Sang waktu telah menghantarkan kita masuk pintu gerbang bulan Rajab setiap tahunnya. Bulan Rajab dari beberapa pendapat merupakan salah satu bulan yang sangat khusus dan istimewa karena merupakan bulan yang dikhususkan oleh Allah (Ada 4 bulan muharam: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Disamping itu ada beberapa keistimewaan lain yang ada pada bulan Rajab.
Selain bulan Ramadhan maka pada bulan Rajab juga memiliki banyak keistimewaan, antara lain anda bisa mendapatkan Ridha, kemuliaan, pahala yang berlipat, permohonan doa akan dikabulkan serta akan diampuni segala dosan dan akan digantikan dengan amal kebaikan. Luar biasa memang, sekarang semua tergantung anda, apakah akan mengambil peluang emas ini, atau sakaratul maut akan datang lebih dahulu sebelum kita sempat menikmati keistimewaan dari salah satu bulan ini.
Dalam salah satu Hadist, yang diriwayatkan oleh Mujibah al-Bahiliyah, Kanjeng nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Puasalah pada bulan-bulan haram (suci dan mulya).” (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Sebagaimana diketahui ada 4 bulan Muharam yang mempunyai keistimewaan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Hadist Rasulullah yang lainnya di Riwayatkan oleh al-Nasa’i dan Abu Dawud yang kemudian disahihkan oleh Ibnu Huzaimah, Beliau bersabda: “Usamah berkata pada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban. Kemudian Rasulullah menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”
Dari hadist diatas dijelaskan oleh al-Syaukani (Naylul Authar, dalam konteks pembahasan puasa sunat) dari ungkapan Nabi “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang” itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan untuk melakukan ibadah puasa.
Selain hadist diatas masih terkait puasa bulan Rajab, maka cukup banyak hadist lain yang menjelaskan tentang hal itu, namun kesahihanya masih dipertanyakan oleh beberapa ulama, tentu hal demikian bisa menjadi bahan diskusi yang menarik bagi kita. Hadist-hadist itu antara lain:
-
Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT,
Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa, -
Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab maka akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT,
-
Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat,
-
Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, Insyaallah permintaannya akan dikabulkan,
-
Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga,
-
Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”
-
Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?” Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
-
Dalam salah satu riwayat lainya menceritakan bahwa Tsauban tengah bercerita : “Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”. Dan lalu beliau bersabda lagi: “Wahai Tsauban, kalau mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.” Lalu Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH dzat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”
-
Dalam Sabda beliau yang lain (mursal) Riwayat Abul Fath dari al-Hasan, Rasulullah mengatakan: “Sesungguhnya Rajab adalah bulannya ALLAH, Sya’ban adalah bulanku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.
Hadist-hadist yang tersebut dengan poin diatas beberapa diantaranya dinilai dha’if (kurang kuat) hal ini ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi. Selain itu ditegaskan pula oleh Ibnu Hajar, dalam kitabnya “Tabyinun Ujb”, yang menerangkan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha’if) yang menerangkan tentang keutamaan pelaksanaan ibadah puasa di bulan Rajab.
Pendapat lain al-Syaukani, dalam Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam’ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan sunah untuk puasa bulan Rajab, maka hadist yang umum cukup bisa dijadi kan hujah atau landasan.
Dalam Islam dikenal pula ilmu mushthola al-hadits, yang menjelaskan tentang berbagai kedudukan hadits. Salah satu hal penting untuk diketahui adalah: sebuah hadits dhoif ternyata bisa digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan suatu amalan, yang tidak boleh adalah hadist dhoif tersebut digunakan sebagai dasar penetapan suatu hukum syara’. Jadi wilayah fungsinya sebagi sumber motivasi dalam ibadah saja, maka tidak menjadi masalah.
Demikian semoga para muslimin dan muslimat bisa segera mengambil manfaat dri waktu yang disipakan oleh Allah untuk kehidupan kita. Keikhlasan untuk mejalankan perintahnya semoga merupakan puncak ibadah yang membahagiakan.
Disarikan dari beberapa Sumber: (pesantren virtual.com, ikwanti.wordpress.com, dan sumber lainnya).


ga kerasa udah bulan Rajab lagi. ulasan bagus kang…
alhamdulillah saya jg lg menunaikan puasa rajab nih..mudah2an bisa mendapatkan keistimewaannya..amin
wahai saudaraku, mohon disebutkan riwayat hadis tsb diatas.
karena ada keraguan saya membaca suatu hadis tanpa disebutkan riwayatnya.
semoga saya salah bertanya, matur nuwun
wassalam
terima kasih atas artikelnya. bagus banget. sampe merinding bacanya. but, mesti dikasih tau sumbernya dari mana dalil-dalil tersebut agar lebih kuat dan meyakinkan.
wah… belum mulai puasa dah update aja niy mas shalimow…
klu gini jadi teringat tar buka di bundaran UGM, hehehehe… puasa jg belum, hehe..!!
mw ikut puasa rajab, ikut mas shalimow menunaikan ibadah…
baru beberapa hari lalu saya bertanya pada diri sendiri.. Bulan Rajab, mulainya kapan ya.. maklum, tidak terlalu hafal bulan dalam hitungan Islam..parah lagi karena jauh dari orang2 yang biasanya mengingatkan… hmm..makasi dah mengingatkan ya..
btw..link nya dah ditempel tu..
Insya Allah akan puasa,muah2an Allah Swt meridhoi.
Bagus tuh saran dari sahabat agar dalam menuliskan hadist juga dicantumkan riwayatnya.
Terima kasih sudah diingatkan.
Sebentar lagi bulan Puasa… Semoga bertemu lagi… Amin…
Terima kasih sudah di ingatkan … semoga kita bisa menjalankan ibadah sunah tersebut …
wah gag kerasa yah kang, katyaknya bentar lagheee nih
Insya Allah saya juga akan menunaikan ibadah puasa di bulan Rajab ini, semoga niat ini tidak terhalang oleh pengaruh dan godaan syetan….Amin
Aslmualaikum..kang aq bru bka artikel ini ni..aq gk tw rajab kpan,hrsnya puasa kmren ya..aq bru mulai puasa hr ni kang insya Allah..
gpp kn ya..?
