aku memandangi hamparan bumi yang nampak berlubang-lubang, sebagian berisikan air seperti tambak ikan. Aku menemui suasana daratan Bangka yang tandus, panas, gersang, seperti isi berita yang aku dengar sebelumnya.
Ekosistem pulau Bangka ada masalah besar yang membutuhkan perhatian dari stakeholders. Akupun sempat mencoretkan beberapa kata dibuku kucelku, mewakili suasana hati kala itu.
kau nodai wajah manisku
kau sayat-sayat jantungku
kau hujamkan traktormu dimulutku
kau telah hancurkan aku, tapi untuk kehancuranmu jua
Hati nurani, kamu ada dimana???
(Bangka, 7 September 2006)
Alhamdulillah datang juga kesempatan untuk traveling ke pulau Bangka, pada tanggal 7-17 September 2006 aku kebetulan menjadi instruktur pelatihan community self survey (CSS) untuk teman-teman konsultan yang ditugaskan di sini. Ada banyak hal yang saya dapatkan dan beberapa diantaranya aku tuangkan dalam catatan traveling ini.
Karena potensi tambang timah yang ada diperut bumi Bangka maka pemerintah Belanda menguasainya sejak berakhirnya Agresi Militer tahun 1947. Pada masa perang kemerdekaan, Bangka menjadi tempat pengasingan sejumlah pemimpin RI, antara lain Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. Mohamad Rum, Ali Sastroamijoyo, dll. Kondisi Bangka pada waktu itu masih didominasi oleh hutan tropis dan belum begitu banyak penghuninya.
Seiring dengan reformasi, otonomi daerah serta pemekaran wilayah maka sejak tahun 1999 pulau Bangka menjadi propinsi tersendiri bergabung dengan Pulau Belitung menjadi Propinsi BABEL (Bangka-Belitung). Sebelumnya merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Selatan. Secara geografis posisi disebelah Utara wilayah Sumatra Selatan. Dibutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam untuk menyeberang dengan kapal laut reguler dari Palembang ke pelabuhan Bangka.
Sebagai pulau penghasil timah terbesar di Indonesia, wilayah produksinya tersebar di 6 daerah, yaitu: Pangkal Pinang, Sungai liat, Belinyu, Pemali, Muntok, dan Toboali. Usaha penambangan timah sudah berlangsung puluhan tahun sehingga membawa dampak rusaknya linkungan hidup. Diabaikanya kelestarian lingkungan serta ketidakpedulian para penambang untuk mereklamasi lahan semakin mempercepat rusaknya ekosistem.
Sejak Kabupaten Bangka mengeluarkan Perda Pertambangan no: 6 tahun 2000 yang membuka peluang bagi masyarakat untuk menambang timah selain penambang resmi PT. Timah maka kerusakan lingkungan semakin parah. Penambangan rakyat dengan cara konvensional maupun semi konvensional. Dalam perkembangannya masyarakat akhirnya melakukan penambangan modern memakai exavator. Aktivitas penambangan seperti ini kemudian dikenal dengan TI (tambang inkonvensional).
Kawasan Tambang Inkonvensional (TI) sudah sangat memprihatinkankan, Jika satu unit TI beroperasi pada lahan seluas satu hektare, dari data menunjukkan ada 6.000 TI sehingga membutuhkan lahan seluas 6.000 ha. Salah satu solusi untuk pemulihan kualitas lahan yang rusak adalah dilakukanya reklamasi dan memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan agar dapat berfungsi secara optimal dalam sebuah ekosistem.
Kondisi yang dialami Bangka harusnya menjadi pelajaran daerah-daerah lain di Indonesia. Kekayaan yang terkandung dialam haruslah dieksplorasi dan dimanfaatkan secara adil, terkendali dan harus mempertimbangkan ekosistem kawasan tersebut. Pemahaman akan konsep ekologi yang sebagaia bagian dari pembangunan yang berkelanjutan patutlah menjadi bekal para pengambil kebijakan di daerah.
Euforia reformasi, otoda, telah menjadikan daerah mengambil peran yang “kebablasan” dalam mengelola SDA-nya, sehingga masyarakat dan lingkunganlah yang menangung dosa dari kebijakan yang salah ini. Mencari sebuah pola pengelolaan SDA alam yang berbasis pada komunitas masih memerlukan kerja keras semua pihak. Relasi antara masyarakat dan perusahaan besar yang mengelola SDA tentu perlu diatur. Kasus di Timika, di Newmont Nusa Tenggara, dll masih menunjukkan bahwa relasi masyarakat dan Corporate masih mengundang masalah besar.
