Caleg, Solusi Pengangguran Tidak Kentara

Sebagian besar (61%) calon anggota legislatif (caleg) untuk pemilu 2009 di kabupaten/kota di Jawa Timur mempunyai pekerjaan yang tidak menentu. Benarkah ini sebagai bukti bahwa menjadi Caleg sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan pekerjaan?
Dari data yang disajikan Harian Surya (30 desember 2009) menunjukkan bahwa, ada 13 kabupaten/ kota di Jatim yang sebesar 61% dari calegnya mencantumkan informasi yang tidak jelas mengenai bidang pekerjaan mereka pada kolom isian formulir pencalegan. Pada umumnya mereka hanya menyebut pekerjaannya sebagai swasta atau wiraswasta saja.

Di Kabupaten Blitar, sekitar 70 persen caleg tak menyebut bidang pekerjaannya dengan jelas. Untuk Kabupaten Sumenep, misalnya, sekitar 80 persen dari 611 caleg menyebut pekerjaan mereka sebagai wiraswasta. Demikian pula di Kabupaten Banyuwangi (80%) dan Lumajang (90%). Demikian juga terjadi di Kabupaten Jember, Tuban, Jombang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kota Kediri, Pamekasan, Kota Pasuruan, Sidoarjo, dan Kab. Probolinggo.

Temuan ini memunculkan sikap sinis dimasyarakat, hal ini dipicu oleh trend yang menjadikan pemilihan legislatif seperti sebuah pembukaan lowongan pekerjaan untuk para pengangguran. Sebagian masyarakat ada yang bersikap mahfum, dengan keadaan ini, mungkin terjadi karena kebiasaan masyarakat untuk menyederhakan penggolongan jenis pekerjaan menjadi dua jenis: pekerja swasta dan pegawai negeri. Sehingga para caleg pun mau praktis saja dengan menyebut pekerjaan mereka sebagai swasta.

Disisi lain ada kemungkinan caleg dengan segaja menyembunyikan informasi tentang pekerjaannya. Tentu hak ini ada alasannya, apabila jenis pekerjaannya diungkap dengan gamblang maka justru dianggap kurang strategis dan menguntungkan, logikanya tentu hanya informasi yang baik yang diberitahukan.

Kemungkinan lainnya adalah mereka yang menyebut “swasta” sebagai pekerjaan para serabutan atau setengah penganggur, dan bahkan penganggur sama sekali. Tentu bisa dira motif untuk menjadi caleg adalah untuk mendapatkan pekerjaan semata. Banyak wajah menghiasi daftar caleg dari parpol-parpol anyar. Di antaranya bahkan  merupakan wajah-wajah baru setelah menyelesaikan pendidikannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa banyak para penganggur mendaftar menjadi caleg. (Sha 5 W).

Yunan Shalimow

About the Author

Yunan Shalimow

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf Onlineku Untuk Semua... Bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana..... Hidup Untuk Memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan...

Leave a Comment:

All fields with “*” are required

Leave a Comment:

All fields with “*” are required