Beberapa tahun silam, saat terakhir aku bersamamu……….. tawa dan senyummu begitu deras membanjiri cengkrama kita, kadang derai tangis manjamu memekik mengharap kehadiran sang rindu. Akupun tiada daya tunduk-patuh atas kesahajaan kepribadianmu, …. lantas semua membimbing orgasme kekagumanku padamu. Dan untuk kali yang ketujuh belas, kitapun kompak-duet untuk ucap kata ”aku mencintaimu”.
Beberapa suku kata yang tergoreskan diatas, sebelumnya cerai berai dengan tidak sopan dibeberapa sudut kertas catatan harianku. Rekonstruksi beberapa kata yang mewakili episode ”thowaf kasih sayangku” pada ”obyek menarik” rasanya menjadi keniscayaan, minimal untuk layak disebut romantis. Meskipun seperti yang pernah kau ucap: hatiku laksana ”batu pualam” yang sholeh, namun aku tetaplah layak romantis.
Mungkin aku khilaf dan tak pernah insyaf untuk mengkonstruksi citra dirimu saat kekinian. Bahwa kau sudah melupa semua, dikau telah mendelete arsip tentang aku, engkau telah membenci aku, lantas segebog kata tanya menyeruak disanubari: atas nama apa kau lakukan itu…………….? Aku akan sabar dan tumakninah untuk menunggu ”taubat nasuha cintamu”……………
OK, disambung-sambungkan sama lagu ini ya, met menonton video ini!
Bila anda berkehendak untuk bernyanyi namun belum hafal syairnya, silahkan deh!!!
Saat Terakhir dari ST-12
tak pernah terpikir olehku
tak sedikitpun kubayangkan
kau akan pergi tingalkan ku sendiri
begitu sulit kubayangkan
begitu sakit kurasakan
kau akan pergi tingalkanku sendiri
dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu …… begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta
* inilah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menangis pilu
hanya mampu ucapkan
selamat jalan kasih
satu jam saja kutelah bisa
cintai kamu,kamu,kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
satu jam saja kutelah bisa
sayangi kamu dihatiku
namun bagiku me/lupakanmu butuh waktuku seumur hidup
dinantiku
ooo ooo ooo
oow wwoo
back to *







Waduh, kok saat-saat terakhir… serem banget dengarnya… seperti perpisahan dan tidak pernah ada pertemuan kembali….
uwooo uwooo…..upz keterusan nyanyi,,
pokoknya perpisahan adalah akhir dr pertemuan,,kwkwkw
kirain thowaf di mekkah bro heheheh
olaopo cak sahlimowwwww?
lagi sedih nih ceritanya
Thank you very much for that excellent article
Tak ada pertemuan tanpa perpisahan, hiks…
Sauskecap: heheheh, makaci mbak komentnya
Risdania: mantabbbb komentnya
Rifky: hehehh makasih ya bos
Hot Tech: ehehehhehehe, gpp bos
Sriyono: setubuh bos, thanks ya komentar n kunjungannya
Paling sulit disaat terakhir perpisahan, kita akan merasa pertemuan akan berharga justru saat merasa kehilangan.
halooooo salam kenal
kalau butuh sewa mobil di Bali, silahkan hubungi kami
thank u
Semoga hari ini lebih baik dari kemarin.
Jika hari ini sama dengan kemarin berarti rugi
Jika hari ini lebih jelek dari kemarin berarti celaka.
Oleh karena itu kita harus selalu meng-upgrade diri agar menjadi manusia yang beruntung.
Salam hangat dari Surabaya
nggggruweeeng………ngggggruweeeennnngggggg…nnnggggruweeeeenggg….!
deee…. romantis abies deh mas yunan ini, tp ga kaget sih . Biasanya emang cowo penulis itu romantis, tp mudah2xan jangan jadi rokok makan gratis hehehe….
ups…tapi yg ke 3x, maap yah kalo cerita itu nyata, aku turut berbela sungkawa
oke… romnatisnya klo pas di kandang mas.. hehe
weew.. ini beneran ada ‘perpisahan’ atau gimana yah??? pokok’e don’t give up yaaah.. ^^
thanks ya untuk komentarnya, sukses selalu
sekedar mewakili suasana hati dalam salah satu episode kehidupan aja kok