Selasa, 22 Mei 2012

Menikmati Wisata CAVING Buniayu Sukabumi

Hitung-hitung untuk melepas kepenatan dalam diri, melatih ragawi, sekaligus mereguk dahaga akan keindahan alam yang natural maka memilih wisata yang dapat meledakkan adrenalin tentu menjadi pilihan. Saya rekomendasi untuk melakukan Caving (Menjelajah Gua) Buniayu Sukabumi, karena tidak terlalu jauh dari ibukota dan mudah untuk diakses dengan beragam kendaraan. Setelah memaparkan beberapa perjalanan wisata di perbatasan PNG, Dayak di Kalimantan Timur, di Pulau Sabang, Benteng portugis Tidore, Tana Toraja, Losari Makassar maka sajian ini khusus untuk pecinta wisata petualang.
Sebelum menjadikan Caving ke Gua Buniayu Sukabumi sebagai pilihan maka anda perlu tahu bahwa Buniayu berasal dari bahasa Sunda yaitu “Buni” dan “Ayu” yang memiliki arti “Kecantikan yang tersembunyi”. Beberapa persiapan dan prasyarat berikut bisa menjadi pertimbangan; ketahanan mental dan kebugaran ragawi. Sudah barang tentu wisata ini akan cukup banyak menyedot banyak energi dari tubuh anda karena anda akan berjalan sekitar 5 jam menelusuri goa yang sebagian berbatu, berlumpur, memanjat, berair, dll. Kondisi medan halang yang demikian menuntut pula kesiapan mental anda, untuk tidak stress, putus asa, atau ketakutan.  Yang mempunyai penyakit agak berat (jantung, asma, dll) agar mengkonsultasikan dulu dengan dokter pribadi anda.



Beberapa perlengkapan yang khusus harus tersedia antara lain helm untuk melindungi kepala dari benturan stalagtit yg runcing, wear pack anti air, sepatu boot anti licin untuk menjelajah beragam jenis medan, serta alat penerangan yang berdurasi lebih 5 jam. Untuk peralatan caving yang harus tersedia antara lain karabiner, static/ dynamic rope, steel ladder serta beberapa perlengkapan lainnya. Agar tidak pusing memikirkan itu semua maka pihak EO menyediakannya beserta para pemandu terlatih yang akan menemani penjelajahan anda.


Untuk menuju lokasi Gua Buniayu maka anda harus menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam dari pusat kota Jakarta ke arah kota Sukabumi. Kemudian masih  dibutuhkan lagi perjalanan mengarungi 26 Km atau waktu sekitar 45 menit sehingga akan menghantarkan anda ke lokasi. Posisi Goa Buniayu sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, dan  berada dibawah kawasan Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten  seluas + 10 hektar  yaitu Wana Wisata KPH Sukabumi (formasi batu karang /karst Nyalindung). Untuk menikmati wisata ini bisa menggunakan jasa Event Organiser yang menyediakan paket lengkap transportasi, akomodasi, alat dan tim pendamping sehingga tidak membuat ribet dalam persiapan dan pelaksanaan.
Sampai kini kawasan Gua Buniayu memiliki lebih dari 50 buah mulut yang sudah dieksplorasi, diperkirakan masih menyisakan lebih banyak lagi jumlah mulut Gua. Gua Buniayu dikenal juga dengan sebutan Gua Siluman yang dipetakan pertama kali oleh seorang ahli Gua Indonesia, Dr. R.K.T. Kho yang bekerjasama  dengan beberapa orang ilmuwan asal Prancis; Goerge Robert, Arnoult Sevau dan Michel Chasir  (1982).  Gua ini terbentuk oleh proses pelarutan dan pengikisan air hujan terhadap batuan kapur selama berpuluh-ribu tahun.


Didalam Gua Buniayu akan anda dapatkan puluhan lorong  yang masing-masing saling berhubungan, antara lain; lorong Cisapi, lorong Landak, dll. Anda akan disuguhi gugusan stalagtit, stalagnit, flow stone, coloumn, drapery, gourdam, canopy dengan beragam bentuk yang sangat indah dan masih dalam kondisi natural, hidup,  dan masih tumbuh. Pada bagian tengah akan disuguhi stalagtit dengan stalagnit yang tinggi menjulang. Semenjak dikelola oleh Perum Perhutani maka mulai tanggal 26 Pebruari 1992 nama goa Siluman  secara resmi diubah menjadi Wana Wisata Goa Buniayu.