Kesadaran stakeholders kasus dibangka sungguh membawa harapan, beberapa tahun terakhir para pelaku TI ditertibkan, termasuk ekspor timah gelab. Namun sebagai dampaknya adalah lahirnya kemiskinan karena usaha ini telah menjadi tumpuan hidup masyarakat untuk mencari nafkah. Pilihan lain untuk bekerja dan berusaha dengan memanfaatkan alampun menjadi the nightmare bagi masyarakat Bangka.
Pengolahan SDA yang tidak benar terbukti mengakibatkan kemiskinan masyarakat, dan hal ini akan diikuti dampak lainnya, seperti pernyataan Sharp (1996): penyebab kemiskinan dari sisi ekonomi. Pertama, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumberdaya yang menimbulkan distribusi pendapatan yang timpang. Penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah. Kedua, kemiskinan muncul akibat perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia. Kualitas SDM yang rendah berarti produktivitasnya rendah, sehingga upah yang diterima juga rendah.
Kita berharap pemerintah semakin arif dan bijak dalam mengeluarkan kebijakan mengenai pengolahan SDA, demikian juga tegas untuk memberikan punishmen bagi yang melanggar. Harapan masyarakat adalah terwujudnya sebuah kepedulian dari perusahaan kepada masyarakat (Corporate Social Responsbility) untuk secara berkelanjutan membimbing, memberdayakan mereka menuju tatanan kehidupan yang lebih sejahtera. (Sha 5 w)

Apa yg terjadi di Bangka adalah sebuah eksploitasi Alam. Pulau Bangka telah Bopeng-Bopeng akibat galian tambang timah yg tidak di segera tutup kembali. Sedih rasanya melihat fenomena alam seperti itu….? tapi apa mau dikata. Timah adalah menjadi ladang satu2 nya yang melekat di benak pikiran warga bangka karena harga jual nya yang tinggi saat ini. Namun sampai kapan…..? sudah saatnya berfikir akan dampak kerusakan alam jika tanah bangka di gerus terus tanpa henti….??? Semoga Pulau Bangka yang terkenal indah pantainya kedepan masih bisa terselamatkan.
Bingung mau komentar…
Dari satu sisi memang ada kekurangannya, dilihat lagi dari sisi lain Bangka sangat indah dan penuh kenangan..
Bangka pulau yang sangat bisa di andalkan, tapi SDM seperti penambangan timah liar atw TI yang harus sgera ditindak lanjuti.
kasihan pulau dengan luas yang sangat minim itu jika dirusak lagi, akibatnya jadi abrasi. “AYO BANGUN BANGKA BERSAMA”..
LUV BANGKA ISLAND… MUACH
Katanya mau jadikan kota pariwisata kedua setelah bali…
Tapi kok pasir padi abrasi aja pemerintah Cuek bebek gt…
Buktikan dunn…
saya tidak gosip…silahkan pembaca lihat dan cek sendiri,perhatikan Bp Bupati YUSRONI YAZID tiap minggu keluar daerah alias selalu ke Jakarta untuk 2-3 hari.sabtu dan minggu ini ada kemungkinan beliau kejakarta lagi atau hari senen-selasa.karena dia selalu bertemu perempuan itu menginap di hotel borobudur (karena beliau ada saham disana)atau Park Lane Hotel Jakarta. saya kenal baik dengan mantan perempuan yang pernah dekat dengan beliau,namanya grace dan sekarang sudah tidak berhubungan lagi.saya tulis disini bukan gosip tapi demi untuk pemerintahan yang bersih dan berwibawa. jangan sampai rakyat dibodohi oleh pimpinan yang munafik.KASIHAN IBU LILIS FARIDA.saya akan terus menulis disini sampai Bp.bupati bangka induk yang terhormat H.Yusroni Yazid,SE bertobat.hari minggu besok beliau akan ke jakarta bertemu perempuan itu.ternyata hubungan mereka sudah berlangsung selama sebulan lebih sejak mereka berdua berlibur ke pulau bali awal bulan mei kemarin. selanjutnya dengan nekadnya Bp bupati mengundang wanita itu ke sungai liat bangka dan menginap di hotel di pantai.kemudian mereka bertemu kembali dibandung yang akhinya saya lihat dengan jelas pasangan selingkuh ini.akhi bulan mei mereka bertemu