Minggu, 31 Oktober 2010

Foto Premium Mbah Maridjan Bersama Shalimow.com

Mbah Maridjan selalu menolak kalau difoto, lebih-lebih setelah beliau menjadi bintang iklan sebuah produk. Baginya semua itu sudah cukup, karena ketenaran dan materi bukan tujuan hidupnya. Kesufian sederhana beliau nampakkan dalam kehidupan nyata: “saya sudah cukup begini, uang dari iklan itu saya juga tidak pernah tahu jumlahnya. Semuanya untuk orang kampung; membangun masjid, membangun jalan dan selokan”.


Foto mbah Maridjan paling banyak adalah diambil dari editing shooting video, atau yang sengaja mengambil dengan diam-diam tanpa menggunakan lampu blitz. Atau pula foto yang banyak beredar adalah foto sebelum beliau menjadi bintang iklan sebuah produk minuman.

Jadi meskipun anda sudah silaturahim ke rumah beliau , bukan jaminan anda akan mendapatkan foto bersamanya. Dengan halus beliau pasti menolaknya karena alasan pribadi. Namun kalau dilukis beliau menyatakan tidak keberatan, bahkan beberapa lukisan di ruang tamunya adalah karya pelukis yang minta saran-saran kepada mbah Maridjan langsung.

Beberapa bulan silam saat kunjungan kedua kalinya ke rumah beliau, dan perbincangan dengan bahasa Jawa Kromo, sengaja membicang beragam problematika kehidupan. Disela-sela tersebut tentu saya menggali kesejatian sosok mbah Maridjan. Sederhana namun luar biasa itulah kesimpulanku atas kepribadian beliau.

Tanpa sengaja salah satu rekanku yang memotret lukisan didinding ruang tamu beliau ternyata bagian pojoknya ngejepret saya juga yang lagi berdiskusi dengan mbah Maridjan. WOW akhirnya menjadi sebuah koleksi pribadi yang langka (premium) bagiku. Dengan kamera bawaan BB, saat itu lagi lampu mati maka hasilnya memang kurang maksimal.

Tidak menjadi apa, yang penting saya punya koleksi foto pribadi bersama ”SANG SUFI MERAPI”. Terima kasih mbah!

Artikel Terkait

1 komentar so far


EmoticonEmoticon