Disaat-saat segenab warga kota Jakarta dan sekitarnya berjuang untuk mengarungi macetnya lalu lintas kota karena bersamaan pulang kerja. Pintu gerbang malam akhirnya menemani untuk menikmati repertoar budaya nusantara yaitu Konser Orkes Gesek Sa’unine asal Yogyakarta. Bertempat di Bnetara Pentas Musik yang menggelar panggung rutinnya setiap malam Jum’at di halaman gedung Bentara Budaya, Palmerah Jakarta.
Group orkes Sa’unine merupakan komunitas musisi khusus gesek asal ISI Yogjakarta yang terbentuk pada tahun 1990. Komunitas ini juga mengisi beberapa kelompok orkestra Indonesia seperti Twilight Orchestra , Nusantara Chamber Orchestra, Magenta maupun Edwin Gutawa Orchestra.



Konser malam ini di dukung oleh pemain sebanyak 45 orang, penampilan mereka kali ini membawakan lagu-lagu nusantara seperti; kota baru, padang mbulan, sapu lidi, angin mamiri dan beberapa lagu daerah lainnya. Penonton sangat mengapresiasi special pada lagu cublek-cublek suwung, dengan permainan nada rendah dan tinggi yang menghanyutkan.
Selain tampil dengan olahan musik yang ciamik, malam ini Orkes gesek ini juga menhadirkan dua orang bintang tamu yaitu sinden Silir Pujiwati dan Kris Widiyanto. Sinden Silir Pujiwati membawakan sebuah lagu ilir-ilir, dan Kris Widiyanto membawakan lagu yang akan ditampilkan dalam albumnya mendatang.
Silir Pujiwati, pesinden asal Temanggung banyak terlibat dengan keroncong Sinten Remennya Djaduk Ferianto dan telah menelorkan sebuah album bernafaskan etnik. Sedangkan Kris Widiyanto adalah seorang pemusik alam dan pencipta lagu.
Orkes yang komandani oleh Oni Krisnerwinto tampil dengan sexy dan sangat ”njawani”, dengan kostum khas Jogja baju khas coklat garis-garis, kain batik, dan seluruh pemainnya tampil tanpa alasa kaki atau sepatu. Penontonpun puas dengan penampilan orkes ini dengan tepukan tangan yang riuh setiap akhir tampilan lagu atau musiknya.

Kepenatan kerja seharian, rasanya agak ringan dengan menikmati musik, seni,dan kebebasan ekspresinya. Perkembangan beragam jenis musik salah satunya bergantung pada komitmen yang kokoh dari para seniman, namun ada hal penting lain berupa kerjasama dengan pihak yang mendukung dan memfasilitasi terjadinya pekerja seni dengan publik. yang menjadi bagian penikmat seni tersebut. Maju terus musik Indonesia.


wadau… melancong terus ni kang …
asyik ni…
kebetulan temptanya dekat kantor bos, ya menikmati seni sambil refreshing, hehehhe
Kaya’nya asik jg yah nonton konser tradisional,langkah cowo’ sih panjang bisa melancong teruuus… Aku jadi iri ga bisa kemana-mana, ya itulah nasib IRT Indonesia tp aku ga mau ngurangin nikmat yg udah Allah kasih ke aku. Dari banyak wanita yg beruntung mungkin aku punya sedikit peruntungan lebih dibanding mereka. Wah … kalo mo adu cerita ga cukup satu halaman. Tapi mas yunan aku suka info jalan2x spt ini, rilex ga bikin mikir. Pulang dines disodorin berita bisnis BT deh
yaa.. asik banget….!! jadi teringat sesuatu…. saya pernah duduk di ujung jalan Malioboro.. sambil makan bakso dan menikmati alunan musik jawa…. wuihh… enak banget . ! hehheeh ….
saya paling suka nih musik2 kyak gitu… orkes yg bawain lagu2 daerah
wah judulnya tuh loch,, musisi banget
entah kenapa ya, pagelaran semacam itu tak pernah bisa saya nikmati kecuali pagelaran wayang kulit
kalau wayang kulit semalam suntuk juga betah
Wah bisa menghilangkan stress nih..
ikut donggggg kok gak ajak2
liat konser lagu daerah jd inget kampung halaman…
Melihat konser …. mengalihkan konsentrasi dan kejenuhan di kantor….. he… heeee
siiiop bgt…inget maaaa………??????
bagus2….sip your post