celana dalam bersama dengan teman perempuan, saudara, dll.

  • Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran handuk )

  • Lebih berhati–hati mengunakan toilet umum karena rawan penularan.

  • Lakukan pemeriksaan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, setiap tahun.


Demikian paparan ini semoga manfaat bagi anda.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon