Yunan Shalimow

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf Onlineku Untuk Semua... Bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana..... Hidup Untuk Memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan...

13 Comments

  1. dobloger follow

    Pak, Mbah Marijan kalau difoto jadinya lain. Merapi kadang-kadang bikin heboh, tempat saya dulu kebagian juga abunya.

  2. masoglek

    saya yang rumahnya di lereng gunung merapi sampai sekarang belum pernah lho ke rumahnya mbah Maridjan

  3. m!ke

    pa kabarnya mas Yunan..?
    hmmm…jadi kangen juga ama jogja, especially malioboro. jadi inget dulu suka minum STMJ di sana. hehe…
    mbah marijan gak mau dipoto karena mungkin takut luntur ilmunya:D
    btw, ada award buat mas Yunan sebagai tanda persahabatan. ambil ya di blog saya…

  4. Hot

    Ini dia baru artikel baru dan sangat menarik …. terimakasih telah menginsiprasi

  5. Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

    dari sma dulu saya penge banget kejogja..
    al-a menurut saya jogja punya banyak kelebihan..
    baik itu dari segi pendidikan maupun objek wisata…
    semoga nanti kesampaian..
    doakan ya mas…

  6. sewa mobil murah

    saya lom pernah sempat mengunjungi rumah mbah maridjan, maunya seh kepingin mampir sebentar.

  7. Rita

    Mba Maridjann… Saya mlahan khawatir kalau gunungnya tiba2 meletus, masih mampu gak ya beliau menyelamakan diri berhubung beliau udah mayan sepuh. Gimana dgn masjid yg baru aja dibangun?… wallahualam deh….. Oya waktu masih di Semarang kita sekeluarga ke jogya, tujuan utama nya Malioboro, lesehan menikmati burung dara… wuahh asikk, nikmat banget…. selebihnya shopping batik… Ngomongin batik, rasanya masih murahan di Klewer yaa…

  8. yudi

    yogya, saya juga love jogja, rumah kedua :-D

  9. bayu

    aku ke jogja 2th lalu kepingin lagi kesana

  10. gading

    mbah maridjan ndak ada duanya

  11. sulistyo wardoyo

    Mbah marijan menang bertaruh tahun 2006 hasilnya adalah popularitas, namun tahun 2010 kalah dengan wedhus gembel, maka sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran sehat sebaiknya harus menyatukan antara kearifan alam dan pengetauan obyektif

  12. Nancy

    Selamat jalan mbah marijdan… semoga mendapat tempat yang mulia di sisiNya…

  13. Priharini Soetopo

    Mbah Marijan Ajarkan Kesyirikan

    Mbah Marijan tewas dalam posisi sujud. Siapa sangka kebijakan Kraton Jogyakarta semasa Sultan Hamengku Buwono IX yang mengangkat Mbah Marijan pada tahun 1970 sebagai Mantri Juru Kunci (Wakil Juru Kunci) Gunung Merapi betuk pembudayaan syirik di tengah umat Islam.

    Sebagai juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan sering mewakili untuk memimpin upacara ritual Labuhan di Puncak Gunung Merapi. Mbah Marijan diangkat sebagai juru kunci pada tanggal 3 Maret 1982 menggantikan posisi ayahnya yang wafat saat menjabat juru kunci Gunung Merapi. Pengangkatan Mbah Marijan sebagai juru kunci dilakukan dengan Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Sultan Hamengku Buwono X.

    Bagi orang Jogyakarta, Gunung Merapi diyakini satu garis dengan Tugu Jogyakarta, Kraton Jogyakarta, Panggung Krapyak dan Laut Selatan. Bagi orang Jogyakarya Gunung Merapi dikuasai oleh Eyang Merapi (Raja Dedemit), dan Eyang Sapu Jagat sebagai penjaga kawah Merapi. Selain itu, Kyai Petruk, Kyai Grinjing Wesi, Kyai Grinjing Kawat, Nyi Gadung Melati (pemimpin pasukan Dedemit), Eyang Antaboga, Kyai Sapu Langit, Kyai Wola Wali dan Kartadimejo. Itulah sebabnya setiap tahunnya menurut Mbah Marijan Kraton Jogyakarya menyelenggarakan Ritual Labuhan Alit.

    Sangat jelas, kesemua kepercayaan orang Jogyakarta berikut pemimpinnya tergolong syirik (mempersekutukan tuhan) atau mensyakrarkan sesuatu selain Allah SWT. Sangat disayangkan, pengaruh kepercayaan nenek moyang yang berbau syirik masih dipertahankan. Sejumlah kepercayaan yang bernuasa syirik yakni salah satunya tradisi sejajen saat upacara pernikahan.

    Sudah jelas Islam mengajarkan, tiada Tuhan selain Allah SWT. Cuma kepadanyalah kita meminta pertolongan. Bukan kepada Gunung, bukan kepada lembah, bukan kepada dedemit dan sebagainya. Sudah saatnya guna menyelamatkan akhidah umat, para ustad dan ulama segera menjelaskan kepada masyarakat agar selamat dari ketersesatan. Kepercayaan yang sesat akan menciptakan komunitas rakyat yang membangkang kepada Pemerintah, dan tidak mau menerima kebenaran yang hakiki. Selumlah lembaga seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Majelis Ulama sekalipun harus turun tangan mengeluarkan Fatwa yang tegas agar akidah umat terselamatkan. ***

One Trackback/Pingback

  1. Sowan dan Belajar Sufi Pada Mbah Maridjan dikaki Gunung Merapi

    [...] bulan silam ketika melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, dan dekat dengan kaki Merapi maka untuk pertama kali menyempatkan diri bersilaturahim dengan mbah Maridjan. Karena saat itu mbah Maridjan sedang menerima rombongan tamu sejumlah dua bis dari Surabaya, [...]

Leave a Reply

Berminat Mendapat Kiriman Artikel, Silahkan Masukkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Iklan Bisnis