Bara$: makasi bos atas kunjunganya
Opung@: thanks ya met lanjutin puasanya ya
Jenna$: matur suwun mbak komentarnya
mas joko$: wahai saudara, thanks masukkanya, lain x ya, gi cibux nich
mbotee$: makasih ya mas, asyiik di YK ya
Uth$: Ok lain x ya, lagi sibuk, nulisnya buru2
ceuceusovi$: sama-sama mbak, udah aku link di page/tukar link
Abdul Cholik$: makasih ya pak komentarnya
nasyarobby$: thanks ya komentarnya, smoga aja ketemu puasa romadhon
Wongndeso$: sama-sama, thanks. met puasa
harry seenthing$: hehehe, makaci kunjunganya
mangshanny$: Ok met puasa aja ya
Nita$:WWW, met puasa aja, gpp kok. sukses sll ya
Loved your latest post, by the way.
assalamu’alaikum
Artikel buaguussss, tpi untuk lebih hti2 kayaknya dalil yang dicantumkan mesti pake keterangannya biar lebih muantaappp and nggak rgu2 ngjalanin shoum Rajab nya
amazing posting. Dahsyat mas….insya Allah puasa deh..
Alhamdullilah, buka lembaran baru dan berkomitmen seberusaha mungkin untuk menghabiskan waktu untuk beribadah, amin, alhamdullilah…
Thanks bngt Artikelnya sangat2 berguna, dari dulu nyari keutamaan tentang bulan rajab syaban & ramadhan gara2 buku gw hilang ga tau dipinjam siapa
gw jg mo lebih rajin lagi ibadahnya
Ayo Smangat bwt para muslimin & muslimah !
sob, tolong kasih/posting beberapa sumber hadist dari kalangan ahlu bait mengenai puasa di bulan rajab, thanks.
assalamualaikum,,
untuk puasa rajab,, batas waktunya sampai kapan ya pada bulan rajab tahun ini?
wassalamualaikum
Assalamualaikum,
saya berada di Iran dan disini bulan dan tgl beda sama di Indonesia/Internasional dan saya ingin sekali mengamalkan doa2 pada bulan Rajab, namun saya tdk tau,Tolong Informasi tgl dan bulan apa, bulan Rajab/Sya’ban dan puasa itu, Terima kasih sebelum dan sesudah nya,Semoga Allah membalas budi baik nya,
numpang pejwan
subhanallaahil hayyil qoyyuum. amalan setap hari selama bulan rajab, baca 100 kali.
wa alaikumussalam Thari Jauss………..
di indonesia tgl 1 rajab jatuh pada hari senin 14 juni 2010. tentang amalan dan puasa
sunat, buka geogle : ( amalan bulan rajab).
wassalam wr.wb.
Ibadah , perlu dalil yg shohih yg datang dari Alloh dan Rasulnya, Mas bisa ditambah penjelasan rujukan dari mana datangnya perintah puasa ini ?baik al-qur’an ataupun hadis Nabi, tentu agar kita waspada dari melakukan puasa yang datang perintahnya dari syaiton, atau manusia yang menggiring ke neraka,…….. , sudah cape, lapar dahaga dan haus kemudan Alloh mengadab, Naudubillahi min dalik.
mantap kang… ini yang kucari.
akhirnya sampean nulis ttg rajab juga, sesuai dengan kebutuhan kita. biar gak baca ttg piala dunia mulu hehe
Berpuasalah dengan Ikhlas karena Allah SWT Insya Allah Maqbull…amin.
Dari pantuan ku Bahwa hadis yg melatar belakangi Puasa Rajab ini adalah Dha”ief..mohon sahabat2 untuk cek dan mericek kembali….dan setiap menulis Hadis seharusnya sekalian menuliskan rawinya secara jelas dan benar, biar kita2 tdk salah kaprah…
Wallahu A’lam Bissawab…..
Sebagai perbandingan awal bisa dibaca-baca disini:
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=921&Itemid=30
Semoga bermanfaat.
Sebagai Tambahan, Salah Seorang Ulama Besar Sheikh Sayed Sabiq, Pengarang Kitab Fiqh Sunnah, menjelas kan dalam kitabnya sbb:
???? ????? ??? ???? ???? ???? ?? “??? ?????” (1/383) :
” ????? ??? ??? ?? ??? ???? ??? ???? ?? ?????? , ??? ??? ?? ?????? ????? , ??? ??? ?? ????? ??????? ?? ?????? ????? ?????? , ??? ?? ??? ?? ??? ??? ?? ????? ???????? ?? ” ????? .
Artinya:
Sheikh Sayed Sabiq Rahimallah dalam kitabnya “Fiqh al-Sunnah” (1 / 383):
“Puasa di bulan Rajab tidaklah lebih baik dari puasa pada bulan lainnya, kecuali bulan tersebut hanya sebagai bulan Haram (suci)saja. Di dalam Sunnah yang Shahih tidak disebutkan keutamaan berpuasa dalam bulan Rajab tersebut. ……dst.
Semoga bermanfaat…………..
subhanallah,,,, Maha Suci ALLAH,,,,
yang dengan baik-Nya m’brikan k’besaran yang sgguh nikmat tuk para Umat-Nya,,,,
but,,,ckrg bxk s’X manusia yg Lupa akn Adanya ALLAH.swt,,,
bxk mnusia yg ng’rjkan Lrangan ALLAH.swt & m’jauhi Printah ALLAH.swt,,,
na’udzubillah,,,
tdk kh mreka m’xdari bhwa ALLAH.swt adlh Tuhan yang Sangat Mulia,,,
Tuhan Yang Maha Adil,,,
hx b’puasa ( mnahan sgla hwa Nfsu ) dlm 1 hre z4 d’bln Rajab,,,, ALLAH mw m’brikan k’istimewaan-Nya yg b’gtOe bs4r,,,,
ALLAHU AKBAR,,,,LAAILAHAILLALLAH,,,,
spektakuler…jadi semangat beribadah. tapi bener juga tuh dalilnya harus lebih diperjelas lagi. good luck^_^
Sebagian orang sempat menganjurkan bahwa banyaklah puasa pada bulan Rajab. Ada pula yang menganjurkan untuk berpuasa di awal-awal bulan Rajab. Apakah betul anjuran seperti ini ada dasarnya? Silakan ditelusuri dalam pembahasan singkat berikut ini. Semoga bermanfaat.
