Sebagai seorang penjual rokok pingir jalan (PK 5), Muin atau akrab disapa dengan cak Muin tentu tidak asing lagi dengan peringatan mengenai bahaya merokok. Setiap kemasan rokok yang dijualnya selalu tertulis: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.
Dari koran kriminalitas yang sering dibacanya didapatkan informasi bahwa WHO dan Departemen Kesehatan, mempunyai data bahwa: rata-rata 11.000 orang mati setiap hari yang ditengarai penyebabnya adalah kandungan asap rokok, bahkan diprakirakan pada tahun 2020 sampai 2030, rata-rata angka kematian karena asap rokok sekitar 27.000 orang.
Meski hanya jebolan Tsanawiyah, cak Muin dikenal cukup encer juga otaknya, termasuk mengakses informasi. Salah satu yang menarik baginya adalah gemuruh pro kontra tentang fatwa larangan merokok bagi…. , karena televisi gencar mengeksposenya. Akhirnya ide kreatif muncul dari cak Muin untuk mengeluarkan sebuah fatwa (pendapat), tanpa merujuk teks, dasar hokum, dst cak Muin mengeluarkan fatwanya. FATWA MUIN No. 007/muin/1/2009 tentang “ Merokok Adalah Pembunuhan Berencana”. Fatwa cak Muin ini ditulis lumayan besar dan ditempel di gerobak tempat berdagangnya.
Karena menarik perhatian, dan mengundang para pembeli untuk bertanya apa maksud fatwa tersebut. Ternyata cak Muin sudah siap dengan selembar kertas kwarto yang sudah dilaminasi, beberapa paragraph isi dari fatwa cak muin adalah alasan kenapa merokok merupakan pembunuhan berencana. Isi alasan cak muin ternyata beberapa kejadian pembunuhan yang disebabkan oleh rokok, selengkapnya sebagai berikut:
Seseorang sedang merokok berjalan-jalan di pasar, didepan kios penjual daging sapi dia mengoda seorang perempuan sexy, karena tak kuat menahan nafsunya didekatinya perempuan tersebut, lalu dia menciumi dengan beringas. Perokok tersebut juga meremas, meraba bagian tubuh wanita sexy tersebut. Wanita tersebut berteriak, dan sesaat kemudian munculah seorang lelaki, yang ternyata suami dari wanita tersebut, dengan gagah berani pria tersebut mengayunkan celurit kepada si perokok. Hasilnya perokok terseebut KO menuju alam barzah. Merokok terbukti telah menyebabkan kematian.
Seorang perokok yang sudah kanker (kantong kering) alias “bokek” namun hasrat untuk merokok sudah diubun-ubun. Dengan diawali menyedot setengah batang rokok terakhirnya, dia menyambar Hand Phone salah seorang penumpang bis kota. Sialnya pemiliknya mengetahui kalo hand phone sudah berpindah tangan, dengan bergegas dia berteriak ‘COPET”, dan sesaat kemudian belasan orang mengurung si perokok dan menghajarnya tanpa ampun. Karena tidak kuasa menahan sakit akhirnya perokok tersebut koid. Merokok terbukti telah menyebabkan kematian.
Demikian dua alasan diantara 10 alasan cak MUIN mengeluarkan fatwanya, dan kesimpulan segera dapat kita ambil bahwa: merokok adalah pembunuhan berencana, pembunuhannya terjadi dan merokoknya direncanakan. Sebelum berakhir mari tertawa bersama-sama he..hee.hiii heee (Sha 5 W).

Tolong, minta cak MUIN pasang tulisan di gerobaknya. “JANGAN BUANG SEMBARANGAN : INGUS, AIR LUDAH & ASAP ROKOK DARI MULUT DAN HIDUNGMU. JORRROCK!!!”
Cak Muin memang mooy, maju terus dengan fatwamu cak! he he he
makan tuh asap sampe………..
hidup anti rokok
thanks
Kalo di Amerika bisa kena hukuman dobel-dobel tuh.. sehingga orangnya udah mati pun masih utang hukuman..
ifan: thanks pak, ntar saya beritau cak muin, hehehe
Blog plaza: oyi sam, suwun yo
Qonaah: wuih pendukung fatwa ya? heheheeh thanks
jeffreywinmart: ooh gitu ya bos, thanks ya infonya
yang lebih berbahaya lagi tuh kalo ngerokok di rel kereta pas ada kereta yang mau lewat kekekekekekkk……
mari kita lapor polisi biar si pembunuh berencana di tangkap
aduh rokokku habis.. bentar beli dulu di warung baru baca lagi
“merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.”
berarti …. Merokok menyukseskan Program Keluarga Berencana hehehehe amit-amit ah ..
wakh…memang bener sekali kalo smoke\ing ntuh bisa membunuhku..(**** jiakakakaka kayak lagu drive aja nih****) mungkin kalo di rubah dikit sih “smoke ini membunuhku” heheheheh…… peace
Terakhir diingatkan lagu “Rokok Ini Membunuhku” dinyanyikan oleh The Nasib
ngeri juga ya ceritanya….memang rokok salah satu sumber bencana baik utk dirinya ataupun utk org lain…makasih infonya, salam kenal sobatku
wah aku merokok sehari 3 bungkus sob……..waw takut jadinya
Dah kucari-cari, sampe bongkar arsip negara, fatwa Cak Muin dak ketemu juga
waduhh, kok saya masih ngerokok terus yo mas…?
zen teguh: hehehehe, enjoy aja mas
Yep: adanya di kiosnya cak muin bos, heheheh
Bunga ray: heheheh, belum 5 bungkus bos! wakakakak
Iwan: salam kenal juga mas
Bibit M: oh ya toh ada lagunya, thanks ya
Nyegik: thanks ya usulanya
Mascayo: hehehe, asal nggak dijadikan kontrasepsi aja bos,
BP: nitip ya kalo ke warung, heheheh
Roby: ayo lapor KUA juga, hehehe
Zulhag: thanks usulanya ya………………………..hehehhe
he..he… gimana dengan yang ini : Perokok Jarang Kena Parkinson, jadi kebalikannya ya… tapi bagaimanapun juga merokok emang byk merugikan baik nagi si perokok maupun bagi orang sekitar.
