By Yunan Shalimow on June 2, 2010
Entah ada angin dari arah mana, hari ini telah membimbing jemari tanganku untuk mengetikkan beberapa deret kata yang punya ekspresi tertentu. Lebih lanjut setelah ritual menulis paripurna ternyata parade kata-kata tersebut bisa juga mewakili suasana batin saya. Tapi yang nyata adalah: aku bukan seorang pujangga, aku hanya orang biasa saja. Jadi nulisnya sekena-kenanya.
Banjir… mengapa aku begitu merindumu!
Banjir… aku sangat bernafsu akan datangmu!
Banjir… aku ingin mesra mencumbumu!
Otakku, rasioku, fikiranku, masih setia mencium bumimu
Parade sujudku mengukir paras akan patuhku padamu
Dan benar, aku hanya dan hanya akan bermohon padamu
Ya Allah kirimkanlah banjir kepadaku
Ya Rahman anugrahkan banjir bah kepadaku
Ya Rahim limpahkanlah banjir bandang kepadaku
Hamba ingin Engkau sapu bersih bebal, bodoh, dan picikku
Hamba ingin Engkau gelontor sombong, angkuh, dan congkakku
Hamba ingin Engkau sikat habis iri, dengki dan dendamku
Banjirilah fikiranku dengan segudang kejernihan dan kecerdasan
Banjirilah rasaku dengan selaksa ucap dan tindak syukur yang ikhlas
Banjirilah nuraniku dengan taufiq dan hidayahmu agar selalu dijalanmu
Ya Malik, aku bersyukur atas anugrah dan nikmat banjirmu
Hanyutkanlah aku ke jalan yang lurus yang engkau ridhoi
Amien Ya Robbal al Amin
(Yunan Shalimow. Senayan, 2 Juni 2010)
Berkenan Baca Yang Lain, Silahkan!!
- Penetapan Datangnya Awal Bulan Ramadhan 1431 H (2010), Antara Hisab dan Ru’yah (7)
- Launching Disfungsi.com, Bisnis Obat Keperkasaan Seks Yang di Rekomendasikan Dr. Boyke, Mari Segera Bergabung! (7)
- Tips Mengelola Forum Rapat Agar Efektif dan Optimal (12)
- Bisnis GMI (genius mind International) Express, Investasi $350 Untuk Peluang Meraih $15,000 (10)
- Meraih Peluang Bisnis TVI (Travel Ventures International) Express, apa ini ya (21)
- Filosofi; Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti Dalam Bisnis Online (14)
- Siapakah Penjahat Pajak Terbesar Indonesia (20)
- Benarkah Skripsi, Thesis, Disertasi … is a midnight nightmare for students (14)
- Pentingnya Filosofi Jawa; Ojo Kuminter Mundak Keblinger, Ojo Cidro Mundak Ciloko dalam Praktik Bisnis Online (12)
- Uang Hasil Dari Bisnis Online di Indolawcenter (27)
- Fenomena Jual Beli dan Lelang Keperawanan (10)
Posted in VOX ETCETERA | Tagged Allah SWT, atas nama, Banjir... Banjir.... Tolonglah Aku!, bersujud, bersyukur, BISNIS, refleksi diri
PERTAMAX TERUS YA!!! he he he he ....
Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita.
Bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana..... Hidup Untuk Memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan...
wah puitis banget…
Jangan hanya banjir trafik dan dolar saja ya mas
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
kalau banjirnya u/mengusir sifat buruk itu ijinkan aku ikut dalam banjir supaya yang jelek2 itu ikut pergi
agak mengerutkan dahi pada awalnya, dan berakhir luar biasa…
Mohon maaf saat ini hanya meyampaikan undangan-pernikahan-sang-sahaja-dengan-pagi-bening bila memang memungkinkan untuk datang di persilahkan, salam sehat selalu , semoga diberkahi, amien
Selamat malam Shalimow, Semoga Tuhan menganugrahkan banjir rezeki kepadaku dan keluargaku, semoga kami dibanjiri dengan ketekunan, kesetiaan serta dibanjiri kejujuran dalam menjalani hidup ini, trims postingan yg bagus.
Regards, agnes sekar
Semoga dilimpahkan banjir kejujuran, banjir kegembiraan , banjir kesetiaan agar hidup ini menjadi enteng, trims postingan yg bagus.
Regards, agnes sekar
Asal Bajirnya banjir Rezeki sih gpp ya pak hehee….
Tidak ada sebuah kejadian yg terjadi kebetulan semua karena dengan ijin Allah
banjir…banjir…kirain banjir dlm arti sebenarnya
ternyata banjir dlm arti yg baik2 (bahkan amat dirindukan)
eh ndak disangka om Shalim pinter bikin puisi ya…:)
bagus..bagus…bagus puisinya om…
Banjir yang begitu indah dan diharapkan…
Robbana maakhalakta hadza batila…semua diciptakan dengan kebenaran. Banjir bandang, banjir bawaan, dan banjir dolar…hehehe
Mas jadi pengarang puisi aja, bakat tu
Tsunami ya …
banjir bencana yang bisa membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal
puisi yg bagus gan
klo banjirnya datang kasih kabar ke saya ya mau ikutan cuci diri hehehehehe…
klo liat foto diatas jadi inget tahun lalu mekkah kebanjiran aneh bin ajaib
yayayya, terima kasih semuanya
saya hanya mencoba mencorat-coret dengan keyboard untuk ekspresikan suasana kebatinan.
makaci untuk kunjungan dan komentar ya
kocak banget bagian yang ini :
“Banjir… mengapa aku begitu merindumu!
Banjir… aku sangat bernafsu akan datangmu!
Banjir… aku ingin mesra mencumbumu!”
wkwkwk..but nice word
ternyata Ka’bah pernah banjir jg, sabar y yg terkena musibah banjir terutama di Indonesia