Aku bertanya pada Sa’id bin Jubair tentang puasa Rajab dan kami saat itu sedang berada di bulan Rajab, maka ia menjawab : Aku mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata : Nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR. Muslim dalam kitab Ash Shiyam. An Nawawi membawaknnya dalam Bab Puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di selain bulan ramadhan)
Sebagian orang agak sedikit bingung dalam menyikapi hadits di atas, apakah di bulan Rajab harus berpuasa sebulan penuh ataukah seperti apa?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
”Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban, jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.
Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Bahkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.”(Majmu’ Al Fatawa, 25/290-291)
Bahkan telah dicontohkan oleh para sahabat bahwa mereka melarang berpuasa pada seluruh hari bulan Rajab karena ditakutkan akan sama dengan puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana hal ini pernah dicontohkan oleh ’Umar bin Khottob. Ketika bulan Rajab, ’Umar pernah memaksa seseorang untuk makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan,
??? ???????????? ???????????
”Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan bulan Ramadhan.” (Riwayat ini dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 25/290 dan beliau mengatakannya shahih. Begitu pula riwayat ini dikatakan bahwa sanadnya shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)
Adapun perintah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam untuk berpuasa di bulan-bulan haram yaitu bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, maka ini adalah perintah untuk berpuasa pada empat bulan tersebut dan beliau tidak mengkhususkan untuk berpuasa pada bulan Rajab saja. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 25/291)
Imam Ahmad mengatakan, Sebaiknya seseorang tidak berpuasa (pada bulan Rajab) satu atau dua hari.”
Imam Asy Syafi’i mengatakan, ”Aku tidak suka jika ada orang yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.”
Beliau berdalil dengan hadits ’Aisyah yaitu ’Aisyah tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lainnya sebagaimana beliau menyempurnakan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. (Latho-if Ma’arif, 215)
Ringkasnya, berpuasa penuh di bulan Rajab itu terlarang jika memenuhi tiga point berikut.
1. Jika dikhususkan berpuasa penuh pada bulan tersebut, tidak seperti bulan lainnya sehingga orang-orang awam dapat menganggapnya sama seperti puasa Ramadhan.
2. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut adalah puasa yang dikhususkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagaimana sunnah rawatib (sunnah yang mengiringi amalan yang wajib yaitu amalan puasa Ramadhan).
3. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut memiliki keutamaan pahala yang lebih dari puasa di bulan-bulan lainnya. (Lihat Al Hawadits wal Bida’, hal. 130-131. Dinukil dari Al Bida’ Al Hawliyah, 235-236)
Kesimpulan: Tidak ada yang istimewa dengan puasa di bulan Rajab kecuali jika berpuasanya karena bulan Rajab adalah di antara bulan-bulan haram, namun tidak ada keistimewaan bulan Rajab dari bulan haram lainnya. Yang tercela sekali adalah jika puasanya sebulan penuh di bulan Rajab sama halnya dengan bulan Ramadhan atau menganggap puasa bulan Rajab lebih istimewa dari bulan lainnya. Juga tidak ada pengkhususan berpuasa pada hari tertentu atau tanggal tertentu di bulan Rajab sebagaimana yang diyakini sebagian orang.
Jika memiliki kebiasaan puasa Senin-Kamis, puasa Daud atau puasa ayyamul biid, maka tetap rutinkanlah di bulan Rajab. Semoga Allah beri taufik untuk tetap beramal sholih.
Semoga pembahasan singkat ini bermanfaat bagi pengunjung Rumaysho.com sekalian. Semoga Allah selalu memberkahi kita di bulan Rajab ini.
sumber :http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2608-adakah-anjuran-puasa-di-bulan-rajab.html
mau tanya pak,,, saya kan awam nih tentang agama.. puasa rajab itu hukumnya sunah ya??
hari puasa rajab ini gimana,,
misalnya bolehkah 1hari puasa 1 hari tidak (diselang-seling harinya) ato harus 1 bulan penuh,, ato gimana???????terimakasih bantuanya…
saya sangat setuju……insaallah semuanya baik asal di awali dengan niat yg baik pula,mudah mudahan Allah meridloi qt semua amiennnn……
assalamualaikum…
ulasan yang bagus, tapi ada yang ingin saya tanyakan.
apakah puasa dibulan rajab itu harus berturut-turut harinya?????
trimakasih
SElamat menunaikan puasa di bulan rajab
semoga Alalh memberikan berkah u/ kita semua
Puasa di Bulan Rajab
Pada dasarnya berpuasa di seluruh bulan dalam setahun disyari’atkan kecuali ramadhan atau pada waktu-waktu yang dilarang untuk berpuasa, seperti : dua hari raya, hari-hari tasyriq, hari jum’at. Sedangkan berpuasa di bulan ramadhan adalah diwajibkan.
Seseorang diperbolehkan berpuasa senin kamis, tiga hari dalam sebulan, atau puasa Daud pada bulan manapun dalam setahun termasuk didalamnya bulan rajab. Hal demikian berdasarkan keumuman dalil-dalil yang menerangkan tentang puasa-puasa sunnah, diantaranya :
1. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw sering berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
2. Dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah saw pernah memerintahkan kami agar berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan, yaitu apa yang dinamakan dengan hari putih; tanggal ketiga belas, keempat belas dan kelima belas.’ Nabi saw bersabda,”Itu semua seperti berpuasa sepanjang waktu.” (HR. An Nasai dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
3. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bahwa Rasulullah saw telah bersabda,”Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Daud. Dia tidur sepanjang malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.” (HR. Ahmad)
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa tidak ada pelarangan tentang berpuasa di bulan rajab dan juga tidak ada penganjurannya karena bulan rajabnya itu sendiri akan tetapi berpuasa pada dasarnya disunnahkan. Didalam sunnan Abu Daud bahwa Rasulullah saw menganjurkan berpuasa di bulan-bulan haram dan rajab adalah salah satunya. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz VIII hal 56)
Dan tidak ddiapat riwayat shahih yang menjelaskan tentang berpuasa rajab dikarenakan keutamaan yang ada didalam bulan itu. Diantara hadits-hadits itu adalah :
1. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Rajab adalah bulan Allah, sya’ban adalah bulanku dan ramadhan adalah bulan umatku. Barangsiapa yang berpuasa rajab dengan keimanan dan penuh harap maka wajib baginya keredhoan Allah yang besar, akan ditempatkan di firdaus yang tertinggi. Barangsiapa yang berpuasa dua hari dari bulan rajab maka baginya pahala yang berlipat dan setiap takarannya sama dengan berat gunung-gunung di dunia dan barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah akan menjadikan puasa itu sebuah parit yang lebarnya satu tahun perjalanan diantara dirinya dengan neraka…” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).
