Tidur bersama dengan ratusan perempuan merupakan pengalaman yang spektakuler, ”mahal”, bagi seorang lelaki. Apakah terdorong oleh obsesi untuk menjadi ”lelanangin jagad”, penyaluran hobby, atau sekedar sebuah kondisi yang datang karena alasan kebetulan belaka. SUEP, akan menuturkan pengalaman pribadinya, special untuk anda.
SUEP, dikenal sebagai mantan seorang santri jebolan Pondok Pesantren disalah satu kota di Jawa Timur. Pembawaanya cool, santun, meski masih nampak kental kepribadian yang full lugu dan sederhana. Meskipun 10 tahun lalu telah lulus dari sebuah Istitut Agama, namun kepribadian SUEP masih seperti yang dulu.
Lima tahun tinggal di Ibukota Jakarta, bekerja pada sebuah perusahaan besar bidang produksi makanan menjadi sosok pemuda potensial, cukup mapan. Namun terbersit kegundahan SUEP karena selalu mengalami kegagalan dalam membina hubungan serius. Beberapa kontak jodoh sudah dirambah, termasuk mendaftar ke take me out, tapi semuanya masih nihil juga.
Berusaha kuat untuk selalu jujur dalam tutur kata dan perbuatan seolah menjadi makanan sehari-hari. Meski karena faktor inilah beberapa perempuan yang didekatinya akhirnya menjauh. Dengan keluguannya SUEP selalu menjawab: ”ratusan” ketika teman dekat perempuannya mencoba bertanya: ” jawab dengan singkat!, sudah berapa kali kamu tidur dengan perempuan”?. Jawaban inilah yang sering membuat pacar SUEP terpental dari dekapan SUEP.
Terlepas kekurangan, kelebihan pribadi SUEP akhirnya menarik hati perempuan bernama SAROPAH, seorang dokter muda yang bertugas di Puskesmas dekat kontrakan SUEP di daerah Bogor. Ternyata keluguan SUEP justru membuat hati Saropah bertekuk lutut tanpa daya, sudah terlalu lelah berburu lelaki dengan segala ”image-nya”. Pilihan harus segera ditentukan, beruntunglah salah satu nominasinya adalah SUEP.
Pada suatu malam Minggu, dan ini berarti waktu yang tepat bagi SUEP untuk wakuncar pada Saropah sang dokter muda. Kayaknya momen ini begitu special bagi SUEP karena sejak selepas sholat Ashar terlihat serius menuliskan beberapa kalimat disebuah kertas. Kadang terlihat merenung untuk mencari sebuah inspirasi. SUEP serius mempersiapkan diri agar tidak menggalami kegagalan cinta seperti yang terjadi sebelumnya.
Karena khawatir akan ditanya Saropah dengan pertanyaan yang sama dengan beberapa pacarnya terdahulu maka SUEP menuliskanya menjadi sebuah cerita singkat layaknya sebuah memoar, ”agar tidak terjadi miss komunikasi seperti dulu” fikirnya. Acara malam Mingguan ini dilalui dengan acra berbasa-basi, tanya kabar sana sini, membacakan memoar ”pengakuan diri” yang dibuatnya sore tadi.
Dengan khusu’ layaknya mau melakukan ritual ibadah, maka SUEP membacakan memoarnya pada Saropah; selengkapnya…………..
Maafkan Aku ..Para Perempuan
…………………….
Aku belum memutuskan untuk bersikap
Haruskah aku bersyukur, atau menyesalinya
Ditengah gersangnya ladang dibatinku
Yang tak tersiram oleh kasih sayang perempuan
Padahal aku tengah mendambanya…
Hampir setiap hari aku ditemani tidur oleh perempuan
Saya tidak tahu dia istrinya siapa
Saya tidak tahu, dia masih sendiri atau..
Sayapun kurang faham dia anak siapa, rumahnya dimana
Kadang perempuan tersebut pekerja nan cantik
Tidak jarang dia adalah ibu muda yang agak sexy
Pernah juga ibu-ibu yang agak sexy namun agak tambun
Beberapa kali mahasiswi cantik yang agak genit
Yang aku tahu adalah…….disampingku
Perempuan yang menemani tidurku sepanjang perjalanan
Namun bisa dijamin nir aktifitas negatif
Kami hanya berdempetan, bersenggolan, merasakan kehangatan sesaat, dll……
Aku menikmati terbit dan tenggelamnya matahari dengan tidur
Maklumlah sebelum subuh aku bangun, selepas kerja aku lelah
Maka perjalanan dibis AC semakin nikmat untuk tidur
Tanpa sadar aku menikmatinya
Kadang aku maknai sebagai sebuah hiburan untuk diri
Tidak jarang membimbing lamunanku ke arah langit
Salahkah aku bila terjebak dalam aktifitas tidur bersama para perempuan ini???
Aku masih belum memutuskan untuk bersikap
Haruskah aku bersyukur, atau menyesalinya???.
