Menguak Manfaat Gerakan Ruku dan I’tidal Dalam Sholat

gerakan rukuSalat merupakan salah satu amal ibadah yang akseptable dan proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan sholat sangat melekat dengan gestur (gerakan khas dari tubuh) seorang muslim. Dari sudut pandang ilmiah maka dapat menjadikan sholat sebagai terapi bagi berbagai jenis penyakit yang diderita manusia.
Gerakan sholat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW mengandung hikmah dan manfaat bagi kesehatan manusia. Tentunya apabila gerakan tersebut dilakukan dengan benar dan tertib  (tuma’ninah). Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA menjelaskan manfaat dari geraklan Ruku dalam sholat.

Sabda Rasulullah: “Rukulah dengan tenang dan tertib (tumaninah).” Ketika melakukan gerakan ruku, maka Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangannya di atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Dibalik gerakan ruku yang demikian ternyata mempunyai beberapa manfaat.

RUKU’
Posisi: gerakan ruku yang sempurna ditandai ketika tulang belakang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung orang yang sedang sholat tersebut maka air tidak akan tumpah, jadi posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Gerakan Ruku dapat membawa manfaat dalam hal merawat kelenturan tulang belakang (corpus vertebrae) yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) serta aliran darah yang menyertainya. Ruku juga dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang.

Demikian pula bagian tubuh lain seperti tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan ruku ini. Kelenturan dari syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.

Manfaat lain dari gerakan ini adalah posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Sedangkan tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, ruku juga sebagai gerakan yang melatih kemih untuk mencegah gangguan prostat.

“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” gerakan ini juga mempunyai makna yaitu pada saat berdiri dengan mengangkat kedua tangan, maka darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini bermanfaat pada menjaga syaraf keseimbangan tubuh yang berguna untuk mencegah pingsan secara tiba-tiba.

Manfaat dari I’tidal adalah variasi postur setelah ruku dan sebelum melakukan sujud. Gerak berdiri membungkuk dan berdiri sujud merupakan latihan bagi organ pencernaan yang baik. Organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian sehingga pencernaan menjadi lebih lancer dan kuat.

Demikian paparan singkat ini semoga bermanfaat. (Sha 5 w).

Yunan Shalimow

About the Author

Yunan Shalimow

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf Onlineku Untuk Semua... Bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana..... Hidup Untuk Memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan...

Leave a Comment:

All fields with “*” are required

Leave a Comment:

All fields with “*” are required