2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah tetapkan baginya puasa sebulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan rajab maka Allah tutupkan baginya tujuh pintu-pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari dari bulan rajab maka Allah bukakan baginya delapan pintu-pintu surga dan barangsiapa yang berpuasa setengah bulan rajab maka Allah tetapkan baginya keredhoan-Nya dan barangsiapa yang ditetapkan baginya keredhoan-Nya maka Dia tidak akan mengadzabnya. Dan barangsiapa yang berpuasa selama bulan rajab maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak benar karena diantara para perawinya terdapat Aban. Syu’bah mengatakan bahwa berzina lebih aku sukai daripada aku meriwayatkan hadits dari Aban. Ahmad, Nasai dan Dauquthni mengatakan bahwa hadits ini tidaklah diambil karena didalamnya terdapat Amar bin al Azhar. Ahmad mengatakan bahwa hadits ini maudhu’u (palsu). (Al Maudhu’at juz II hal 205 – 206)
Tentang permasalahan ini, Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan didalam kitabnya “Tabyiinul ‘Ajb” hal 23 bahwa tidak terdapat riwayat tentang keutamaan dari bulan rajab, tidak puasa di bulan itu, tidak berpuasa sedikit saja dari bulan itu dan tidak pula mengerjakan qiyamullail yang dikhususkan di bulan itu.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan didalam kitab “al Muniful Manar” hal 151 bahwa seluruh hadits yang menyebutkan bulan rajab, melakukan shalat disebagian malam-malam di bulan itu maka ia adalah pendusta dan pembohong.” (Silsilatul Ahaditsil Wahiyah juz II hal 222)
Puasa di Bulan Sya’ban
Jumhur fuqaha, yaitu para ulama Hanafi, Maliki dan Syafi’i berpendapat akan dianjurkannya berpuasa di bulan sya’ban berdasarkan riwayat dari Aisyah yang berkata,”Aku tidak melihat Rasulullah saw lebih banyak berpuasa daripada bulan sya’ban.” Aisyah juga berkata, ”Bulan yang paling disukai Rasulullah saw untuk berpuasa didalamnya adalah sya’ban bahkan sampai bulan ramadhan..”
Syarbini al Khatib mengatakan bahwa terdapat riwayat didalam shahih Muslim bahwa Rasulullah saw berpuasa di bulan sya’ban seluruhnya kecuali sedikit sekali (dari hari-hari itu).”
Para ulama berkata bahwa lafazh dalam hadits kedua adalah penjelasan dari hadits yang pertama, bahwa yang dimaksud dengan seluruhnya adalah sebagian besarnya.
Dari Aisyah berkata bahwa aku tidak melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan ramadhan.” Para ulama berkata bahwa beliau saw tidak menyempurnakan puasanya satu bulan penuh supaya tidak dianggap bahwa hal itu adalah kewajiban.
Sedangkan para ulama Hambali berpendapat bahwa tidak dianjurkan berpuasa di bulan sya’ban, ini adalah pendapat kebanyakan dari mereka namun pemilik kita “Al Irsyad” menganjurkannya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 9993)
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda “Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya).” (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa’i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): “Usamah berkata pada Nabi saw, ‘Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”
Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang” itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Ada beberapa hadis lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini:
• “Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan.”
• Riwayat al-Thabrani dari Sa’id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya…..”
• “Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut”.
• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.”
Hadis-hadis tersebut dha’if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.
Ibnu Hajar, dalam kitabnya “Tabyinun Ujb”, menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha’if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.
Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam’ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.
Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (spt yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Wallahu A’lam
Ada kaidah dalam Usul Fiqih.. : Dalam urusan ibadah maka harus ada perintah… tapi dalam urusan dunia harus ada larangan…
dengan kaidah di atas puasa rajab apakah betul kuat secara dali, baik itu sanad maupun rawinya?!!! jangan sampai anggapan kita baik bahkan benar ternyata Rasulullah tidak pernah melakukannya artinya kita mengada-ngada dalam ibadah…
seperti contoh kita melakukan sholat krn ada perintah baik al quran maupun hadist. jadi buat apa kita sholat kalo tidak ada perintah, makanya kita sholat krn ada perintah… Dalam ibadah jangan menunggu larangan baik itu haram maupun makruh…
kalo urusan muamalah/keduniaan baru’ kita boleh melakukan APAPUN selama tidak ada larangan dari Quran maupun hadist… baik larangan secara agama maupun akhlaq…
ayo… ibadahlah sesuai dengan contoh rasul yang pasti. jgn beribadah yang meragukan yang dianggap sebagai sunah tp bkn sunah Rasul!!!
apakah sholat kita yang lima waktu sudah dilakukan dengan baik dan diterapkan pd khidupan sehari-hari..!!! bagaiamana dengan sholat rowatib kita?!!! bagaimana dengan sholat malam kita..!!! bagaimana dgn shaum senin kamis kita…!!! yang sdh jelas perintah dari Allah langsung…!!! wallahu ‘alam
Semoga Allah Akan Memberikan kita semua Rahmatnya….
Lebih-lebih dari pahala pusa rajab yang dijanjikan, bila kita pusanya ikhlas…..
