10-15 persen pria di Indonesia saat berhubungan seks mengalami disfungsi ereksi, hal ini disebabkan berbagai hal. Pasangan yang melakukan aktifitas hubungan seksual, baik pihak pria atau wanita tentu mengalami puas dan ada pula yang tidak puas. Salah satu penyebab ketidakpuasan yang dialami perempuan adalah kekuatan ereksi mas P pasangannya.
Prof DR dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS, mengatakan, ”tingkat kekerasan ereksi merupakan salah satu kunci untuk pencapaian kepuasan dalam kehidupan seksual, cinta dan kasih sayang serta kehidupan berumah tangga”. Untuk itulah mereka yang mengalaminya untuk serius memperhatikan hal ini.
Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi penis yang cukup memadai untuk berlangsungnya sebuah hubungan seksual yang memuaskan. Secara biologis sebuah hubungan seksual yang normal memang membutuhkan kualitas ereksi tertentu sehingga mas P mampu melakukan penetrasi.
Beberapa faktor yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi antara lain faktor fisik dan psikis. Untuk faktor fisik merupakan faktor utama yang dapat menimbulkan disfungsi ereksi. Karena menderita penyakit kencing manis dan kolesterol, selain itu juga pengaruh merokok dan alkohol yang berlebih kadarnya.
Dalam teori dikenal 3 macam disfungsi ereksi, yaitu ringan, sedang dan berat. Kondisi ringan, apabila masih memungkinkan untuk berhubungan seks, namun ereksi tidak optimal. Kalau kondisi sedang, sudah agak memaksa dan bekerja keras untuk bisa penetrasi. Sedangkan berat, sama sekali tidak bisa digunakan untuk berhubungan dengan baik.
Untuk memudahkan memahami tingkat ereksi tadi maka dibedakan menjadi 4 tipe kekerasan ereksi pada pria, yaitu:
Tipe 1, apabila mas P bisa mengalami pembesaran namun kondisinya tidak terlalu keras atau kalau dipegang seperti tape. Anda bisa membayangkan bagaimana kekerasan makanan tape (ketela rebus yang sudah membusuk).
Tipe 2, apabila mas P bisa mengeras namun tidak beegitu keras untuk
melakukan penetrasi, kalau mudahnya maka anda bisa membayangkan buah pisang. Yang siap dimakan, lalu dikupas, dan tekan.

Tipe 3, apabila mas P cukup keras untuk melakukan penetrasi tetapi tidak sangat keras (suboptimal), mas P bisa melakukan penetrasi namun kurang optimal. Kondisi yang demikian mungkin bisa disimbolkan seperti terong yang sudah layu.
Tipe 4 apabila mas P keras dan tegang secara sempurna (optimal) atau jika dipegang seperti mentimun yang masih segar. Ini siap digunakan untuk menyerang dengan kekuatan penuh. Kondisi demikian yang diidamkan semua lelaki dan perempuan.
Tingkat kekerasan ereksi pada pria merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hubungan seksual. “Ketika seorang pria berhasil mendapatkan tingkat kekerasan maksimal, maka pasangan ini bisa mendapatkan tingkat kepuasan yang optimal dan secara individu masing-masing akan berpeluang untuk mendapatkan rasa yang seutuhnya pada sisi kehidupan yang lain,”. Kebahagiaan keluarga sering berawal dari kebahagiaan dari hubungan seksualnya.


halah.. halah.. tipsnya… aduuuh.. kabur ah.. :p
Selamat sore Shalimow, tumben posting yang berbau sex biasanya IT, Okay nggak apa, tanggapan saya : semua yang dipaparkan bagus, menambah pengetahuan tapi satu hal yang penting Mas dari semua itu jika keluar dari hubungan yang saling mengasihi, saling mencintai dengan tulus sehingga menimbulkan kerja sama yang baik dan full dan mencapai kepuasan yang optimal,karena klu hati salah satu pasangan mendongkol sulit ,menimbulkan kenikmatan yang puncak krn tidak ada kerja sama yang baik dan tidak tulus. Terima Postingannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
sofi: jangan lari, ini ilmu kesehatan biasa, OK
Agnes: makasih ibu komentarnya yang mantab, bukan sex kok bu tapi ilmu kesehatan aja, hheheh
top markotop. Punya saya mentimun pak
wahaha..no komen dech..
Mas P dengan Mister P masih sodara kan ?
mantappp boss artikelnya… saya mau tuh yang seperti mentimun .kalau untuk tipe1, tipe 2, dan tipe 3 ..gimana cara memperbaikinya supaya bisa kembali ke tipe 4 ?
Waaah…wakakakak, saru iki Mas….saruuuuuuu
hehehhe,, tipsnya bagus mas, ilmiah banget kayaknya :hammer:, apa ini pengaruh gen?
@idors : cowok apa cewek ? punya’y kayak timun…?!
@yep : setahuku Mister P itu sodarannya Mas K
2 all : simbol makanan untuk tingkat ereksi itu beda (malah sebaliknya) dengan khasiat makanan itu sendiri. Tape singkong itu hasil fermentasi; makin lama mengandung alkohol. Makan tape dlm jumlah cukup membuat orang “setengah mabuk”, timbul perasaan senang, kmdn sex jadi lbh menggairahkan. Makan pisang memperlancar metabolisme tubuh, BAB jd lancar, trs memperlancar peredaran darah. Perut yg tdk tlalu kenyang, n ditunjang kelancaran darah memenuhi nadi pada Mas K membuat si doi jd lebih keras. Orang awam bilang, makan terong membuat mas K jadi lemes (seperti terong yg sdh dimasak balado). Nah soal timun, banyak cewek yg nggak mau makan sayuran ini; alasannya bikin mbak M (miss V) jd berair. Tul nggak?
hahahahahaha (Sambil ngintip punya sendiri)……….. kira2 aku tipe yang mana yach………….