Pekerja Seks Komersial (PSK) Yang Sopan Nan Santun

Pekerja seks komersial semakin popular sebagai sebutan baru pada wanita tuna susila (WTS). Istilah ini tentu bukan hal yang asing bagi pemuda lajang bernama SUEP. Meskipun drop out dari sebuah sekolah tinggi agama namun kondisi krisis ekonomi 1998 memaksanya untuk bekerja apapun. Sudah menjadi suratan, akhirnya SUEP menjadi salesman sebuah produk Jamu kesehatan Pria. Profesinya ini akhirnya ditekuni dan dinikmati, terlebih pengalamannya yang memungkinkan untuk bisa berkeliling penjuru nusantara. 
Suatu ketika SUEP dan patner kerjanya Dulmanap tengah serius berdiskusi tentang pekerja seks komersial.

“Dul, hampir 10 tahun kita selalu bersama, setelah keliling hampir seluruh Indonesia menurutmu PSK daerah mana sih yang paling menarik?” tanya SUEP pada Dulmanap.

Pekerja seks komersial yang paling yahud dan mantab, menurutku yang berasal dari kota Menado, dengan kulit kuning mulus, badan yang rata-rata sexy, ramping, wajah 2/3 oriental, tentu hal ini membuat saya akan sangat sulit melupakannya.” Jawab Dulmanap.

“lalu, kalau menurutmu yang dari mana EP?” Tanya Dulamanap kemudian.

Pekerja seks komersial yang paling mempesona, menurutku yang ada kota Medan, agak sama sih kulitnya rata-rata kuning mulus, badan lebih sexy, wajah 1/2 oriental, pokoke asyik pol dul, masih ingatkan dulu dengan shely Medan, ssuuuexxxxxxyyy pols, aku gak bisa melupakannya, heee..heee kaya artis sinetron Dul”.

Apalagi canda dan sapanya Shely yang masih terngiang “bang, mampir sinilah, duduk-duduklah bang disini!”.

“iya..iya memang mantab, aku ngakuin kok” jawab Dulmanap.

“nah kalo yang kriterianya sopan dan santun PSK yang darimana?” Tanya Dulmanap. Ehm…hm “kalo menurut kamu sendiri dari mana PSK yang sopan santun itu?, jangan-jangan dari kotamu sendiri, Kediri! he..he…”.

“Enggaklah EP, kalo aku sih jagoin PSK di Yogyakarta, he..he..ingatkan dengan Saropah? kurang sopan gimana lagi coba?

“tutur katanya Saropah halus kaya putri dari kraton “ngersaaken sare mas, monggo pinarak mas!”  “SUEP, kamu setujukan dengan pendapatku?” Tanya Dulmanap.

Pekerja Seks Komersial yang paling sopan se Indonesia bukan dari Yogyakarta, “terus dari mana SUEP?” Tanya Dulmanap sambil keheranan.

“menurutku justru PSK yang paling sopan itu dari Bajawa NTT, lihat aja semua PSKnya nggak ada yang bajunya seronok dan terbuka, pake rok mini, you can see, dll. Kalau PSK dari kota Bajawa selalu pakai celana panjang dan sudah dapat dipastikan akan memakai jaket” jelas SUEP dengan tegas.

“Oowalla EP SUEP, kalau di Bajawa PSKnya pasti pakai jaket, karena sangat dingin sekali daerah itu, kalo nggak pakai pasti kemasukan angin. Jangankan PSK, orang yang gilasaja disana semua juga pakai Jaket” jawab Dulmanap dengan ketus.

He..he…makanya ingat Dul, Yogya itu sudah bukan barometer sopan dan santun, he..he  (Sha 5 W).

Yunan Shalimow

About the Author

Yunan Shalimow

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf Onlineku Untuk Semua... Bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana..... Hidup Untuk Memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan...

Leave a Comment:

All fields with “*” are required

Leave a Comment:

All fields with “*” are required

Pengen Buka Usaha di Rumah? Download Tips2nya di sini

x