Aminnnnnnn ^_^
Amin..Dengan mulai sekarang melatih diri tuk berpuasa apalagi ini bulan Rajab bulan Allah lihat ..dri coment2 diatas sungguh sayang sekali bila dilewatkan..yu kita berbenah diri lihat saudara2 kita yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, kadang cari makan susah, bagaimana klo kita seperti itu,..hidupkan kembali kasih sesama umat. moga kita menjadi Hamba Allah yang terkasih..dpt rahmat & Hidayah Allah SWT.
Buat mas Zen, saya mau nanya, boleh kan mas?
1. Berdoa setelah selesai solat ada perintahnya ga mas?
2. Klo berdzikir?
3. Lebih utama yang mana solat apa berdzikir?
Tolong dijawab ya mas, soalnya dari tulisan mas, kaya’nya mas ahli ushul fiqih bgt..
kata Hasan Al-Banna “Mari kita saling bekerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati. Dan mari kita saling memaafkan dalam masalah-masalah yang kita berbeda pendapat.”
beda pendapat (khilafiah) adalah hal yang wajar, selagi masih menggunakan dasar dan dalil yang shahih, untuk akh hiya dan ukhti rani terimaksih atas pencerahannya, buat mas yunan salimow,, untuk menghindari komentar2 yang tidak sehat, mohon klarifikasi tulisan anda kembali secara adil. lebih2 lagi ini berkaitan dengan masalah ibadah, yang sudah pasti ada aturan baku sebagai sumber rujukan. wallahhu’alam bissawab , jazakallah.
mudah2an dgn aq melaksanakan bulan rajab ini akan mendapatkan ampunan dari alloh swt serta apa yg aq inginkan cepat2 terkabul yaitu moga cepat2 diberikan jodo yang terbaik yg bkn sekedar cantik rupanya,jg hatinya dan jg terselamatkan dari segala mara bahaya amiiiiiin
Mas Yunan. Coba dicek hadisnya sekali lagi ttg Rajab adalah bulan Allah……dst. setahu saya Rajab syahru Ummati, Wasya’ban syahri (Muhammad) Wa ramadhana Syahrullah; harap hati-hati menulis hadis agar tidak terjadi kesalahan trim.
A. Siddiq: terima kasih masukannya saya coba cek dulu ya pak
Sabilillah: amien, selamat puasa.
Abi Zuhdi: terima kasih masukkanya pak
Mundzir: silahkan mas Zen dijawab pertanyaannya. tks
Ami: thanks ya atas komentarnya
Agung: amin, makaci ya mas
Zen: makaci komentarnya bos, saya setuju pada sebagian pendapat anda.
teman2 lain makaci ya
kunjungan pertama… postingan yg mencerahkan
napa si cerita tu panjang amt….. amt jga gg panjang
g terasa sekarang sudah masuk buan rajab…semoga amal ibadah kita di bulan ini di terima oleh alloh …aminnn
al-hamdulillah,,,,,, Alloh Azza wa jalla dah mmberikan kekuatan tuk berpuasa di bulan Rojab nih,,,,, walwpn da orang y bercomment ttg lemahnya dalil perintah puasa rojab,,, tuch alasn orng y malas aja,,,,, padahl dlm segi kesehatan jg bagus lho,,, pkonya y dlarang puasa slm 1 thun hnya 5 hari = 2 lebran i’dul fitri n i’dul adha, 3 hari yaumitasyriq yaitu 3 hari stlah i’dul adha,,,,, terakhir Aq ucpkan selamat berpuasa bagi saudara2Q y berpuasa di bulan Rojab nech,,,, mudh2an Alloh SWT.slmnya mmberikan keridloan kpd Qt semua,,,,, Aamien,,,,,
mari qt berpuasa di bulan rojab nech,,,,,,,, ikhlas karena Allah,,,,,,
mudah2an Allah masih mau memberikan kesempatan buat saya menjalankan puasa rajab pada tanggal 1 rajab,,,,, saya ingin menghapus semua dosa-dosa saya yang telah lalu
sudah menjadi kebiasaan di bulan rajab kita berpuasa agar mendapat keridhoaan Alloh SWT
..Alhamdulillah masih bisa ketemu Bulan Rajab,,
ayoo dong Ingat kan saya pada Bulan” Islam dan amalan”an ny,,
biar bisa bertambah Pahala dan semoga Allah meridho’i ny,,
amien,,
fb saya: Ariefu A Killua, Ariefu Sad Intro…
Twitter: @ariefukill
saya tunggu ya ingatan” dari kaliand,,
saya akan terima,,
Terima Kasih
Ikhwan
mau tanya ne….kebetulan bgt tanggal 1 rajab taun 2011 ne kan jatuh di hari jumat…da yg bilang puasa pada hari jumat itu ga boleh…trus gmn duunks??
makaci sobat untuk kunjungannya< ayo puasa rajab ya
smOga bln ne mjd bulan yg penuh barOkah bwt qta smua..
Amien..3x.
Blog yang bagus Mas, saling mengingatkan untuk kebaikan. Semoga menambah ketaqwaan kepada Allah swt, Aamiin.
Blog yang bagus Mas, saling mengingatkan untuk kebaikan. Semoga menambah ketaqwaan kepada Allah swt, Aamiin.Insya Allah saya puasa Rajab.
semoga alloh memberi taufiq dan hidayah.Nya
Niatnya gmna nh kang…
Mau bgt dpt tmpat yg mulia d sisi Allah SWT…
Maaf perlu dikatahui bahwa hadis hadis terntang ibadah bulan rajab adalah dhoip (lemah ) mohon dikoreksi lagi dan buku rujukan nailir aftor juga banyak hadis hadis lemah.
wallahu “a’lam
Ubudiyah dan Amaliyah
Puasa Rajab memang bukan Perintah.
tetapi yang menjalankan Puasa rajab ialah orang yang mengamalkan (Amaliyah) dengan nilai Ibadah.
mengenai Sah atau tidaknya Puasa, itu HAK ALLAH SWT. sebagai Juri yang Maha ADIL.
jangan-jangan TAHLIL juga diembat HARAM nih…
pengumpulan Mushaf AL-QUR’AN.
Apakah itu PERINTAH????
insa Alloh blan june tb,aku akan mlaksakan puasa atau membk lmbaran baru.and aku tdk akan lwt blan yg mulia atau pnuh rahmat.
islam itu indah. ..
islam itu agama yg sempurna. . ALLAHUAKBAR..
Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa Rajab dengan niat yang tulus demi ALLAH SWT…………aamiin.
ane setuju memang kita disuruh untuk berpuasa dibulan yang mulia dan baik seperti bulan rajab ,akan tetapi Qt tidak bisa memprediksi tetang berapa derajat pahala karena itu urusan privat allah ….sedangkan dlam mengambil hukum dari hadist harus jeli dikarenakan derajat hadistnya berbeda mengingat penilisan hadist itu dilakukan setelah muhammad wafat 200 tahun kemudian ,serta banyaknya kepentingan oleh karenanya para ulama memberikan kwalifikasi hadist jadi gak bisa sembarangan …..hal ini saya tulis diakrenakan kalau kita berpikir matematis maka bisa kita mensiasati dengan cara misalkan QT berbuat maksiat aja karena pahala kita dibulan rajab udah gedhe …..
Akhi, Syukron katsiron sare nya.
izin copy di blog ane yah,,
baru baca link ini, itupun krn pengen tau sesudah ada temen share dfb ttg puasa rajab..Insya Allah besok mulai masuk bln rajab lagi dan menjalankan puasa, smga Allah ridho..it was the first time 4 me..makasi
berarti kalau puasanya 8 hari yang dibukakan pintu surga , dikabulkan permintaan yg puasa 5 hari dan ditutup neraka yg 7 hari juga diikutsretakan gak ??
subhanallah…………
saya bersyukur sekali mempunyai teman yang maw berpuasa di bulan RAJAB, karna kenapa dia masih maw mengikuti sunnah NABI BESAR MUHAMMAD SAW, kami.
teman teman marilah kita berpuasa di bulan Rajab sekali kita masih mampu melaksanakan-ny
Hati-hati dengan hadist-hadist yang menjanjikan pahala yang besar dengan melakukan amalan yang kecil/sedikit. Dapat dipastikan bahwa hadist tersebut adalah dhoif.
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Tabyin al-Ajab Bima Warada Fi Fadhil Rajab tidak ada satupun hadits yang shahih yang dapat dijadikan hujjah mengenai keutamaan bulan Rajab shaum padanya, shaum pada hari-hari tertentu padanya, demikian pula mengenai qiyamul lail pada malam-malam tertentu padanya.
Para ulama telah membuat kaidah sbb.: Meninggalkan apa yang diragukan kesunahannya lebih baik daripada mengerjakan sesuatu yang dikhawatirkan jatuh kepada perbuatan bid’ah karena mengerjakan bid’ah itu berbahaya, sedangkan meninggalkan yang sunah tidak ada sangsinya. Oleh karena itu jauh lebih baik meninggalkan perbuatan yang masih diragukan sunahnya daripada mengerjakannya yang dikhawatirkan jatuh pada perbuatan bid’ah.
Nabi saw. bersabda sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek urusan adalah perbuatan bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat.
Dari Anas r.a, NAbi saw. bersabda “Siapa yang menipu ummatku, maka baginya laknat Allah, malaikat dan semua manusia. Rasulallah ditanya “Wahai Rasulallah apakah Gasy itu? Beliau menjawab “Mengada-adakan bid’ah serta mengamalkannya”
Wallahu alam…
Semoga puasa kita bener2 Lillahitaallah, dan Semoga puasa kita d terima oleh Allah SWT.amiinn
Ass.
Saya membaca dalam buku Pedoman Puasa, oleh Tengku Muhamad Hasbi Ash Shidieqy pada halaman 322 menyebutkan hari hari yang dimakruhkan puasa salah satu butir c. Bulan Rajab seluruhnya dimakruhkan kita menghususkan bulan itu seluruhnya untuk puasa sunat . maksudnya gimana ? mohon penjelasan dan bagaimana dengan puasa tanggal 1,2,3, awal bulan rajab ? trims Wass.
dengan puasa yang ikhlas semata- mata karena ridho Alloh, semoga puasa kita di terima..
Dengan niat dan tjuan yang baik insya’allah puasa kita akan mendapatkan pahala disisi Allah SWT, walaupun ada sebagian yang mangatakan bahwa hadistnya lemah, Allah SWT maha mangetahui niat dan tujuan kita.
Tolong lebih di perinci hadist / dalil yang sahih, jadi biar jelas kalau itu bukan karangan penulis semata. terima kasih
Bismillah. Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab, baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan di bulan Rajab adalah hadis dhaif dan tertolak.
Ibnu Hajar mengatakan, “Tidak terdapat riwayat yang sahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh, puasa di tanggal tertentu di bulan Rajab, atau shalat tahajud di malam tertentu. Keterangan saya ini telah didahului oleh keterangan Imam Abu Ismail Al-Harawi.” (Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli Rajab, hlm. 6)
Imam Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak terdapat dalil yang sahih yang menyebutkan adanya anjuran shalat tertentu di bulan Rajab. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat Raghaib di malam Jumat pertama bulan Rajab adalah hadis dusta, batil, dan tidak sahih. Shalat Raghaib adalah bid’ah, menurut mayoritas ulama.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213)
Terkait masalah puasa di bulan Rajab, Imam Ibnu Rajab juga menegaskan, “Tidak ada satu pun hadis sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan, ‘Di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rajab.’ Namun, riwayat ini bukan hadis. Imam Al-Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah, ‘Abu Qilabah termasuk tabi’in senior. Beliau tidak menyampaikan riwayat itu, melainkan hanya kabar tanpa sanad.’” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213)
Akan tetapi, jika seseorang melaksanakan puasa di bulan Rajab dengan niat puasa sunah di bulan-bulan haram maka ini diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Mengingat sebuah hadis yanng diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi dan yang lainnya, bahwa suatu ketika, seseorang dari Suku Al-Bahili datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia meminta diajari berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatkan, “Puasalah sehari tiap bulan.” Orang ini mengatakan, “Saya masih kuat. Tambahkanlah!” “Dua hari setiap bulan.” Orang ini mengatakan, “Saya masih kuat. Tambahkanlah!” “Tiga hari setiap bulan.” Orang ini tetap meminta untuk ditambahi. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasalah di bulan haram dan berbukalah (setelah selesai bulan haram).” (Hadis ini dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dinilai dhaif oleh ulama lainnya).
