Seperti halnya memberantas korupsi, untuk memberantas perilaku seks bebas adalah hal yang tidak mudah, bisa dikiaskan dengan seloroh ”bagaikan mengayuh becak dipadang pasir”. Perilaku Seks bebas sudah ada sejak zaman bahula, kini semakin menjadi-jadi dan nyaris tak terkendali. Mengapa demikian??.
Ada berita menarik yang disajikan oleh tabloid Inggris, The Sun, Jumat (13/2/2009): Alfie Patten, seorang anak Inggris yang masih berusia 13 tahun telah memiliki bayi, dari rahim sang ”istri” Chantelle Steadman (15 tahun). Seorang bayi perempuan dengan nama Maisie Roxanne telah dilahirkan di Rumah Sakit Eastbourne, Sussex Timur, Inggris.
Sebelumnya telah ada rekord sebagai ayah termuda di Inggris, yaitu Sean Stewart. Ketika menjadi seorang ayah usianaya 12 tahun dengan ”istri” tetangga sebelah rumahnya, Emma Webster (15), dan telah melahirkan seorang anak pada tahun 1998. Menurut kabar bahwa pasangan ini enam bulan kemudian berpisah dengan alasan tertentu.
Cuplikan berita diatas tentu bisa kita pahami sebagai suatu kejadian yang sangat mungkin dan saya kuat menduga juga telah banyak terjadi negeri ini. Dibeberapa cerita dan video didunia mayya ini juga memvisualkan tentang perilaku seks bebas yang menjangkiti anak-anak usia muda setingkat SD dan SMP.
Perilaku seks bebas memang lagi digandrungi para remaja kita, rasanya tidak percaya apabila para ABG, yang masih bau kencur, inocent, sudah melakukan ”akrobat maut” untuk sekedar menuruti hawa nafsunya. Tapi apa yang tidak mungkin didunia ini? Apalagi dengan pengaruh berbagai media seperti tayangan TV, video, buku-buku cerita maupun gambar porno. Selain itu dunyaa maiyya semakin membuka lebar fasilitasi hal ini dengan situs XXX yang semakin mudah diakses oleh siapapun.
Paradigma terhadap ”seks” terbentuk oleh proses sosial budaya yang berlangsung dalam waktu yang lama. Di Barat seks dimaknai multi dimensional antara lain seks adalah aset, seks adalah bisnis, seks adalah kebebasan, dst. Beberapa puluh tahun yang lalu kita selalu mencibir hal ini sebagai aib bangsa barat yang mempertuankan kebebasan. Tapi sekarang tidakkah bangsa kita sudah melakukan hal yang tidak jauh berbeda.
Berapa banyak vidio bokep ”hasil karya anak negeri’ yang di upload setiap hari disitus XXX, berapa banyak para remaja kita yang memilih week end dengan main ”akrobat” dihotel, losmen, dan penginapan. Betapa garangnya perilaku ”menuju seks” yang difasilitasi oleh tempat-tempat dugem, cafe agak gelab, dll. Tentu hal demikian memprihatinkan kita sebagai bangsa, fenomena sosial bahwa pemuda indonesia kini menjadi permisif bahkan menjadi pegiat seks bebas.
Bangsa ini konon adalah bangsa yang agamis, hampir semua penduduknya memeluk agama tertentu, namun fenomena seks bebas ini seakan mempertanyakan eksistensi agama sebagai pembimbing moral bagai umatnya. Apakah memang agama-agama mainstream yang ada di Indonesia telah gagal membina umatnya??? (Sha 5 W).

Alow Bro, kenal.
Wow nice website, sangat bagus.
Tulisannya pun menarik, sangat mudah dimengerti apa yang ingin bro sampaikan. Estetika tulisan mantab banget, sangat rapih.
Oh iya menyimak tentang topik freesex, perilaku yang sudah hampir membudaya ini sudah tidak bagus lagi buat kesehatan bangsa kita bro. Saya tidak mencoba untuk muna atau sok-sok alim, tapi saya kuatirkan adalah moral generasi muda kita. Banyak sudah kasus aborsi, putus sekolah, kemudian juga bunuh diri dan seabrek masalah sosial karena free sex ini.
Yah semoga peran orang tua lebih ditingkatkan lagi dalam mendidik anak2 mereka, dan senantiasa memberikan contoh positif terhadap perilaku mereka.