kembali di hotel borobudur,terakhir bertemu kembali hari minggu s/d selasa kemarin juga dihotel borobudur.hari ini tanggal 13 juni 2009. Bp bupati Yusroni Yazid menginap di hotel Park Lane Jakarta. teman saya melihat beliau sedang makan malam jam 8 dengan wanita cantik yang sering menginap dengan beliau,dan seorang pria pengusaha keturunan cina.tapi perempuan itu tidak ikut menginap seperti biasanya,melainkan pulang dengan mobil volvo yang sudah menunggu di lobi hotel.Pak yusroni mengantarkan sampai kemobil itu.menurut info dari teman saya di bagian receptionis,Bp Yusroni menginap 2 malam saja,rencana senen akan berangkat ke batam,dan kemungkinan dengan wanita selingkuhannya itu.demikian laporan pandangan mata langsung dari Hotel Park Lane Jl.Casablanka Jakarta.silahkan pembaca mencek sendiri ke Hotel tersebut.saya akan terus memberi informasi selanjutnya.rusman (yusman@yahoo.com) 14/Jun/2009 20:35:07
Saat ini Bp Bupati Yusroni sudah tiba di hotel Park Lane jl.Casablanka jakarta bersama wanita cantik selingkuhanya untuk makan malam.rencana kalau tidak ada halangan Bp bupati akan cek out besok pagi untuk berangkat ke batam,dan ada kemungkinan perempuan itu ikut dengan beliau.nantikan kabar selanjutnya dari saya,harap pembaca yang mengenal dekat dengan beliau melakukan cek kebenaran berita ini.
perasaanku sama saat mengunjungi pulau bangka di bulan agustus kemarin
sedih rasanya melihat kerusakan alam akibat tambang
qm…., Yusda!!? koq kamu tahu klo Bpk. YUSyas arahnya kesana, you jangan sok uzon ya,? klo memang betul dan benar lengkapi dunk dng data foto.
yang namanya nambang atau pertambangan khususnya timah, ya jlas merusak lingkungan, akan tetapi sehabis dirusak harus dirapikan kembali di reklamasi dan secara continyu di survay, oleh para ahli lingkungan.
Pulau Bangka dan masyarakat Bangka adalah Korban atas kepentingan Pengusaha dan Penguasa,.,dimana masyarakat hanya di jadikan kambing hitam dan tameng atas kerusakan lingkungan.
Banyak Pengusaha timah menjadi Penguasa (Pembuat kebijakan) baik memimpin eksekutif ataupun yang duduk di legislatif ataupun sebaliknya, banyak Penguasa (Pembuat kebijakan) baik memimpin eksekutif ataupun yang duduk di legislatif menjadi Pengusaha timah baik pengusaha (Baik yang bermain di belakang layar ataupun terang2an).
Alasan Pengusaha timah ingin menjadi Penguasa adalah untuk memperluas atau mengamankan bisnis timahnya dan mempermudah pengurusan izin pertimahannya.
Alasan Penguasa ingin menjadi Pengusaha timah adalah untuk memperkuat basis ekonominya untuk pendanaan bagi kegiatan kampanye Politiknya agar di pilih lagi oleh masyarakat.
Mengapa harus menjadi Pengusaha timah?
Karena Bisnis timah sangat memberi keuntungan yang besar dan cepat mendapatkan uang yang banyak.
Mengapa Tambang timah ilegal tidak bisa di bersihkan?
Karena yang paling di untungkan dengan aktivitas tambang timah ilegal adalah para Pengusaha besar yang menampung biji timah ilegal untuk di leburkan menjadi Balok timah yang legal, dalam Hal ini adalah Smelter dan smelter tidak di kenakan biaya reklamasi karena penampungan timah ilegal yang di lakukannya secara terselubung.(saat ini sedang diselidiki beberapa tersangka pengusaha timah oleh Mabes Polri)
Selain kerusakan lingkungan dan kurang sejahteranya masyarakat penambang serta korban jiwa dari aktifitas penambangan rakyat, Bangka Belitung juga di hadapkan dengan masalah pembodohan masyarakat seperti halnya money politic yang sangat dashat,.karena kepentingan Politik adalah Kepentingan Bisnis dan Kepentingan Bisnis adalah kepentingan Politik…dari masalah2 yang terjadi saat ini, sebenarnya masalah yang paling besar adalah “masalah masa depan Babel”.