Read more about jari by http://www.konsultasisyariah.com
Afwan yaa akhy wa Ukhty…untuk amalan apalagi yang sifatnya ubudiyyah tidak bisa kita katakan Allah maha mengetahui niat kita…kalau kita berkata demikian dan mengatakan bahwa apa yang kita lakukan tidak atas dasar dalil yang shohih baik dari Al-Quran maupun hadits shohih atau hasan maka orang ini akan di cap sebagai orang yang taklid saja, alias hanya ikut-ikutan. Janganlah mengamalkan sesuatu yang kita mengetahui ilmunya. Maka cukuplah sebagai hujjah bagi yang mengamalkan amalan yang tidak ada contoh dari rasul dan para sahabatnya yaitu Hadits Aisyah ( HR. Bukhori-Muslim)…” Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak”…sangat di sayangkan wahai akhy wa ukhty jika amalan yang kita lakukan sia-sia, malah perbuatan ini di kenai hukum bid’ah….wa kulla bid’atin dholaalah ( setiap bid’ah adalah sesat)…wa kulla dholalatin finnaar (setiap kesesatan tempatnya di neraka) (HR- Muslim)…..apakah tidak takut engkau wahai akhy ya ukhty hanya asal2an mengamalkan suatu ibadah tanpa mengetahui dasarnya yang shohih…untuk akhy yunan shalimow hendaknya lebih berhati-hati mengatakan bahwa ada anjuran khusus untuk berpuasa dan mengistimewakan bulan rajab terutama untuk berpuasa…karena bila Akhy menyandarkan hadits2 tersebut untuk diamalkan untuk orang banyak sama saja akhy mengajak orang untuk berbuat bid’ah…..Ingat yaa akhy fadhoil lil amal…ada syaratnya….salah satu syaratnya adalah yang ana ketahui antum tidak boleh menyebarkan hadits dhoif tersebut…apalagi mengajak orang untuk beramal.
Maaf ralat untuk kata2….Janganlah mengamalkan sesuatu yang kita mengetahui ilmunya harusnya Janganlah mengamalkan suatu amalan yang kita tidak mengetahui ilmunya.
Afwan yaa ukhwah fillah…kita ini sama2 tholabul ilmiy…mari kita sebisa mungkin untuk mengamalkan dari pada sunnah yang benar2 di contohkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallaam dan para sahabatnya, bukan dengan hadits dhoif maupun maudhu’….Wallahu a’lam bishowaab.
untuk Akhun Yunan Shalimow….ana minta antum datangkan sanadnya dan periwayatnya utk hadits yang antum sampaikan tadi diatas : berikut ana kutip hadits yang antum tulis :
Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT,
Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa,
Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab maka akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT,
Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat,
Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, Insyaallah permintaannya akan dikabulkan,
Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga,
Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”
Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?” Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
Dalam salah satu riwayat lainya menceritakan bahwa Tsauban tengah bercerita : “Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”. Dan lalu beliau bersabda lagi: “Wahai Tsauban, kalau mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.” Lalu Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH dzat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”
Dalam Sabda beliau yang lain (mursal) Riwayat Abul Fath dari al-Hasan, Rasulullah mengatakan: “Sesungguhnya Rajab adalah bulannya ALLAH, Sya’ban adalah bulanku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.
Kalau antum menyandarkan sebuah hadits untuk di jadikan amalan tanpa antum tahu hadits itu shohih atau tidak…maka di khawatirkan antum akan menyebarkan hadits dhoif dan palsu.
ASSAMUALAIKUM SEMUA, MAAF IKUTAN DIKIT BERDASARKAN SEPENGGAL PENGETAHUAN YANG SAYA DAPAT. UNTUK ABU AYLA, SAYA TIDAK SETUJU DGN APA, PASTI ANDA TANYA KENAPA? DIKARENAKAN MENURUT SAYA, SETIAP PERBUATAN YANG MENJURUS KEBAIKAN DAN TIDAK MENGGANGU HAK ORANG LAIN TETAP ADA PAHALA TERSENDIRI. SAYA TIDAK SETUJU DGN KALIMAT TERAKHIR ANDA, ANDA BILANG KALO TIDAK TAU DASARNYA UNTUK APA MELAKSANAKAN IBADAH ITU SALAH BESAR,,,,DARI DASAR APA KALIMAT TERAKHIR ANDA ITU. NADI KITA MUHAMMAD SAW. BERKATA: RAJAB BULAN ALLAH, SYA’BAN BULANKU DAN RAMADHAN BULAN UMMATKU”, SEDANGKAN DI BULAN NADI MUHAMMAD KITA BERPUASA BANYAK PAHALANYA, APALAGI KALAU KITA BERPUASA DIBULAN RAJAB, DIMANA BULAN TERSEBUT KEPEMILIKAN ALLAH SWT, ALLAH BISA AJA MEMBERIKAN YG TIDAK PERNAH ADA DALAM PIKIRAN KITA, JADI TOLONG JGN SEKALI2 ANDA MENYALAHKAN APA YANG SUDAH DILAKUKAN UMMAT DARI DULUNYA, JIKA MEMANG ANDA MERASA BENAR DGN ILMU ANDA JGNLAH ANDA MENYALAHKAN ILMU2 TERDAHULUNYA.
