Traveling keliling nusantara dilanjutkan, setelah menikmati pantai Balikpapan maka sekarang cerita saat di kota Samarinda kali ini cukup menyenangkan karena berkesempatan untuk mengunjungi sebuah kampung adat dayak. Memang Kalimanatan timur tidak didiami suku asli dayak, namun yang tinggal dikampung ini adalah dayak pendatang dari Kalimantan wilayah utara dekat perbatasan Malaysia. 


Menurut penuturan salah satu pemuka kampung adat, bahwa leluhur mereka datang untuk berobat, lalau menetap dan membuka kampung di Pampang, kelurahan Sungai Siring, kecamatan Samarinda Utara, kota Samarinda. Puluhan kepala keluarga sampai saat ini menempati kampung ini.
Komunitas dayak ini mendirikan sebuah rumah adat khas dayak yang menjadi pusat budaya mereka. Pada waktu tertentu mereka melakukan aktifitas kesenian seperti menari, dan upacara adat lainnya. Pada hari minggu para wisatawan juga mengunjungi kampung ini untuk melihat atraksi mereka.
Para masyarakat dayak disini pada hari minggu berpakaian lengkap untuk menyambut kedatangan para tamu. Mereka melayani foto bersama, penjualan pernak-pernik khas dayak, dll. Komunitas dayak ini setiap harinya sudah melakukan aktifitas seperti masyarakat lainnya, sehingga terkadang tidak menampakkan lagi ciri-ciri khusus.

Menjadi bagian dari pengunjung kampung ini rasanya cukup menyenangkan karena beberapa sudut barang keseniannya sangat menarik untuk diamatai, difoto, dan ditanyakan sejarahnya dan maknanya. Demikian sekilas hasil kunjungan ke kampung ini.
Terima kasih.


















wah mas dari kemaren sepertinya traveling terus ya hehehe
ga capek mas ?
asyik ya bisa lihat-lihat keragaman budaya indonesia.
Travelling lover ya boss…laen kali dikirim oleh2 khas daerahnya ya…
Indah memang ragam budaya nusantara kaya akan khasanan seni, salam kenal
Halo mas yunan apa kabar
Konon Wanita Disana cantik2 ya pak?
Saya dah bolak-balik ke Samarinda.
Yg agak jauh hanya ke Sanga-sanga dan Lempake doank mas
ke Bontang juga pernah 3x, ngawal pak harto he he he he
salam hangat dari Surabaya
Blogcamp: sanaga2 banyang orang jawa trans ya pak, makaci pengalamannya pak
Blue: dimana-mana ya ada yang cantik ada yang…… makaci mas
Media husada: alhamd kabar baik bos
Toko: yayaya, andai kita bisa menikmatinya , mantaaab
benehal: heheheh, makaci kunjungnnnya bos
Kekah: alhamd masih ada kesempatan bos, thanks ya
Keptin: lanjutannnya ini , hehhe minggu ini bahas bisnis lageee. t x
sukses semua teman2
wah seru juga nih pak bisa wisata sekalian di kampung dayak. saya pernah ke kalbar tapi belum sempat mampir di komunitas dayak..
wah, manteb mas. Bagi-bagi khasanah Nusantara bikin kita makin sadar bahwa Indonesia memang kaya segalanya. ditunggu episode berikutnya…
saya tahu pasti pertamax, tapi keren sekali samarinda
Fadly: makaci pak, sukses ya ps
Zen teguh: makaci mas zen sukses ya
jumialelly: yayaya, makaci ya mbak
saya penasaran dengan rumah adatnya bro
gak ada foto full rumahnya ya bro..kok saya liat adanya cuma beberapa bagian dari rumah adatnya aja
anno: ada bos pasti ada, rencana mo buat background header blog
keren.. jadi pengen kesana
ternyata indonesia itu mempunyai banyak seni dan budaya aku bangga atas semua ini
aku orang jogya asli adikku dapat orang dayak adikku sudah berbakti di samarinda selama 26 tahun sebagai guru di slb b ruhui rahayu suatu hari aku menengok adiku di samarinda disana diajak berjalan2 salah satunya ke desa dayak pang pang melihat kesenian disana hanya sayang jalan menuju ketempat tujuan sangat jelek sekali kanan kiri terlihat sangat kumuh sekali bagaimana nih Pemda kok nggak turun tangan sayang kesenian yang sangat bagus tidak diikuti atau diimbangi dengan suasana yang nyaman indah dan sejuk yang terawat aku percaya Pemda Samarinda mampu membuat suasana di dayak pang pang menjadi tujuan wisata yang bisa diandalkan kapan2 aku akan datang lagi melihat kemajuan di desa dayak pang pang salam untuk adiku sayang dan keluarga