Jumat, 02 Desember 2011

Buah Gayam, Keripik Gayam, Sensasi Camilan Tradisional

Gayam dikenal dengan nama latin Inocarpus fagiferus, adalah salah satu tanaman khas Melanesia bagian timur khususnya dari Indonesia. Asal muasal tanaman ini dari bangsa Malaya-Polenisia ke Mikronesia, Melanesia dan Polenisia. Pada saat ini pohon buah Gayam tersebar luas diwilayah Indonesia yang meliputi pulau Jawa, Kalimantan , Sumatera, dan sebagian Semenanjung Malaya.


Pohon Gayam merupakan salah satu jenis tanaman keras, dibeberapa wilayah tertentu seperti Tuban, Ngawi, dan Jepara, cukup banyak dijumpai di beberapa kawasan. Umumnya merupakan tanaman pekarangan yang berfungsi sebagai pohon peneduh. Seiring dengan berkembangnya pembibitan beragam tanaman buah-buahan dengan berbagai pola pembiakan menjadikan tanaman gayam semakin terpinggirkan. Pohon gayam pelan namun pasti tersaingi oleh jenis yang kebanyakan masyarakat menganggap punya nilai ekonomi yang lebih bagus.

Tekstur buah gayam relatif keras, tidak mempunyai bakal buah seperti buah umumnya, biji buah gayam juga bergetah, apalagi dilapisi oleh kulit luar yang keras. Beberapa hal tersebut antara lain menjadi penyebab masyarakat kurang berminat untuk mengolah dan memanfaatkan buah gayam. Masyarakat awan tentunya banyak belum mengetahui manfaat biji gayam serta kandungan nilai gizinya, maka lengkaplah sudah derita nasib biji gayam.  

Kelebihan utama yang dipunyai buah gayam antara lain,  pohonnya mampu menyerap polutan udara seperti debu yang lebih banyak karena tekstur daun yang dimilikinya bentuknya tebal, lebar serta rimbun. Disamping itu sistem akarnya sangat kokoh yang baik untuk penyimpan cadangan air bersih dan sudah pasti bermanfaat mencegah tanah longsor juga.

Batang pohonnya keras dan kuat,  banyak digunakan untuk  bahan baku mebelair, sisnya untuk kayu bakar, arang, dll. Hal yang istimewah adalah buahnya dapat dimasak dan dibuat makanan ringan yang sangat lezat, antara lain dikukus. Nilai ekonomi semakin melambung manakala gayam diolah menjadi keripik gayam, rasanya khas dan tidak dipunyai keripik lainnya.

Keripik Gayam saat ini semakin melambung nama dan harganya karena populasi tanaman gayam yang terbatas dan masyarakat yang memproduksi makanan ringan ini juga jumlahnya masih belum banyak. Di daerah Tuban misalnya, jenis tanaman gayam tumbuh di daerah kapur atau juga bisa pada daerah-daerah yang lembab sehingga tumbuh subur sampai pohonya tinggi menjulang.

Artikel Terkait

2 komentar

semoga makin laris dagangannya

Kalo ingin tanam pohon gayam, untuk memperoleh bibitnya dimana yah gan? Trims..


EmoticonEmoticon