@ afwan yaa akhy Hermant, yaa akhy…ana tidak memaksakan sesuatu kebenaran kepada siapapun, Tafadhdhol antum menyangkal, Tapi mulailah untuk beramal dengan Ilmu, dan Ilmu yang kita pelajari haruslah ilmu syar’ie yang bukan hanya semata2 taklid atau ikut2an semata. kita hanya tahu hadits tapi kita tidak mengetahui derajat hadits tersebut…betul memang semua amalan tergantung hak pregratif Allah yang menentukan cuma Adab-Adab semua di jelaskan dalm kitab dan sunnahnya yang shohih…Coba Antum Buka Kitab Hadits Mutafaqqun Alaih ( Bukhori – Muslim)…Mengenai Amalan yang tertolak. haditsnya dari ‘Aisyah. jangan semua hadits anda terima dan amalkan tanpa antum tidak mengetahui Shohih atau tidak, yaa akhy Herman. Ana cuma mengajak agar kita semua tidak terjebak kepada perbuatan Bid’ah, karena Bid’ah saat sekarang ini merajalela sekali. Bid’ah adalah lawannya Sunnah….kalau antum belum bisa menerima laa ba’sa ( tidak apa2), semoga Allah selalu menberikan Hidayahnya kepada Antum dan Ana sendiri.
antum coba lihat QS : Almaidah Ayat 3 : Alyauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa rodlitulakumul islamadiina” ” Pada Hari ini telah kusempurnakan padamu agamamu dan telah kucukupi nikmat ku pada mu, dan kuridhoi islam sebagai agamamu”…..nah kalau menurut antum kalau semuanya itu di dasarkan atas dasar niat baik…yang tidak ada contoh dari Rasul dan para sahabat, berarti antum menyelisihi dari Firman Allah diatas. terus coba antum baca QS : Al- Hasyr ayat 7 yang artinya sbb ” apa2 yang diperintahkan oleh rasul maka ikutilah san apa2 yang di larang untuk mengerjakannya maka tinggalkanlah…” Jangan sampai apa yang akhy Hermant amalkan itu amalan yang tidak pernah di amalkan oleh rasul….Karena Sunnah itu ada 3 : Qoulan, Fi’lan dan Takriran “Qoulan yaitu yatiu perkataan langsung dari rasul agar kita mengerjakan atau menjauhinya, fi’lan adalah perbuatan rasul, dan Takriran adalah apa yang dilakukan para sahabat tapi rasulullah tidak melarangya dan juga tidak menganjurkannya.
Untuk semua Akhun wa Ukhty jika ada yang kurang berkenan laa ba’sa….wajar… karena saya hanya menyampaikan karena ilmu buat di amalkan dan di dakwahkan…Maka dari itu ana berpesan ke rekan2 sekalian Tuntutlah ilmu syar’i sebanyak2nya sesuai keampuan antum2 sekalian untuk mempelajarinya…karena menuntut ilmu syar’i itu wajib. karena kalau tidak akan terperangkap dalam TBC ( Takhayul, Bid’ah dan Churafat)…begitu juga dengan ana sampai sekarang ini ana adalah tholabul ilmiy..pencari ilmu…ana sampaikan yang ana ketahui, ana tidak akan sampaikan yang ana belum ketahui….Jazakumullahu khoir atas semua rekan2 di blog ini.
niatnya apa?
ass,,
mau tanya kak, ada yg menyebutkan kalau puasa pada bulan rajab itu bid’ah .
itu gimana ya kak ?
sukron ,
Askum mari terus gelorakan jihad dengan menyebarkan ilmu yg benar (ruju ila quran wa sunah) insa Allah akan mendapat balasan yg terbaik,amien wassalam
kk, katanya puasa 3 hari di awal bulan rajab itu haditsnya palsu??? kok jadi ragu2 ya aq,,,
@ Ukhty Sri Mulyani dan @ Akhun Huda….dan yang lainnya bisa tinggalkan Email saja…nanti aja kasih pembahasan lewat Email saja. Biar lebih Jelas. Kalau ada yang berkenan untuk Discuss masalah agama Bisa Via Email ana : wawanw09@yahoo.com atau di FB ana : Abu Ayla, di FB ana buat Tulisan juga, Insya Allah bermanfaat. Syukron Jaziila.
Jujur aku bingung,
ada yang bicara di anjurkan
ada yang bicara TIDAK di anjurkan
Tapi tetap ku lakukan yang terbaik n benar karena Allaah SWT. Aamiin . . .
Assalamualaikum wr wb….
trimakasih, dengan artikel ini saya bisa menjelaskan kepada teman-teman saya kenapa saya berpuasa Rajab, karena mereka berpendapat tidak ada puasa rajab… trimaksih sekali lagi… wassalam
allhamdulillah saya sudah menjalankan tiga hari puasa rajab semoga mendapatkan hidayah nya amin…………
Trima Kasih info kang.
mga dberi kan yang terbaik dan dibalas dengan amal yang baik
assalamualaikum
tolong uuntuk penulis komentar dari saudara2 kita yang meminta referensi sumber hadist untuk diperhatikan…jika sumber tidak jelas jangan dijadikan sumber hukum…
semoga link ini lom berubah:http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-di-bulan-rajab.html
______________________
Ketika terjadi pembunuhan besar-besaran atas para
sahabat (Ahlul yamaamah) yg mereka itu para Huffadh (yg hafal) Alqur’an dan Ahli Alqur’an di zaman Khalifah Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :
“Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan
melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan
ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an, aku berkata : Bagaimana aku berbuat suatu hal yg tidak diperbuat oleh Rasulullah..??,
maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah Alqur’an..!”
berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung daripada gunung-gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yg tak diperbuat oleh Rasulullah saw??”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga iapun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku
sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai
mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih Bukhari)
Para sahabat yang bahkan hidup di masa
Rosululloh begitu takut ketika melakukan hal
yang tidak dicontohkan Rosululloh padahal itu
mengumpulkan Al Qur an, , , , , yang jelas jelas
berguna bahkan untuk seluruh umat manusia.
pekerjaan sebaik itu, mereka masih sangat takut
padahal mereka Sahabat Nabi bahkan kalo
boleh dibilang diatas kelas imam 4, sampai
sampai menggambarkan memindahkan
gunung tidak lebih berat daripada melakukan
hal yang tidak dicontohkan Rosululloh.
Dari cerita itu bisa disimpulkan bahwa yang
dilakukan mereka adalah sangat terpaksa dan
tidak ada pilihan.
Bagaimana kita yang tidak punya ilmu apa apa,
bisa bisanya melakukan sesuatu hal yang tidak
dicontohkan Rosululloh dengan ringan, , ,
Trmakasih siraman rohaninya…, sungguh bermanfaat….,
terima kasih ulasan yang sangat bermanfaat
subhallah……….. insya ALLAH bsa mengamalkanya amien