Berebut Jatah Makan Dengan Harimau

harimau

Auhmmm herhhhm, seramnya membayangkan auman seekor harimau, gigi dan taring tajamnya, wowoow muantabs. Hari ini aku mau melakukan pengakuan dosa, karena merasa pernah bersalah pada hewan yang satu ini, meskipun kesalahan yang tidak langsung. ….memang aku pernah merebut makan harimau ini….mau tahu ceritanya, …

Berebut makan pada manusia memang tidak seganas pada dunia hewani, karena manusia memang dikaruniai oleh Tuhan akal, rasa, dan hati nurani. Manusia masih mengkedepankan norma, etika, dan hokum dalam hal berebut makan. Peradaban manusia kekinian mengajarkan untuk urusan makan bisa mengambil dari alamsecara langsung maupun tidak langsung (melalu jasa perantara: petani, pedagang, dll).

Ok cerita ini adalah memori lama sekitar 8-9 tahun lalu sewaktu masih tinggal di kota Surabaya, sekitar tahun 2000-2002, saya yang masih fresh graduate mulai meniti karir dengan bekerja di sebuah perusahaan konsultan manajemen. Gaji awal saya saat itu hanya Rp. 500.000,- enam bulan kemudian naik menjadi Rp. 850.000,-. Hidup dikota metropolitan dengan gaji ini maka memaksa saya untuk tetap bergaya hidup seperti waktu mahasiswa, termasuk urusan makan, selalu memilih jargon: Murah, Sehat, Nikmat, heheh

Karena tinggal tidak jauh dari kebon binatang Surabaya (KBS) maka sekitar kawasan ini begitu dalam aku kenali, termasuk warung nasi yang sesuai jargon: Murah, Sehat, Nikmat. Dan akupun menemukan warung yang sangat murah, dengan lauk daging yang cukup besar, saya hanya diminta merogoh kocek Rp.5.000,-. Akhirnya menjadi langganan tidak terhindarkan, dan berlangsung beberapa tahun, dan aku enjoy aja karena tidak ada suatu masalah apapun.

Beberapa tahun kemudian setelah berpindah kerja ke kota Pasuruan, lalu ke kota Kediri, dari media massa saya sempat mendengarkan berita heboh mengenai penjualan daging pakan hewan oleh oknum Kebun Binatang Surabaya. Beberapa hewan yang ada didalam KBS menjadi kurus dan kelaparan, akhirnya peristiwa ini sempat diperiksa pihak kepolisian.

Sewaktu mudik ke rumah keluarga di Surabaya, saya sempatkan mampir ke warung langganan saya ini, saya berharap mendapatkan pelayanan masakan yang sesuai jargon: Murah, Sehat, Nikmat. Tapi memang sial ternyata warung langganan tersebut sudah tutup. Setelah saya tanyakan warung sebelahnya maka jawaban mencengangkan saya: bahwa warung itu tutup setelah kasus daging KBS. Karena pemiliknya tidak dapat pasokan daging lagi, maka alih profesi.

Mendengar jawaban tersebut saya menelan ludah, dan akhirnya harus tersenyum paling manis sedunia, heheheh. Ternyata selama beberapa tahun itu saya makan dengan merebut makanan Harimau, Singa, buaya dan seluruh warga Kebon binatang Surabaya. Hehhee, hebat ya saya berani Berebut Makan Dengan Harimau dan Singa.

Yunan Shalimow

About the Author

Yunan Shalimow

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf Onlineku Untuk Semua... Bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana..... Hidup Untuk Memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan...

Leave a Comment:

All fields with “*” are required

Leave a Comment:

All fields with “*” are required

Pengen Buka Usaha di Rumah? Download Tips2nya di sini

x