Dalam komunitas tertentu keberadaan handphone selain berfungsi sebagai alat komunikasi juga merupakan symbol dari status sosial, hal ini juga berlaku untuk mobil, rumah, jam tangan, dll. Tingkatan kebutuhan dan aktualisasi diri masing-masing manusia memang berbeda, salah satunya mengunakan handphone yang berharga 1 milyar ini sebagai simbol statusnya.
Sang designer HP tersebut aja gak tanggung-tanggung. HP tersebut dibesut oleh designer berlian asal Austria yang bernama Peter Aloisson. HP Smartphone keluaran Apple ini disulap menjadi barang mewah. HP ini juga dibalut dengan platinum, emas dan berlian. Untuk melapisi HP tersebut dengan Emas putih 18 karat dan 318 butir berlian berkualitas tinggi. Sudah bisa dipastikan tentunya mahal harganya.
Biaya yang dibutuhkan untuk membuat HP dengan spesifikasi tersebut sebesar 120.000 Euro atau lebih kurang sebesar 1 milliar rupiah. Untuk pengerjaanya membutuhkan waktu selama 3 bulan. Bisa anda bayangkan kira-kira selama tiga bulan mengerjakan apa saja pada satu buah HP dengan desain spesial.
Untuk barang sedemikian mewah, tentu anda sudah bertanya-tanya, siapa yang memesan iPhone ini? Ternyata adalah seorang pebisnis dari Rusia yang memesannya HP dengan desain khusus ini. Mungkin saja dengan membawa dan memperlihatkan HP itu saat transaksi bisnis akan membuat patner menjadi terhegemoni sehingga kesepakatan mudah untuk dicapai.
Apabila anda berkenan dengan barang dengan kualifikasi demikian maka anda dapat memesannya, tentu desian dan bahannya harus lebih OK. Misalkan baterainya diganti dengan lempengan emas, keypadnya dengan titanium, dll he he heh. (Sha 5 W).

hiks hiks….beli hp 600 ribu aja ngos2an…ditambah pake duit sendiri…hihihi…gile ya itu hp siapa yang beli kira2…
duh, itu orang udah kelebihan duit terus bingung mau diapakan kali, ya?
tapi prestise dan penampilan mungkin memang sebegitu pentingnya bagi para pebisnis.
aku mau pesan pulsa yang gratis saja deh..
asatagaaah….. itu ketajiran kali yah..
ck..ck…
mauuuuu duitnya
hehehe
Berarti orang itu dah dikejar-kejar uang ya, kalau kita kan masih ngejar uang.
kalau ilang gimana ya, kan mirip burung perkuat yang harganya ratusan juta.
Salam hangat dari Surabaya.