Jadi dapat disimpulkan bahwa di Babel telah terjadi kerusakan alam dan kerusakan mental masyarakat, akibat dari ulah sekelompok orang2 yang merasa dirinya benar dan merasa dirinya pejuang, tetapi sayang…, kebenaran yang dinyakini dan perjuangan yang di lakukannya hanyalah “semu belaka” karena hanya mementingkan kepentingan Pribadi dan kelompoknya yang mengatas namakan Rakyat….
Sebagai salah satu Putra generasi muda Babel, saya hanya berdoa dan berharap mudah-mudahan Yang Maha Kuasa memberikan Pemimpin2 yang Amanah agar dapat memberikan solusi yang terbaik bagi masa depan Babel dan mudah2an Yang Maha Kuasa tidak Menurunkan Peringatan Yang Keras ataupun Azab di negeri Babel.
Sebuah karya nyata kami sebagai anak Babel adalah dengan membuat Karya Film Dokumenter “Pulau Bangka Menangis” yang telah diakui di tingkat Nasional dengan menjadi salah satu pemenang di competisi Eagle Award Metro TV 2008 dan di akhir tahun 2009 ini telah berhasil mewakili indonesia untuk menjadi Nominasi di Competisi Tingkat Asia Pasifik Di ABU Prizes 09 Mongolia.
Bangka Belitung adalah salah satu Pulau di Indonesia yang menjadi Penyedia Timah terbesar Dunia. Masyarakat Dunia pun harus ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Bangka Belitung. Karna selain menjadi konsumen timah, Masyarakat internasional juga banyak yang bermain di Belakang layar ataupun menjadi sponsor dari Pengusaha2 timah Lokal/Nasional yaitu Konglomerat/Pengusaha Besar dari Luar Negeri yang menjadi Sutradara intelektual.
Salam
Rudi Harlan
mas/mbak
saran dari pemerhati blogger-indonesia saja … sesama pelayat dunia maya …
sebaiknya anda melakukan maintenance dengan menghapus reply/posting-an pengunjung yang berusaha melakukan pencederaan karakter (mungkin mengarah ke character assasination) …
seandainya yang dicederai tidak terima, mungkin anda yang akan terkena imbas (malah mungkin cedera) karena adanya UU ITE yang bisa mulur2 … karena anda-lah pengelola blog / situs ini.
yuk kita saring yang benar2 informatif untuk kepentingan kita2 semua.
salam blog/host
arif avianto
perkenalkan nama saya Sandro, seorang mahasiswa sebuah universitas di Karawaci… berkenaan dengan tugas saya tentang lingkungan, saya ingin menanyakan, kira-kira dimana saya bisa mendapatakan video “Pulau Bangka Menangis” karya Rudi Harlan dan Nursubah? Sekiranya video tersebut sangat berguna, tidak hanya untuk mengungkap fakta yang terjadi di Bangka, tetapi juga sekaligus menggugah teman-teman untuk lebih peduli terhadap lingkungan. terimakasih
BABEL alias babak belur
Saya baru bergabung tapi lumayanlah meramai2 heheee
Babel saat ini sudah memasuki babak kehancuran baru. Dimana ternyata Gubernur zolim Eko Maulana Ali dan dedengkotnya Nurhari Astuti (istri) juga wakilnya yang sekaran ini dari PDIP Rustam kembali jadi gubernur.
Artinya kekhawatiran kita semua akan kehancuran babel yg makin sempurna kembali terjadi. Ayo siapa yg mau ikut selamatkan Babel. Dengan cara pertama lenyapkan Eko dan kroninya. Sehingga dengan begitu Babel bisa terselamatkan.
Sementara soal perselingkuhan Yusroni Yazid itu bukan berita baru. Yusroni Yazid mentalnya juga sama dengan Eko berupa mental kapal isap. Semoga saja Eko dan Yusroni cepat kena penjara KPK.