Salam hangat, sige Bali.
sebenarnya, meski telah melakukan kesalahan–melakukan seks bebas–, mereka tetap humanis yaitu dengan memelihara ’sesuatu yang hidup’ setelah mereka melakukan hubungan seks bebas. mungkin saudara bisa mencarikan data buat saya, ada berapa banyak yang ‘tidak humanis’ atau menggugurkan ’sesuatu yang hidup’ tersebut
terlepas dari masalah humanis atau tidak, seks bebas tetaplah salah dan berdosa…
Saat semua ingin hidup serba bebas tetapi menyimpang, tidak ada cara lain selain membuat aturan yang ketat dan tegas.
Guru, kyai pendeta dan biksu saya yakin tidak lelah dan capex serta malarang perbuatan ini apapun agamanya.
Dan kliatanya hanya penegak hukum yg harus bekerja untuk membuat aturan dan operasi2 kehotel dan losmen setiap hari kalau perlu. Dan terus caru tahu bahwa apakah setiap losmen dan hotel2 itu di backingi oknum keamanan tertentu ?
Salam
ini khan dah jadi budaya??
Kunjungan perdana. baca-baca dulu ya. blognya bagus
Kunjungan juga nih. kami datang pagi ini. ini website SMP Nurul Falah Pekanbaru. salam kenal juga. jangan lupa kunjung balik ya
Seks mengundang pemaknaan dan aplikasi yang beragam. Penyikapan dengan mengajak serta Agama rasanya cukup OK
thanks ya
thanks ya infonya
met…….
harus ada pendidikan seks bagi para remaja agar mereka tau sisi negatifnya
wow.. emang rumit sih.. moga-moga aja kita masih kuat menghadapi angin gituan.. tapi.. mmmmm.. bagaimana dengan generasi anak gw nanti yah?
Sebuah pertanyaan yang memberikan PR perenungan yang panjang…
NO DRUGS.. !!!!
NO FREE SEX….!!!
Masalahnya bukan semata-mata di pemuka2 agamanya, tapi lebih pada mental masing2.
thanks untuk all komentar n kunjungan teman-teman sekalian
sukses ya
Sex bebas dikalangan remaja memang sangat mengkhawatirkan…
Adakah yang salah dalam proses pembelajaran agama? sehingga
larangan yang jelas2 telah diketahui sejak masih kecil tentang
dosa berbuat zinah tidak dihiraukan ?
saya ikut prihatin atas realita sex bebas di sekitar kita. Smoga semakin banyak remaja yang menyadari akan bahayanya sex bebas. Buat penulis, Anda hebat. Dan teruslah berkarya untuk kepedulian terhadap remaja-remaja Indonesia. Kebenaran pasti akan menang. OKE.
yep: pejuangan abadi melawan hawa nafsu, heheheh
Apriyanto: makasih mas komentarnya, sukses untuk anda
Assalamualikum Wr. Wb
Memang sungguh aneh bin ajaib bagsa dan negara tercinta kita ini. Dahulu dan sampai sekarang kita begitu menggunjing budaya barat yang menge”Tuhan”kan kebebasan atau dalam bahasa ideologinya liberalisme. Tapi justru malah sekarang kita sendiri sebagai pelaku budaya bangsa meniru budaya2 barat yang selalu kita gunjingkan itu. Oleh karena itu, yuk mari kita sebagai pelaku sejarah masa depan dan tunas2 muda yang terpendam ini unTuk jangan sampai mengulang sejarah yang buruk yang telah kita lakukan. Tunjukkanlah kepada dunia bahwa bangsa ini memiliki budaya yang adi luhur dan perlulah juga kita ingat suatu pepatah bijak yang mengatakan “seseorang yang lupa akan sejarahnya maka akan ditakdirdan untuk mengulanginya”.
Sekian dari saya yang cubluk ini, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih
Wassalamualikum Wr. Wb
jng coba-coba dengan sex……
memang benar jaman sekarang anak-anak indonesia di bawa usia 10 tahun saja sudah banyak yang melakukan sex bebas. Ada yang masi tersembunyi. kadang kita melihat gadis berkerudung untuk menjaga auranya, namun banyak yang hanya memakai sebagai kewajiban agama, tetapi di luar mereka juga kadang terjerumus dalam sex bebas. Inika yang disebut bangsa yang luhur dan beretika? jangan munafik.