Paparan mengenai traveling kali ini adalah sepenggal aktifitas saya selama empat hari di kota Makasar Sulawesi Selatan. Memang tujuan utama ke kota ini adalah melaksanakan tugas dari kantor melakukan supervisi kegiatan. Namun di salah satu malam disela-sela kegiatan yang padat saya sempat juga menghirup hangatnya udara pesisir pantai. Ya memang benar, saya berkunjung ke salah satu icon Kota Makassar, yaitu pantai Losari.
Pantai Losari terletak di jalan Penghibur, tepatnya sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan ditemani dua sahabat asal Makasar mas Busman dan mas Ismail, aku menjelajah kawasan ini. Pantai ini mempunyai panjang sekitar satu kilometer, nampak cantik dengan anjungan seluas ribuan meter persegi. Suasana hangat khas pantai langsung merasuk, sangat terasa, bersahabat, dan suasananya cukup romantis untuk merenungkan kebesaran NYA. Jadi ingat kampung halaman, e…aku apa anak pantai ya?…..
Dipinggiran pantai nampak ratusan pengunjung, dan puluhan pedagang kaki 5 nampak sibuk menjajakan dagangannya disekitar papan tulisan panatai losari, beberapa pengunjungn ada yang berfoto, merekam dengan ponsel, atau sekedar duduk menikmati angin malam ditepi pantai. Sekitar satu jam lebih saya berkeliling ke beberapa sudut, dengan beberapa kali berfoto juga tentunya.
Para pengunjung tentu akan terbuai oleh deburan ombak yang menghantam dan memecah tanggul pantai, belum lagi “angin mamiri” yang bertiup sepoi-sepoi. Secara kebetulan bulan agak besar dengan bentuknya yang hampir bulat dan warna yang indah seakan menyambut kehadiranku dikota ini.
Di sebelah selatan anjungan Pantai Losari, ada salah satu fasilitas hiburan yaitu sebuah kafe dan restoran terapung yang menggunakan kapal tradisional Bugis-Makassar “Phinisi”, didalamnya menyediakan beraga menu khas pantai. Para pengungjung dapat juga mencicipi beragam jenis makanan khas Kota Makassar, seperti pisang epek, pallu butung, pisang ijo, coto Makassar, sop konro, dan lain-lain.
Setelah puas dipinggiran pantai, berfoto, maka saya mencoba pula naik becak khas Makasar, berjalan- jalan sekitar pantai. Saya sempatkan pula menikmati pisang epek. Semacam pisang bakar dengan gula coklat. Enaaaak dan bisa menghangatkan tubuh di malam hari. Malam semakin larut, maka saya memutuskan meningalkan pantai ini dan menuju kembali ke penginapan. Maklum besoknya juga masih padat kegiatan
Thanks.


wah kapan gw diajak ini ya …..
Masih ada lg makanan khas makassar di pantai losari ….pisang ijo n sop saudara….nda kalah enaknya….
wkwkkw… lagi melancong ni kang…
Sarimin nitip coto makasar nya ato minyak kayu putih aja deh…
perasaan dari kemaren jalan jalan mulu pak…..
ah jadi pengen jalan jalan ke makasar deh
wah mantap ini namaya kerja sersan (serius tapi santai)
asik nih sob jalan2 ke losari, emang udah terkenal banget tuh pantai ga kalah ama pantai dibali. Tapi sayang jauh banget dari tempatku sob, jadinya cuma bisa ngebayangin aja deh hehehe. have a nice day sob and thank for the info
sempat ke kapal terapung ga mas?
Wah keren, kapan2 pengen maen kesana, punya temen anak makasar tiap pulang bawa makanan jenis pisang2an
waduh uenakk tuenan
jadi ngiri nih
pantainya milik publik? atau bayar (privat)?
Sedang dalam perjalanan keluar kota Mas ?, menikmati angin mamiri dan ….nggak dech.
nyammy… pisang epeknya kayak’e enak tuh.. ^^
wow pisang epek + Sop conro nyam nyam
kapan ya saya bisa ke pantai losari makassar, liat di tv kayaknya indah trus ramai… nyobain pisang epeknya boleh kan…
Sahabatku,
Saya berkunjung untuk silaturahmi sambil membawa doa semoga sahabat dalam keadaan sehat-walafiat, lancar dalam menjalankan tugas /kewajiban, sejahtera dan bahagia lahir batin.
Demikian pula blognya semakin maju dan berisi artikel yang semakin menarik dan bermanfaat. Amin
Salam hangat dari Surabaya
gamabar diatas tuh semacam becak atau apa siih mas…
kok bentuknya aneh gtu…
wah jadi inget aku jg masih keturunan bugis, tp mas yunan beruntung sudah tau Makassar. Aku sih sampe setua ini belum pernah jalan2x kesana yang kabarnya juga masih punya darah bugis. Lucu kalo orang tanya aku orang mana?! ku jawab aja orang indo alias ini itu doyan hehehe. Atau Bhineka Tunggal Ika. Soalnya numpang lahir di Betawi tp bpkku punya ortu makasar-betawi (kakek) & Bogor (nenek), sedang ibuku tulen wong Jatim Madiun… Tp aku jg blm pernah kesana. Sekarang aku tinggal di kot-ser Banten
konro yang paling enak bos.
makaci ya untuk semua komentar rekan rekan, ya pantai Losari menjadi pusat refresh warga kota, empat naik beca, makan dipinggir pante itu aja.
sukses semua ya
hehehehe enak tenan duduk di pantai losari apalagi makan jagung bakar disitu makin tobs deh
Wah jadi bangga jadi orang Makassar he..he..he.. kalau coba kuliner yang lain pasti lebih mantap lagi
makaci-makaci ya, makasar memang moooy, heheh. enak untuk JJ
enaknya pisang epe’na diiii,pingin rasanya jln2 kesana lagi sprt dulu.
keindahan alam dan ragam budaya menjadi tempat kita untuk berfikir