Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya digunakan pada tahun 1960 an untuk merujuk pada efek-efek penyalahgunaan obat-obat terlarang yang kronis. Deskripsi awal Freudenberger mengenai seseorang yang menderita karena sindrom burnout sebenarnya diawali pada dirinya sendiri. Freudenberger menggambarkan bahwa:
” ….dan anda menempatkan sebagian besar diri Anda di dalam pekerjaan. Anda secara gradual terbentuk di dalam lingkungan sekitar
Anda dan di dalam diri anda sendiri ada perasaan bahwa mereka membutuhkan anda. Anda merasakan sense of commitment yang utuh”
Burnout adalah suatu bentuk kelelahan yang disebabkan seseorang bekerja terlalu intens, berdedikasi dan berkomitmen, bekerja terlalu banyak dan terlalu lama serta memandang kebutuhan dan keinginan mereka sebagai hal kedua. Hal tersebut menyebabkan mereka merasakan adanya tekanan-tekanan untuk memberi lebih banyak. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri mereka sendiri, dari klien yang amat membutuhkan, dan dari kepungan para administrator (penilik/pengawas dan sebagainya). Adanya tekanan-tekanan ini, maka timbul rasa bersalah, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk menambah energi dengan lebih besar. Ketika realitas yang ada tidak mendukung idealisme mereka, maka mereka tetap berupaya mencapai idealisme tersebut sampai akhirnya sumber diri mereka terkuras, sehingga mereka mengalami kelelahan atau frustrasi yang disebabkan terhalangnya pencapaian harapan, demikian penjelasan Freudenberger dalam sebuah buku yang ditulis oleh Farber, Stress and Burnout in the Human Services Profession.
Burnout pada pekerja pelayanan jasa kemanusiaan lebih sering dikaitkan dengan perasaan lelah secara fisik dan psikis. Bagi yang lain, gelisah dan tidak mampu tidur dengan baik adalah simpton yang umum dari kelelahan syaraf. Simpton yang berhubungan mencakup perasaan tegang dan tidak mampu untuk santai. Ciri umum burnout yang kedua adalah kecemasan yang mengambang. Individu yang menderita burnout tampaknya terayun-ayun di antara kecemasan dan depresi. Burnout terjadi akibat berubahnya kondisi psikologis pemberi layanan seperti perkerja pada pelayanan services sebagai akibat reaksi terhadap situasi kerja yang tidak menguntungkan. Wujud dari perubahan tersebut berupa kelelahan seorang pekerja yang merupakan kelelahan fisik (physical exhaustion), kelelahan emosional (emotional exhaustion), dan kelelahan mental (mental exhaustion) karena bekerja dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional. Dalam arti lain, burnout secara esensial adalah hasil dari interaksi yang tidak menguntungkan antara pemberi pelayanan jasa dengan penerima layanan yang membutuhkan.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindar terjadi Burnout?
1. Pengendalian emosi. Banyak tugas dan permasalahan di tempat kerja memacu terbentuknya butiran emosi kecil yang secara terus menumpuk sehingga terbentuknya sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak. Berbagai permasalah termasuk konflik ditempat kerja membuat individu lebih agresif atau bersikap kekanak-kanakan (infancy) hal ini di akibatkan sulitnya berpikir secara jernih yang di akibatkan oleh penumpukan muatan emosi negatif.
2. Berpikir positif Salah satu tindakan dengan penerimaan diri dan orang lain akan membentuk kesadaran terhadap dunia kerja yang digelutinya. Berpikir positif akan membentuk stabilitas dan ketahan diri terhadap hal-hal yang dapat merusak citra dan kematangan emosi.
3. Identifikasi emosi. Artinya mengetahui hal-hal sebagai pemicu terbentuknya emosi negatif. Selanjutnya adalah dengan mengekspresikan secara tepat dan wajar yang dapat diterima secara sosial. Amarah pada dasarnya tidak bertujuan positif, melainkan dapat merusak muatan positif dari dalam individu. Ekspresi kemarahan tepat sasaran dan dalam waktu yang tepat pula akan membuat diri menjadi lebih tegar dalam menghadapi permasalahan secara terpisah. Banyak orang tidak dapat memisahkan satu permasalahan sebelumnya yang memacu pergejolakan emosinya dengan masalah yang timbul sesudahnya, akibatnya masalah kecil dapat menjadi masalah besar ketika masalah lainnya muncul.
4. Minat dan Gairah. Minat menandakan sikap realistis terhadap harapan dan aspirasi. Pekerja haruslah mempunyai minat dari dalam diri individu terhadap pekerjaan yang ditekuninya. Harapan berhubungan erat dengan minat, motivasi untuk menyelesaikan tugas dengan sebaiknya. Gairah merupakan energi yang harus dimiliki pekerja untuk menumbuhkan semangat dalam mengerjakan tugasnya. Lakukanlah semua pekerjaan dengan merasa tanpa beban.
5. Cinta. Pekerja workaholic sangat mencintai pekerjaannya. Cintailah pekerjaan Anda, dengan demikian beban dan dampak depresi dari pekerjaan yang menumpuk tidak akan mempengaruhi psikis diri Anda. Tidak perlu menjadi seorang workaholic, mencintai pekerjaan juga menumbuhkan rasa percaya diri bahkan motivasi Anda untuk melakukan tugas dengan baik.
Lakukan!
1. Lakukan segala sesuatu di kantor Anda di luar jam kerja, misalnya dengan membersihkan meja kerja. Kerapian dan kebersihan meja akan membuat Anda lebih semangat untuk bekerja.