Gua Buniayu diperkirakan mempunyai panjang  sekitar 3300 m, namun gua yang lebih pendek disekitarnya yaitu Gua Bibijilan (+ 717 m), Gua Adni (+635 m), Gua Nyangkut (+390 m), Kubang Lanang (+302 m), Gua Tanpa Nama (Panjang +400 m), dan beberapa yang panjangnya hanya beberapa ratus meter seperti. Gua Bisoro, Gua Idin Gua Karsim, Gua Gede, dan Gua Kole.


Apabila anda weekend dilokasi ini maka disarankan Hari Sabtunya cukup menjelajah goa yang pendek, anda lepaskan malam minggu dengan api unggun, membakar aneka makanan, dll. Untuk menginap juga telah disediakan rumah Gedheg bambu yang cukup nyaman juga untuk melepas lelah, meskipun hanya beralas perlak. Kalau mau lebih nyaman anda bisa melengkapi diri dengan sleepingbag. Baru pada hari minggu pagi kondisi segar maka penjelajahan ke Gua Buniayu bisa dilakukan dengan optimal, Demikian pula skedul yang saya lakukan beberapa waktu silam.



Adrenalin akan naik dengan cepat manakala anda sudah berada dimulut Gua Kerek, karena Caving Buniayu  harus diawali dengan masuk lubang/celah bebatuan karang  yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter dari dasar Goa Buniayu. Dengan peralatan yang sudah disiapkan, akan menurunkan anda secara perlahan (grappling) dengan menggunakan tali, dan dinginnya udara sungai bawah tanah akan menyambut kedatangan anda, gelab dan dikejauhan terdengan suara aliran air sungai yang deras. Wow tentu cukup fantastic apabila belum pernah melakukan yang sejenis ini,  insting survival diri sudah semakin menebal, darah mengalir lebih deras tentunya.


Subhanallah saya merasakan kebesaranNYA ketika semakin dalam menyusuri gua ini. Beberapa bagian perjalanan memang sebuah gumpalan lumpur sungai yang sangat pekat, kekentalannya seperti adukan semen, sehingga akan mencengkram kaki kita lebih kuat. Dan jangan lupa abadikan semua ciptaan Sang Khaliq ini dengan kamera yang berkualitas. Kalau anda hanya membawa kamera poket kayaknya akan menyesal karena cahayanya akan sangat kurang sehingga hasilnya suram. Untuk dapat menhasilkan foto-foto yang berkualitas maka kamera yang berkualitas perlu dihadirkan, tentu persiapkan kantong tahan airnya untuk menjaga kesehatan kamera anda.


Sepanjang perjalanan menyusuri gua tentu beberapa kali harus beristirahat, maka persiapkan perbekalan yang cukup dan antisipasi beberapa kondisi darurat maka perlengkapan PPK perlu juga dibawa serta. Yang menarik adalah anda akan menemukan beberapa binatang Gua yang telah hidup dan yang menarik binatang tersebut telah mengalami perubahan organ utamanya indera perngelihatan dan penginderannya. Hewan; kelelawar, laba-laba, jangkrik, ikan sungai, kadal, udang, serta wallet berhasil saya temui. Namun binatang seperti jangkrik matanya menjadi buta, mereka hanya mengandalkan penginderaan melalui antenna yang memanjang sampai 20 cm lebih.


Yang jelas, pasca melakukan rangkaian Caving Gua buniayu saya merasakan Orgasme spiritual karena cukup berbahagia, meskipun capai ditubuh rasanya seperti habis dikejar anjing keliling Senayan, hehehe. Selamat mencoba.


Foto Hasil Jepretan Pramanaya P.T, Rikemaya Puspa, CS

Artikel Terkait

3 komentar

Terima kasih gan atas informasinya, sudah beberapa hari ini saya mencari informasi ini, ini sungguh sangat membantu saya . mulai sekarang saya akan bookmark blog ini agar saya bisa kembali dan melihat informasi yang terbaru.
mungkin agan atau pengunjung blog agan juga membutuh kan infomasi dari saya, silahkan liat artilek saya yang sangat Mohon kunjungi website kami
www.168sdbet.com
Terima kasih

Wah, asyik banget rupanya yaaa. bikin ngiler aja pak tempat wisatanya...itu disana kudu pake kamera SLR yang super joss itu pak buat kenang-kenangan.. hmmmm kapan bisa jalan2 kesana...
makasih pak udah berbagi cerita, udah bikin saya kepengen juga , duh duh salam sukses pak..


EmoticonEmoticon