Ya matikan rokok segera.
untung beta gak ngrokok..
memang dilematis juga membahas tentang masalah rokok. jika diliat dari sudut pandang kesehatan rokok yang dicetuskan oleh kaum imperialis dianggap membahayakan tapi dilihat dari segi ekonomi produksi rokok adalah salah satu industri yang memberikan penghidupan rakyat di Indonesia dan memberikan nilai pajak yang tinggi bagi negara. Lalu yang menjadi pemikiran kita saat ini seharusnya lebih berpijak pada pemikiran yang benar dan tepat, dimana memang benar rokok merugikan kesehatan ditiadakan tapi tidak manusiawi jika terdapat sebagian besar masyarakat yang hidup lebih terpuruk dalam masalah ekonomi. maka kita sebaiknya tidak melihat dan mengomentari sesuatu dari satu sisi pemikiran tapi dua pemikiran yang baik dan tepat
Kakek saya adalah perokok berat yg seharinya bisa habis 6 bungkus kretek (bukan filter lho) dan beliau meninggal di usia 76 tahun karena sakit jantung. Kakek saya yg satunya juga perokok kretek berat meninggal di usia 65 tahun karena keserempet truk. Saya juga punya kakek angkat yg juga perokok berat dan meninggal di usia 95 tahun karena sakit demam (mungkin jatah usianya di dunia sudah habis). Merokok adalah kegiatan yg unik dan hanya dapat dirasakan kenikmatannya oleh orang2 yg melakukannya. Orang2 yg tidak merokok akan mengalami kesulitan utk melukiskan nikmatnya kegiatan merokok. Kebanyakan orang2 yg sehat sampai usia tua, umumnya/mayoritas adalah perokok berat; ini adalah pengamatan sehari2 yg saya lihat di lapangan (terutama di kampung2 dan wilayah pesantren tradisional). Mungkin ini adalah kesimpulan yg prematur, yaitu; di tempat/kota yg polusi udaranya sangat tinggi dan tingkat stress yg juga tinggi, rasa2nya merokok adalah salah satu alat untuk melepas/menghilangkan pengaruh polusi yg masuk ke tubuh/stress yg menghantui jiwa. Walhasil, jika anda ingin panjang umur seperti kakek2 saya dan orang2 lain yg sehat hingga masa tuanya, maka merokoklah agar anda mempunyai ketahanan tubuh yg sangat tinggi dari berbagai penyakit (terutama penyakit2 baru)! Atau anda ingin mencari tahu dulu, berapa panjang usia anda di dunia yg ingin anda capai?? 50/60tahun, 70/80 tahun,
90/100 tahun atau bahkan lebih? Merokok diharamkan (dilarang) bagi yang tidak kuat; baik tidak kuat uangnya dan kondisi fisiknya. Tapi bagi yg kuat, boleh2 saja.
Betul komentar anda semua! Lain otak (pikiran) lain isinya… Terlalu banyak orang yg berkaitan dengan rokok; mulai dari petani tembakau, pengepul, bandar, pedagang/toko & karyawannya, pabrik2 dan puluhan ribu karyawannya. Bila perkebunan mau diberangus (gaya2 PKI nih..) dan pabrik2 rokok ditutup; maka kita harus mau memberi ganti ladang usaha bagi mereka, minimalnya menanggung biaya hidup mereka & keluarganya selama sekian lama sampai mereka mendapat usaha/pekerjaan yg memadai. Bila tidak mau; maka anda yg mahasiswa bisa disebut mahasiswa yg tidak bertanggungjwb, anda yg dokter bisa disebut dokter yg tdk bertanggungjwb, anda yg tukang ibadah bisa disebut sbg tukang ibadah yg lari dari tanggungjwb. Atau paling nggak, anda wajib memikirkan atau mengganti besarnya pajak pendapatan yg diperoleh negara dari rokok yg nilainya trilyunan rupiah! Pajak yg digunakan utk kelangsungan pembangunan negara dan kembali buat kesejahteraan rakyat; atau kita berharap negara ngutang lagi…?? Dokter2 mestinya bersyukur bahwa tetap ada pasien yg datang untuk berobat dan membeli obat (obat yg dibuat dari bahan2 kimia yg juga beracun…). Kalau semua orang di dunia sehat, akan terjadi ketidakseimbangan; dokter kekurangan pasien yg berakibat berkurang pendapatan dan bisa2 fakultas kedokteran akan kosong selama satu abad ke depan…… Bertambahnya jumlah penduduk karena semuanya pada terlalu sehat juga sangat membahayakan; karena lapangan pekerjaan akan maha sempit; pemerintah akan kewalahan dan semuanya pasti menderita. Bagaimana dg binatang2 buas seperti singa, harimau dan buaya yg lebih banyak merugikan daripada manfaatnya; yg membuat hidup manusia tidak tenang & nyaman? Semestinya dibunuh/dibasmi?? Harus Ada Kes