2. Ambil cuti, pergilah berlibur bersama keluarga, dengan demikian akan mengurangi stres dan ketegangan selama kerja.
3. Ciptakan relasi yang akrab dengan semua rekan kerja Anda. Tidak perlu dengan orang tertentu saja, dengan demikian akan menciptakan suasana akrab dengan orang-orang disekeliling Anda dan pekerjaan itu sendiri.
4. Ikutlah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, misalnya party time atau kegiatan olahraga
5. Berusalah menciptakan selalu suasana gembira dari dalam diri, apa pun yang Anda lakukan menjadi tetap ersemangat.
6. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang Anda sukai, misalnya membaca, menulis dan sebagainya. [PD]


Gambarnya apik
dari muara enim sumatra selatan aku ucapkan selamat cak
maju terus
kang yunan! kapan tulisanya diperbanyak
kang mana yang enak untuk gratisan blogspot atau wordpress
from jongjava.net
Menunggu tulisan berikutnya. Be Usefull lahhhh
OK Thanks semua teman-teman atas komentarnya
masih sibux banget nih gak kuat melekan untuk nulis
allo Mas salam kenal za…
minta tolong donk maz, aq di kasih ref. teori-teori tentang burnout! mulai dari pengertiannya , sebab akibat, karakteristik dan metode pengukurannya.
kenapa ya perawat kok rawat burnout. tahnks
INDEPENDENT Training – Developing – Consulting
(Piranhamas Group) Jl. Ikan Piranha Atas V No. 1, Malang – 65142
Telp. : 0341 487 600, HP. : 081 333 841183, 0817 537894, 0341 5455330
Malang, 12 Juli 2009
Kepada YTH :
HRD Manager
Perihal : Penawaran Pemberian Pelatihan MOTIVASI Untuk Staff
Guna Menunjang Kinerja dan Produktifitas
Dengan Hormat,
Setelah sukses kami untuk 3 session dengan PT Aneka Tuna Indonesia di Finna Golf – Prigen, bersama dengan ini kami dari Independent Training – Developing – Consulting, mengajukan penawaran kepada perusahaan yang Bapak pimpin yang ditujukan kepada para Staff untuk memberikan pelatihan yang difokuskan kepada : Motivasi Gairah Kerja dan Peningkatan Produktifitas.
Adapun untuk pelaksanaannya kami bagi dalam 2 tahap masing masing 2,5 jam dengan model dikelas dan beberapa games serta dibackup dengan TNA (Training Need Analysis) serta R.O.T.I. (Return Training On Invesment). Sedangkan untuk fasilitas yang kami berikan :
1. Hardcopy sampai dengan 10 orang disediakan oleh Trainer.
2. Sertifikat sampai dengan 10 orang disediakan oleh Trainer.
3. Disediakan door price dari Trainer.
4. Lunch Family Style
2 times of Coffee Break
Standard equipment meeting: Pen, Notepad, Candy
White Board, Flip Chart, Screen Portable
LCD
Standard sound system and microphones
Free WI FI Access
Dan untuk pelaksanaannya bisa menyesuaikan dengan jadwal dari perusahaan yang Bapak pimpin serta kebutuhan para peserta.
Mengenai penawaran biaya terbaik yang kami berikan kepada perusahaan yang Bapak pimpin untuk pokok bahasan diatas kami sampaikan dalam dua penawaran :
1. Untuk pelaksanaan di : Penanggungan Room, FINNA GOLF & COUNTRY CLUB RESORT Jl. Raya Barsari Prigen, Pasuruan, seharga Rp. 4.900.000,- (#empat juta sembilan ratus ribu rupiah#).
2. Untuk pelaksanaan di : Hall UKM Center Sampoerna, Ruko Taman Dayu Blok D 2, Pandaan Pasuruan, seharga Rp. 4.400.000,- (#empat juta empat ratus ribu rupiah#).
Demikian yang kami sampaikan, semoga terjalin kerja sama dikemudian hari yang saling menguntungkan. Kami selalu menunggu konfirmasi dan khabar baiknya.
Hormat kami,
Agus Setiyawan
Project Manager Professional Training for Management and Technical Staff
Piranhamas Group http://piranhamas.wordpress.com
BACKGROUND Pembicara : Agus Setiyawan (15 thn di Manufacturing, 8 thn di Training))
Memiliki kompetensi, leadership, team work, berjiwa dinamis, inspiratif dan menyukai tantangan, Computer (Microsoft Office – Powerpoint, Word, Ecxell, Mechanical Dekstop, Auto Cad)
Adapun kemampuan manajerial dan lapangan serta pengaturan karyawan ditunjang dengan berhasilnya untuk mendapatkan serta mempertahankan dalam meraih prestasi atau sertifikasi :
ISO 9001 : 2000, ISO 13485 : 2003, ISO 14001 : 2004, SM – K3, Bendera Emas, Zero Accident, UKL – UPL, CPOB, c-GMP, Tokio Marine, TQM, 5S – 5R – 5P. Sehubungan kami sebagai P2K3, Wakil MR (Management Representative), Lead Auditor, Safety Engineer dan Trainer berbagai system dan MOTIVASI Produktifitas.
Dan dengan menggunakan metode KPI (Key Performance Indicator), OGSM (Objective, Goal Strategy, Measurement) dan pembagian targed dalam CQSC (Cost, Quality, Service, Comply) serta teori evolusi dipercepat untuk menunjang keberhasilan team serta target dan pressure dari perusahaan, kami telah mampu dan melaksanakannya.
mohon izin untuk mengunduh artikel ini, tq
Heldy: silahkan bos, kasih link artikel ini ya sbg sumber