Terima kasih
SUEP, 14 Februari
Setelah membacakan memoarnya pada Saropah, mimik muka SUEP nampak cemas, kekhawatiran penyikapan oleh perempuan yang dekat dengannya akan terulang lagi. ”Saropah, maafkan aku ya karena sudah tidur dengan ratusan perempuan!, Semoga kamu bisa menerima kondisi ini” ujar SUEP dengan pasrah.
Saropah: ”aku masih fikir-fikir mas SUEP untuk menyikapinya, tapi secara umum nggak masalah sih, karena aku juga sering bobo’ sama lelaki, waktu di pesawat, kereta ataupun bis, kan berdampingan dan sama-sama bobo, jadi bobo bareng, he..he.heheh”. Suep pun tersenyum sambil menjawab: ”semoga kamu bisa menerimaku apa adanya Saropah”.
Saropah menimpali: “aku bahkan lebih dari yang kau lakukan mas SUEP, aku sudah meraba-raba ribuan dada pria, enjoy aja mas” . Sambil merem melek dan setengah kaget “oh ya waktu meriksa ya, hehehe”.


wewww….judulnya sensasional,,,,jadi mas SUEB ini profesinya apa yah….pergi subuh pulang malam (hahaha ga penting) yg penting pagi dan malam di bis AC ketiduran di bis dengan perumpuan yg berbeda setiap harinya……lelaki yang kelelahan karena kerja keras seharian
jangan2 suep nya ya pak shalimow.com sendiri hiiiiiiiii ngeri
Bunda: ada itu buk: Lima tahun tinggal di Ibukota Jakarta, bekerja pada sebuah perusahaan besar bidang produksi makanan
Hesmi: jangan-jangan ya jangan hesmi, aku kan bukan lulusan sekolah agama, dst, Just Humor
wah hebat nih Judulnya begitu menggoda…wakwkwk….
salam hangat…waduh….tujuh belas tahun ke atas nih judulnya bang
teruskan ceritanya ya mas, terus bikin cerita dengan judul yang menarik. Tulisannya gak menarik tidak apa-apa, yang penting judul dan gambar menarik, entar tulisannya akan menarik dan enak dibaca koq. Hidup SUep!!
kayaknya kok menjurus ke pemilih blog ini
*kaburrrrrr*
wah kalo gitu saya mah ga cuma perempuan, ratusan laki-laki juga tidur bareng saya
MANTAN santri??? its so damn seriuos
siapakah suep tersebut??
Selamat siang Shalimow, setiap manusia punya masa lalu, ada yang indah dan ada yang buruk, tapi semuanya perlu disikapi dengan bijak, karena kita tidak mungkin hidup berpijak pada masa lalu terus. Untuk masalah Suep dan Saropah sama-sama punya masa lalu yang sama dan sama-sama mengalami pengalaman yang tidak jauh berbeda makanya dengan mudah mereka dapat mengerti satu dengan yang lainnya. Saling menerima masa lalunya itu yang baik, masa lalu yg buruk agar dijadikan cermin untuk bersikap lebih bijak lagi pada masa sekarang. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk Shalimow.
Regards, agnes sekar
Sekarang saya malah pengin meraba-raba dompet panjenengan mas, cari dolar.
ha ha ha ha
salam hangat dari Surabaya
Rafi: hehehe, sukses ya judulnya menggoda. makaci mas
Yazid: makaci komentarnya mas yazid. Maju terus Mahkama konstitusi
Annosmile: nggaklah bos, hehehehe
Yudi: asyik donk mas, heheheh
Life: santri kan murid, ada batas waktunya, ……….
Fans: kenalan sendiri mas, wkwkkwk
Agnes: makaci komentar dan kunjungganya bu
Blogcamp: silahkan pak, suwun kunjunggannya pak
Hi ! ! !,
assalamalikkum wa rahmatullah wa barkatuhu
How r u? I am fine. How is everything?
Today i did extra documents in grouping. Mr.rahmath bhai made me arrange
my work. I said i dont have money can u give me some. I said i dont have.
Today in bus an old man bought vegetables. As kuwaiti children came in some
of his vegetable stuff fall down. He bagan to pick all of them.
Mr.ruab is going to duty. He is going to be busy.
Mr.junaid has not yet come. He too is busy.
I am alone in room. I am lonely.
Here the climate is hot & shiny.
Convey my salams to all.
Take care.
Bye.
Place : Farwaniya, Kuwait Signing out,
Date : 02-Mar-2010 Razi
Aduh… Kalau saya sekali pun belum pernah… Hehehe…
wah, imajinasi sueb luar biasa..
sueb……sueb…..
nasibmu mujur…hehehe….
ceritanya mantabs…….
salam bt mas shalimow
saropah keren euy
Lucu juga mas,tp rata2 ending ceritanya ga klimaiks….btw klo bisa dikirimin donk ke email ku…hehehe.thank you
hahaha.. memang kerjaan dokter kan begitu ya.. pegang2x dada setiap pasiennya..:D
haha meraba kesanya gimana gitu
sueb is new star
sueb is a new star
hadooooooh kyanya kesan ceritanya dah hot bngeeeed
tp,keren kok lucu
ak yg lg bte aja ampe ketawa ndirian
hoooooott mantap eUy ceritanya,,
terima kasih gan buat infonya
lam knal ja gan..